Pusbindik Cianjur, Sosialisasikan Pendampingan Kurtilas

CIANJUR-Kepala Pusat Pembinaan dan Pendidikan TK/SD Kecamatan Cianjur Kota, Nandang Kosasih nengatakan, pihaknya gencar mensosialisasikan program pendampingan kurikulum dua ribu tiga belas ke tiap-tiap sekolah.

Program pendampingan ini merupakan salah satu program dari Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan.

Dalam program tersebut kepala sekolah maupun guru akan dibimbing langsung oleh tim pengawas yang sudah mendapatkan sertifikat baik ditingkat provinsi maupun tingkat nasional. "Guru maupun kepala sekolah nanti akan dibimbing secara langsung oleh tim pengawas yang profesional," ujar Nandang.

Untuk program pendampingam kurikulum dua ribu tiga belas ini ada empat kali pertemuan baik itu pertemuan insertif maupun pertemuan non instertif.

Pertemuan insertif adalah para peserta akan dikumpulkan untuk menyamakan persepsi tentang pemahaman kurikulum dan implementasi. Sedangkan pertemuan non insertif adalah kegiatan di sekolah masing-masing dengan pengawasan dari pengawas yang terjun langsung ke sekolah.

"Pengawas nantinya akan membimbing guru maupun kepala sekolah bagaimana untuk membuat perencanaan pembelajaran sesuai dengan karakter kurtilas, dibimbing menggunakan media pembelajaran seperti buku, alat peraga," jelasnya.

Diharapkannya, melalui empat pertemuan tersebut guru maupun kepala sekolah dapat melaksanakan kurikulum dua ribu tiga belas dengan baik dan sesuai dengan karakternya.

Pasalnya, kurikulum dua ribu tiga belas ini lebih spesifik, misalkan dalam pembelajaran harus lebih mengakar dan mampu mengangkat kompetensi anak, anak mampu mengungkapkan pendapat, anak mampu melakukan dan bekerja dibawah bimbingan guru dan mengeluarkan ide/gagasan. Sehingga kebih hidup dan berkarakter.

Kemudian guru selain membimbing pembelajaran juga disibukan dengan pengamatan atau penilaian kepada anak.

"Untuk sekolah yang sudah menggunakan kurikulum dua ribu tiga belas ini ada 16 sekolah, salah satunya SDN Ibu Jenab 1, SDN Ibu Jenab 2, SDN Ibu Dewi 1, SDN Ibu Dewi 2, SD Al Azhar dan SD Islam Kreatif," paparnya.(riz)


Tidak ada komentar:

Write a Comment


Top