Radar Cianjur »
Berita Utama
»
Toko Kue dan Rumah Warga Terbakar
Toko Kue dan Rumah Warga Terbakar
Posted by Radar Cianjur on Senin, 24 Agustus 2015 |
Berita Utama
CIANJUR-Sedikitnya dua peristiwa kebakaran di dua lokasi berbeda terjadi di
musim kemarau tahun ini. Satu toko kue di Jalan Suroso Cianjur, milik Ook (45),
Minggu (22/8) sekitar pukul 03.00 WIB dini hari terbakar.
Peristiwa kebakaran juga melalap rumah Abah Dadang (55) di Kampung Pasir Randu RT 01/12, Desa Ciranjang, Kecamatan Ciranjang, sekitar pukul 03:00 WIB, Minggu (23/8) dini hari kemarin.
Kejadian dua kebakaran nyaris terjadi saat warga tengah tertidur lelap malam. Akibatnya seluruh warga setempat bangun dan membantu memadamkan api melalap di dua kejadian kebakaran tersebut.
Informasi dihimpun, kebakaran toko kue milik Ook yang berada di Gang Selamet II ini diduga karena konsleting listrik. Meski sebelum kejadian menurut saksi mata pemilik toko sebelah, Didin (30) toko sepertinya ada masalah, karena sebelumnya toko kue ini juga pernah kemalingan sampai dua kali. "Saya lihat ada empat titik api dari toko tersebut, api baru bisa dipadamkan sekitar pukul 06.30 WIB pagi," ujarnya.
Sementara, peristiwa kebakaran yang terjadi pada rumah ukuran 15x10 meter persegi milik Bah Dadang, nyaris rata dengan tanah. Dugaan sumber api dari kamar belakang dan hingga kini masih dalam tahapan penyelidikan Polsek Ciranjang. Sebelumnya rumah peninggalan zaman Belanda tersebut pernah digunakan untuk pengobatan tradisional dan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) yang ditempati Mama Ajengan Pasir Randu.
"Untungnya dalam kejadian kebakaran tidak ada korban jiwa. Namun kerugian ditaksir mencapai ratusan juta rupiah, masih untung tak ada korban jiwa, karena suasana sedang rehat tidur malam," papar Aso Sobari (40) keponakan dari Bah Dadang kepada wartawan koran ini.
Jarak tempuh dari jalan utama ke lokasi kejadian sekitar 500 meter, sehingga petugas Pemadan Kebakaran cukup sulit menuju lokasi untuk memadamkan api, sehingga tidak bisa dengan cepat dipadamkan.
Sehingga atap dan ruangan rumah beserta perabotan di dalamnya hancur dan tinggal sisa-sisa puing, kayu, genting, kusen yang sudah hitam terbakar. "Meskipun dua unit pemadam kebakaran turun ke lokasi untuk membantu memandamkan api, tapi baru bisa dipadamkan sekitar satu jam kemudian," aku Eka (38) seorang guru PAUD warga setempat.(rif/mat)
--------------
Peristiwa kebakaran juga melalap rumah Abah Dadang (55) di Kampung Pasir Randu RT 01/12, Desa Ciranjang, Kecamatan Ciranjang, sekitar pukul 03:00 WIB, Minggu (23/8) dini hari kemarin.
Kejadian dua kebakaran nyaris terjadi saat warga tengah tertidur lelap malam. Akibatnya seluruh warga setempat bangun dan membantu memadamkan api melalap di dua kejadian kebakaran tersebut.
Informasi dihimpun, kebakaran toko kue milik Ook yang berada di Gang Selamet II ini diduga karena konsleting listrik. Meski sebelum kejadian menurut saksi mata pemilik toko sebelah, Didin (30) toko sepertinya ada masalah, karena sebelumnya toko kue ini juga pernah kemalingan sampai dua kali. "Saya lihat ada empat titik api dari toko tersebut, api baru bisa dipadamkan sekitar pukul 06.30 WIB pagi," ujarnya.
Sementara, peristiwa kebakaran yang terjadi pada rumah ukuran 15x10 meter persegi milik Bah Dadang, nyaris rata dengan tanah. Dugaan sumber api dari kamar belakang dan hingga kini masih dalam tahapan penyelidikan Polsek Ciranjang. Sebelumnya rumah peninggalan zaman Belanda tersebut pernah digunakan untuk pengobatan tradisional dan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) yang ditempati Mama Ajengan Pasir Randu.
"Untungnya dalam kejadian kebakaran tidak ada korban jiwa. Namun kerugian ditaksir mencapai ratusan juta rupiah, masih untung tak ada korban jiwa, karena suasana sedang rehat tidur malam," papar Aso Sobari (40) keponakan dari Bah Dadang kepada wartawan koran ini.
Jarak tempuh dari jalan utama ke lokasi kejadian sekitar 500 meter, sehingga petugas Pemadan Kebakaran cukup sulit menuju lokasi untuk memadamkan api, sehingga tidak bisa dengan cepat dipadamkan.
Sehingga atap dan ruangan rumah beserta perabotan di dalamnya hancur dan tinggal sisa-sisa puing, kayu, genting, kusen yang sudah hitam terbakar. "Meskipun dua unit pemadam kebakaran turun ke lokasi untuk membantu memandamkan api, tapi baru bisa dipadamkan sekitar satu jam kemudian," aku Eka (38) seorang guru PAUD warga setempat.(rif/mat)
--------------
Populer
-
JADI PERHATIAN: Wanita setengah telanjang berkeliaran di Cianjur kota dan menyita perhatian warga. CIANJUR dihebohkan oleh seorang ce...
-
METRO- Fenomena alam kembali bakal menyapa Indonesia. Setelah Gerhana Matahari Total (GMT) pada Maret lalu, kini warga di 124 kota, sep...
-
ILUSTRASI PEREMPUAN hamil memiliki tantangan besar mulai dari mual di pagi hari, kaki kram, sakit punggung, dan berat badan yang naik ...
-
CIANJUR–Memasuki detik-detik keberangkatan Calon Jemaah Haji (Calhaj) kemarin, pengawasan sekitar gedung asrama Kementrian Agama (Kemenag...
-
CIANJUR-Pemerintah pusat melalui Kementerian Agama (Kemenag) RI telah menetapkan kebijakan kursus pranikah untuk calon pengantin, hingg...
-
CIPANAS- Pimpinan Muslim Enterpreneur Academy (MEA) Yedi Jupriadi menilai daerah Cianjur saat ini sulit untuk maju, baik dalam segi ekono...
-
LENGKAP: Salah seorang petugas marketing berdiri diantara beragam jenis sepeda motor suzuki di Dealer Resmi Suzuki Jalan KH Abdullah Bi...
-
CIANJUR-Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia ke-70, Polres Kabupaten Cianjur, bekerjasama deng...

Tidak ada komentar: