Warga Tuntut Kades Mundur

Foto: Fadilah Munajat/ Radar Cianjur
PROTES: Puluhan warga Cieundeur menduduki kantor desa meminta agar kepala desa Cieunder mundur dari jabatan dan segera dilakukan pemilihan BPD PAW.


WARUNGKONDANG- Puluhan warga Desa Cieundeur yang tergabung dalam Forum Masyrarakat Cieundeur (FMC) melakukan aksi demo ke Kantor Desa Cieundeur Kecamatan Warungkondang, Selasa (30/06). Mereka meminta Kepala Desa (Kades) Cieundeur, Asep Jaenal Mutakin mundur dari jabatannya karena dianggap tidak transparan dalam penggunaan dana yang dikucurkan ke desa dan kembali dilakukan pementukan BPD dan LPM.

Massa yang datang dengan menggunakan beberapa sepeda motor itu begitu tiba di kantor desa langsung menggelar orasi. Tidak lama berselang warga langsung masuk kedalam aula desa untuk menggelar pertemuan. Hadir pada pertemuan dengan warga tersebut Camat Warungkondang, Candra Dwi Kusumah, Danramil
Warungkondang Kapten Inf Sudiharsono, dan Sekdes Cieundeur.

Pimpinan aksi, Rindra mengungkapkan, kedatangannya bersama warga ke kantor desa tidak lain untuk meminta Kades mengundurkan diri dari jabatanya karena warga menilai Kades tersebut sudah tidak sejalan dengan keinginan warga. “Warga menganggap sudah tidak pingin lagi dipimpin oleh kades sekarang. Ia tidak peduli terhadap warga, bahkan yang bersangkutan diskriminasi dalam memberikan pelayanan hanya koleganya yang terdekat saja. Intinya warga ingin ada penyegaran,” kata Rindra kepada Radar Cianjur.

Dikatakan Rindra, warga meminta pertanggungjawaban atas penggunaan dana desa yang dianggap tidak transparan. Peraturan desa di Desa Cieunder sudah carut marut, selain kepala desanya tidak transparan juga ditambah lagi dengan tidak adanya BPD karena semua anggota BPD telah mengundurkan diri, kini di
Desa Cieundeur hanya ada dua orang BPD.

"Untuk itu kami meminta segera diadakan pemilihan BPD antar waktu. Sangat disayangkan pada audensi ini kepala desa dan ketua PBD tidak hadir sehingga audensi ini tidak membuahkan hasil,” ucap Rindra

Camat Warungkondang, Candra Dwi Kusumah membenarkan bahwa audensi yang dilakukan oleh warga dengan pemerintah desa tidak memuahkan hasil. “Hasil dari audensi masyarakat dengan pemerintah desa ini memang tidak memuahkan hasil, karena pada uadensi ini idealnya BPD dan kepala desa itu ada,” katanya.

Candra juga mengatakan menyikapi hal tersebut pihaknya akan segera melakukan langkah preventif. “Pihak pemerintah kecamatan Warungkondang, akan segera melakukan pembinaan terhadap kepala desa,” pungkasnya (dil)


Tidak ada komentar:

Write a Comment


Top