Khawatir Ambruk, Rutilahu Diruntuhkan

TAK LAYAK: Warga gotong royong menghancurkan rumah milik Dindin.
CIANJUR – Memasuki musim penghujan, masyarakat mau tak mau harus semakin waspada untuk mengantisipasi terjadinya bencana yang berkaitan dengan musim penghujan, seperti tanah longsor, angin puting beliung, ataupun bencana lainnya yang mengancam keselamatan jiwa mereka.
Hal itu pula yang dilakukan pasangan Dindin Burhanudin (40) dan Hani (35), warga Kampung Kandangsapi, RT02/RW06, Desa Sirnagalih, Kecamatan Cilaku. Khawatir Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) yang mereka diami ambruk dan mengancam keselamatan jiwa, keluarga dibantu anggota Karang Taruna akhirnya membongkar rumah tersebut.
Kami Karang Taruna yang bernaung dibawah kepemimpinan Desa Sirnagalih secara spontan bergerak dan membantu tetangga kami yang sedang dalam kesulitan. Dengan sukarela, kami bantu baik dalam segi materi, maupun waktu, tenaga dan pikiran,” kata Ketua Karang Taruna, Abdul Latif.
Ketika sudah turun hujan disertai angin kencang, tak jarang beberapa material rumah panggung itu bergeser hingga ambruk, namun tidak begitu parah. Namun, karena khawatir akan keselamatan kedua buah hatinya, yakni M Malik Ibrahim yang berusia empat tahun dan Nurahma Fauziah yang baru berusia sepuluh bulan, Dindin dan Hani lebih memilih untuk meruntuhkan rumah yang baru mereka huni selama dua tahun tersebut, kemudian mengungsi ke gedung madrasah tak jauh dari rumahnya.
“Hujan pertama, waktu itu atap, genteng dan kaca rumah yang di bagian pinggir itu ambruk. Kami betulkan dengan kondisi seadanya,” ungkap Hani kepada Radar Cianjur.
Tak selesai sampai disitu, lanjut Hani, hujan angin selanjutnya, mulai terdengar bunyi seperti bunyi kayu yang retak sedikit demi sedikit. Karena takut rumahnya ambruk dan menimpa keluarganya, Hani segera mengungsi ke Madrasah. Esoknya, rumah tersebut akhirnya diruntuhkan.
“Untuk sementara kami disini (di madrasah) dulu, sampai rumah selesai diperbaiki. Beruntung ada dari Karang Taruna yang membantu dari mulai membongkar sampai sekarang membangun kembali sedikit demi sedikit,” imbuh Hani.
Kini, sedikit demi sedikit rumah tersebut mulai diperbaiki. Informasi yang dihimpun, tak sedikit donatur yang diakomodir oleh para anggota Karang Taruna, turut membantu meringankan beban Dindin beserta keluarganya.
Menanggapi hal tersebut, Kepala Desa Sirnagalih, Agus Zaenal Abidin, menuturkan, pihaknya telah melihat secara langsung, terkait kondisi yang dialami oleh warganya itu dan menggerakan para anggota Karang Taruna Desa.

“Rumah itu diruntuhkan karena memang sudah tidak layak untuk dihuni. Apalagi di musim hujan dan angin kencang sekarang ini. Sebelum jatuh korban, lebih baik diantisipasi sedini mungkin,” tegas Agus. (cr2)


Tidak ada komentar:

Write a Comment


Top