Radar Cianjur »
Cipanas
»
Petani Sindangjaya Butuh Penyuluhan
Petani Sindangjaya Butuh Penyuluhan
Posted by Radar Cianjur on Senin, 29 Agustus 2016 |
Cipanas
CIPANAS- Desa Sindangjaya Kecamatan Cipanas memiliki potensi pengembangan sayur mayur. Namun, sayangnya hal tersebut belum dikembangkan secara optimal oleh Pemerintah Kabupaten Cianjur.
Warga Kampung Gunung Batu Desa Sindangjaya, Jajang Sunandar (51) mengaku, penyuluhan dari pemerintah kepada petani sayuran dinilai masih minim. Padahal selama ini masyarakat masih belum banyak tau cara tanam dan waktu tanam sayur mayur yang baik. "Selama ini yang kami butuhkan dalam mengembangkan sektor pertanian itu berupa penyuluhan. Agar kami bisa meningkatkan produktivitas tanaman sayuran kami ini," terangnya.
Menurutnya, sedikitnya perhatian pemerintah ini menjadi salah satu kendala yang dihadapi para petani ketika menghadapi serangan hama tanaman. "Saya ingin ada sosialisasi kepada para petani, tak hanya pola dan cara tanam. Kami inginkan pencerahan upaya pencegahan dan penanggulangan hama," jelasnya.
PJS Kepala Desa Sindangjaya, Dadang Sudrajat mengatakan, mayoritas warganya bermata pencaharian sebagai petani sayuran. Namun potensi pertanian yang dimiliki belum dikelola secara optimal, sehingga perlu adanya pengembangan.
"Jika sektor pertanian dikelola dengan baik daerah kami bisa menjadi sentra pertanian unggulan di Cianjur bahkan di Indonesia. Pasalnya kondisi alam daerah kami sangat cocok untuk ditanami sayuran," tuturnya.
Pihaknya mengaku, jika ingin produktivitas petani bisa lebih ditingkatkan maka diperlukan kerjasama yang baik antara pemerintah dan petani. "Saya akan berkoordinasi dengan Dinas Pertanian dan Holtikultura Pemkab Cianjur untuk bisa bersama meningkatkan sektor pertanian yang ada di Sindangjaya," pungkasnya. (fhn)
Warga Kampung Gunung Batu Desa Sindangjaya, Jajang Sunandar (51) mengaku, penyuluhan dari pemerintah kepada petani sayuran dinilai masih minim. Padahal selama ini masyarakat masih belum banyak tau cara tanam dan waktu tanam sayur mayur yang baik. "Selama ini yang kami butuhkan dalam mengembangkan sektor pertanian itu berupa penyuluhan. Agar kami bisa meningkatkan produktivitas tanaman sayuran kami ini," terangnya.
Menurutnya, sedikitnya perhatian pemerintah ini menjadi salah satu kendala yang dihadapi para petani ketika menghadapi serangan hama tanaman. "Saya ingin ada sosialisasi kepada para petani, tak hanya pola dan cara tanam. Kami inginkan pencerahan upaya pencegahan dan penanggulangan hama," jelasnya.
PJS Kepala Desa Sindangjaya, Dadang Sudrajat mengatakan, mayoritas warganya bermata pencaharian sebagai petani sayuran. Namun potensi pertanian yang dimiliki belum dikelola secara optimal, sehingga perlu adanya pengembangan.
"Jika sektor pertanian dikelola dengan baik daerah kami bisa menjadi sentra pertanian unggulan di Cianjur bahkan di Indonesia. Pasalnya kondisi alam daerah kami sangat cocok untuk ditanami sayuran," tuturnya.
Pihaknya mengaku, jika ingin produktivitas petani bisa lebih ditingkatkan maka diperlukan kerjasama yang baik antara pemerintah dan petani. "Saya akan berkoordinasi dengan Dinas Pertanian dan Holtikultura Pemkab Cianjur untuk bisa bersama meningkatkan sektor pertanian yang ada di Sindangjaya," pungkasnya. (fhn)
Populer
-
FOTO: HAKIM/ RADAR CIANJUR ATUR SERANGAN: Siswa MA Nurul Islam kelas 12 menjalani latihan hockey saat jam olahraga di sore hari. ...
-
JAKARTA-Ketua Fraksi PKS DPR Jazuli Juwaini mengatakan, pihaknya berada di barisan terdepan menginisiasi lahirnya RUU tentang antiLGBT...
-
Menjaga kepercayaan pelanggan merupakan prioritas utama dalam menjalankan usaha, karena jika kepercayaan pelanggan berkurang maka bisnis...
-
JAKARTA-Presiden Joko Widodo meminta BNN dan Polri lebih gencar lagi memberantas narkoba di tanah air. Tak hanya itu, kementerian dan ...
-
FOTO: NANDANG KURNAEDI/RADAR CIANJUR DAFTAR : Salah satu masyarakat saat mendaftar ke stan BPJS Kesehatan pada acara pameran yang dige...
-
JAKARTA-Mabes Polri bertindak tegas terhadap AKBP BH yang menganiaya seorang polisi wanita (polwan) Bripda M di salah satu hotel di Jakar...
-
* Sri dan Eko Rp4 M, Siap Kemenpora? JAKARTA-Kemenpora harus siap-siap merogoh kocek lebih dalam setelah pasangan ganda campuran Tonto...
-
CIANJUR-Sejumlah pihak menyoroti bisnis prostitusi lendir impor yang menyelimuti Cianjur, khususnya kawasan Cianjur Utara beberapa hari ...

Tidak ada komentar: