Radar Cianjur »
Cipanas
»
Cegah Bencana dengan Embung
Cegah Bencana dengan Embung
Posted by Radar Cianjur on Kamis, 26 Januari 2017 |
Cipanas
CIPANAS-Cianjur Utara kerap terjadi longsor dan banjir. Kondisi tersebut diperparah cuaca yang ekstrim dan lingkungan yang kerap terjadi. Makanya butuh solusi menghadapinya.
Pengamat lingkungan Wahyudin menuturkan bumi kerap dilanda gejala elnino, karena perubahan iklim global. Sehingga berpotensi terjadinya berbagai bencana alam seperti angin puting beliung, banjir, serta longsor.
"Kondisi tersebut diperparah adanya alih fungsi lahan, karena hutan gundul, bangunan sporadis, hingga penyempitan sungai," tuturnya
Dengan kondisi ini air bah dari aliran sungai Gunung Gede berpotensi bencana. Makanya butuh penanganan serius pemerintah untuk mengantisipasi bencana.
"Akibat minimnya resapan air Pemkab, Pemprov, atau pemerintah pusat harus memikirkan adanya embung atau lokasi penampungan air di daerah Cianjur Utara," tuturnya.
Dijelaskannya hutan itu utamanya untuk resapan air, namun kondisi hutan di Cianjur Utara berkurang. Sedangkan pemukiman dan ladang sayur mayur meluas.
"Kondisi perubahan lingkungan dan iklim ini berpotensi menyumbangkan terjadinya bencana alam. Sehingga perlu diimbangi dengan adanya embung sebagai penampungan air," tuturnya.
Diakuinya dulu di Cipanas, Pacet, dan sekitarnya banyak cekungan air seperti adanya danau. Seperti di Sindanglaya ada bendungan di areal lembah koi saat zaman Belanda
"Ironisnya kini danau itu berubah fungsi menjadi pemukiman dan jalan. Sehingga jika tak ingin ada bencana cengkungan harus segera realisasi, " terangnya.
Dijelaskannya selain berfungsi mencegah terjadinya banjir, embung itu bisa menampung air jika kekeringan melanda daerah Cianjur.
"Saat musim hujan Cianjur Utara volume air besar, kontras saat musim kemarau, kekeringan melanda Cianjur. Jadi harus segera ada penanganan," tukasnya.
Diakuinna memang dana yang dibutuhkan besar, namun jika tidak direalisasikan segera bisa berdampak buruk di masa mendatang. Pasalnya bangunan, gedung, dan vila semakin bertambah tapi penyerapan air tidak dipikirkan.(fhn)
Populer
-
USIA DINI: TK Al Azhar Cianjur mengajarkan kepada siswa sejak dini tentang sopan santun terhadap guru dan orang tua. CIANJUR-Mar...
-
MOMENTUM bulan Ramadan dimanfaatkan Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Cianjur, Moch Ginanjar, untuk selalu m...
-
Ruas Jalan Raya Cipanas sudah menjadi langganan banjir, tak pelak kondisi ini semakin mempersulit pengendara ketika melintas. Amat dis...
-
CIANJUR- Pondok Pesantren At-Taubah Lapas Kelas II B Cianjur bina para narapidana dengan berbagai materi keagamaan. Harapannya agar kelak...
-
CIANJUR-Tahun ajaran 2016/2017 mendatang. SMK IT Al-Musyaroah Cianjur bakal membuka jurusan perbankan syariah. Guna mencetak siswa yang pah...
-
ILUSTRASI CIANJUR-Istilah 'Salam Pramuka' dan 'Salam OSIS' berada di daftar pencarian teratas dalam sebuah mesin telus...
-
ilustrasi GEKBRONG –Bhayangkara Pembina Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Bhabinkamtibmas) Desa Cikancana, Bripka Arief Firmansyah, b...
-
BANDUNG-Persib Bandung harus bersabar untuk menurunkan Zulham Zamrun di laga resmi. Pasalnya, kondisi fisik Zulham hingga kin...

Tidak ada komentar: