Radar Cianjur »
Cianjur Raya
»
Pesantren Harus jadi Pembimbing Moral
Pesantren Harus jadi Pembimbing Moral
Posted by Radar Cianjur on Selasa, 30 Agustus 2016 |
Cianjur Raya
FOTO: DEDE SANDI MULYADI/RADAR CIANJUR
DIBAHAS: Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI Deding Ishak saat mensosialisasikan empat pilar di Ponpes Nurul Huda Attafsiri Kecamatan Campakamulya.
CAMPAKAMULYA- Pondok pesantren harus tetap eksis walaupun zaman sudah berubah. Menjadi pelita, pembimbing sekaligus pengawal ahlak atau moral.
Hal itu dikemukakan Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI Deding ishak dalam acara sosialisasi empat pilar di Pondok Pesantren Nurul Huda Attafsiri Jalan Neglasari, Desa Campakawarna, Kecamatan Campakamulya.
“Kalau perspektif kebangsaan adalah moral bangsa, tetapi untuk kita bisa diterjemahkan sebagai ahlakul karimah,” kata Anggota Pimpinan FPG MPR RI ini. Menurutnya, pondok pesantren merupakan lembaga pendidikan yang telah melahirkan para pemimpin-pemimpin bangsa ini seperti Gusdur dan Cak Nur.
Bahkan pesantren dalam sejarah kebangsaan Indonesia, pesantren menjadi kubu pusat pertahanan dalam rangka memerdekakan bangsa Indonesia. “Kita ingat bagaimana perjuangan KH Hasyim Asyari yang telah menginspirasi dan mendorong gerakan yang dikomandani oleh Bung tomo di Surabaya. Pun di Jawa Barat seperti KH Mustopa dan lainnya, termasuk KH Abdullah Bin Nuh asal Cianjur,” tuturnya.
Oleh karena itu, lanjutnya, pondok pesantren akan tetap eksis dalam kehidupan kemasyarakatan, kebangsaan, dan kenegaraan sebagaimana pernah diungkapkan oleh para sesepuh di Kementrian Agama (Kemenag). “Saat ini pondok pesantren sudah mengalami proses adaptasi kemajuan dalam rangka pesantren tetap eksis meskipun zaman berubah,” ujarnya.
Sementara itu, Pimpinan Pondok Pesantren Nurul Huda Attafsiri, Syarif Hamdani mengaku, selama ini Ponpes Nurul Huda selalu menanamkan kecintaan kepada negara dan pancasila, dengan harapan santri dapat menambah kecintaan terhadap negara tercinta Indonesia. “Sebagaimana dalam hadist mengatakan bahwa cinta kepada tanah air merupakan bagian daripada iman. Apalagi dalam pancasila tidak terlepas dari Alquran. Jadi, ketika kita mengikuti undang-undang dan pancasila, maka insha Allah kita telah mengikuti Alquran,” jelasnya. (des)
Populer
-
JAKARTA-Ketua Fraksi PKS DPR Jazuli Juwaini mengatakan, pihaknya berada di barisan terdepan menginisiasi lahirnya RUU tentang antiLGBT...
-
Menjaga kepercayaan pelanggan merupakan prioritas utama dalam menjalankan usaha, karena jika kepercayaan pelanggan berkurang maka bisnis...
-
JAKARTA-Presiden Joko Widodo meminta BNN dan Polri lebih gencar lagi memberantas narkoba di tanah air. Tak hanya itu, kementerian dan ...
-
FOTO: NANDANG KURNAEDI/RADAR CIANJUR DAFTAR : Salah satu masyarakat saat mendaftar ke stan BPJS Kesehatan pada acara pameran yang dige...
-
JAKARTA-Mabes Polri bertindak tegas terhadap AKBP BH yang menganiaya seorang polisi wanita (polwan) Bripda M di salah satu hotel di Jakar...
-
* Sri dan Eko Rp4 M, Siap Kemenpora? JAKARTA-Kemenpora harus siap-siap merogoh kocek lebih dalam setelah pasangan ganda campuran Tonto...
-
CIANJUR-Sejumlah pihak menyoroti bisnis prostitusi lendir impor yang menyelimuti Cianjur, khususnya kawasan Cianjur Utara beberapa hari ...
-
JAKARTA-Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam) Luhut Binsar Panjaitan mengingatkan para kepala daerah benar-benar p...


Tidak ada komentar: