Tolak Larangan Beri PR


TAK SETUJU, SDN Ibu Dewi 8 tidak setuju jika siswa dilarang diberi PR. Karena dinilai mengajarkan malas pada siswa.

CIANJUR-Wacana Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan yang akan menghapus pekerjaan rumah (pr) siswa membuat sejumlah sekolah merasa keberatan. Salah satunya SDN Ibu Dewi 8.

Guru SDN Ibu Dewi 8, M. Hendra Saleh Kurniawan menyatakan, ketidak setuju dihapusnya PR siswa. Hal itu secara tidak langsung akan mengajarkan anak untuk menjadi malas.

"Sekarang saja anak dibebankan dengan PR malas untuk mengerjakannya. Apalagi ditambah rencana dari pemerintah pusat itu yang akan mengahapus PR," ujar Guru yang tinggal di Kecamatan Cugenang ini.

Dikatakan Hendra, dengan adanya penghapusan PR ini bukanlah solusi yang baik. Justru akan menjadikan mereka selain malas juga otak mereka pun tidak akan berkembang.

"Karena PR ini kan salah satu tujuannya untuk merangsang dan melatih daya tangkap perkembangan otak anak dalam menangkap materi yang disampaikan guru di sekolah," ujarnya.

Selain itu, jika pemerintah pusat akan merealisasikan penghapusan PR ini sebaiknya dipikirkan kembali dampak kedepannya.(riz)



Tidak ada komentar:

Write a Comment


Top