Radar Cianjur »
Cianjur Raya
»
Santri Pilih Tembakau Lokal
Santri Pilih Tembakau Lokal
Posted by Radar Cianjur on Senin, 05 September 2016 |
Cianjur Raya
METRO- Beberapa santri di Cianjur akan beralih dari rokok ke tembakau lokal. Hal itu disebabkan mereka sudah mengetahui akan ada kenaikan harga rokok tersebut dari salah satu berita di media cetak ataupun stasiun televisi nasional. Saat ditemui, salah satu santri di Kampung Babakan Renyom, Desa Nagrak, Kecamatan Cianjur, Edi (25) mengatakan, memang ia perokok filter tetapi bilamana rokok naik ia pasti dan akan beralih ke tembakau lokal.
"Dulunya memang saya kalau ngerokok pakai lintingan, dengan bahan tembakau papier atau lainnya. Beralih ke rokok pun karena seiringnya waktu," ujarnya. Saat ditanyai oleh Radar Cianjur perihal alasannya lebih beralih kepada tembakau lokal, dibandingkan menggunakan rokok elektrik, ia pun menjelaskan dengan tegas, bahwa ia menyadari ia merupakan masyarakat yang belum mampu membeli suatu barang dengan mudah.
"Kita rakyat kecil, untuk makan keluarga dan bisa merokok saja sudah alhamdulilah. Sedangkan untuk membeli rokok elektrik itu cukup memakai uang yang bukan sedikit," akunya.
Selain Edi, warga lainnya yang sering dipanggil Agus (34) juga menyatakan, lebih memilih menggunakan tembakau lokal dalam mengkonsumsi rokok pada setiap harinya. Sebab menurut ia, rokok sudah menjadi kebutuhan sehari-hari bagi kalangan masyarakat yang perokok dan hal itu sudah tidak bisa dihilangkan. "Iya rokok sudah kayak hanphone, kita sekarang sudah tergantung pada rokok. Namun bilamana harga rokok jadi menaik, saya pasti memakai tembakau lokal kaya papier atau cap gorila yang harganya lebih terjangkau. Tidak akan seperti rokok harganya melambung tinggi, paling juga Rp 10 ribu atau 15 ribu," paparnya.
Ia mengungkapkan, berdasarkan informasi dari sejumlah teman, harga tembakau lokal ikut naik sekitar Rp5 Ribu hingga Rp10 Ribu, tapi tidak naik semahal rokok biasa bungkusan. (yud)
"Dulunya memang saya kalau ngerokok pakai lintingan, dengan bahan tembakau papier atau lainnya. Beralih ke rokok pun karena seiringnya waktu," ujarnya. Saat ditanyai oleh Radar Cianjur perihal alasannya lebih beralih kepada tembakau lokal, dibandingkan menggunakan rokok elektrik, ia pun menjelaskan dengan tegas, bahwa ia menyadari ia merupakan masyarakat yang belum mampu membeli suatu barang dengan mudah.
"Kita rakyat kecil, untuk makan keluarga dan bisa merokok saja sudah alhamdulilah. Sedangkan untuk membeli rokok elektrik itu cukup memakai uang yang bukan sedikit," akunya.
Selain Edi, warga lainnya yang sering dipanggil Agus (34) juga menyatakan, lebih memilih menggunakan tembakau lokal dalam mengkonsumsi rokok pada setiap harinya. Sebab menurut ia, rokok sudah menjadi kebutuhan sehari-hari bagi kalangan masyarakat yang perokok dan hal itu sudah tidak bisa dihilangkan. "Iya rokok sudah kayak hanphone, kita sekarang sudah tergantung pada rokok. Namun bilamana harga rokok jadi menaik, saya pasti memakai tembakau lokal kaya papier atau cap gorila yang harganya lebih terjangkau. Tidak akan seperti rokok harganya melambung tinggi, paling juga Rp 10 ribu atau 15 ribu," paparnya.
Ia mengungkapkan, berdasarkan informasi dari sejumlah teman, harga tembakau lokal ikut naik sekitar Rp5 Ribu hingga Rp10 Ribu, tapi tidak naik semahal rokok biasa bungkusan. (yud)
Populer
-
FOTO: HAKIM/ RADAR CIANJUR ATUR SERANGAN: Siswa MA Nurul Islam kelas 12 menjalani latihan hockey saat jam olahraga di sore hari. ...
-
JAKARTA-Ketua Fraksi PKS DPR Jazuli Juwaini mengatakan, pihaknya berada di barisan terdepan menginisiasi lahirnya RUU tentang antiLGBT...
-
Menjaga kepercayaan pelanggan merupakan prioritas utama dalam menjalankan usaha, karena jika kepercayaan pelanggan berkurang maka bisnis...
-
JAKARTA-Mabes Polri bertindak tegas terhadap AKBP BH yang menganiaya seorang polisi wanita (polwan) Bripda M di salah satu hotel di Jakar...
-
* Sri dan Eko Rp4 M, Siap Kemenpora? JAKARTA-Kemenpora harus siap-siap merogoh kocek lebih dalam setelah pasangan ganda campuran Tonto...
-
CIANJUR-Sejumlah pihak menyoroti bisnis prostitusi lendir impor yang menyelimuti Cianjur, khususnya kawasan Cianjur Utara beberapa hari ...
-
JAKARTA-Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam) Luhut Binsar Panjaitan mengingatkan para kepala daerah benar-benar p...
-
BELUM BERSIH: Gedung Mahkamah Agung (MA) di Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat. Foto: dokumen JPNN.Com JAKARTA-Komisi Pemberantas...

Tidak ada komentar: