Radar Cianjur »
Metro Cianjur
»
Pelaku Home Industry Merasa Ditipu Pemerintah
Pelaku Home Industry Merasa Ditipu Pemerintah
Posted by Radar Cianjur on Rabu, 09 Desember 2015 |
Metro Cianjur
![]() |
| BUKTI penyetoran home industri yang diduga digelapkan. |
CIANJUR
– Beberapa waktu yang lalu, sempat mencuat kasus yang melibatkan seorang pelaku
home industry asal Kampung Balangbang, RT03/RW07, Desa Mayak, Kecamatan
Cibeber, Cianjur, yang diketahui terjadi pada tahun 2007 lalu.
Asep
Mukdas (44),
diketahui merupakan pemilik home industry Jemur Sari Lembur yang bergerak di
bidang kuliner. Industri rumahan miliknya tersebut awalnya dilirik oleh Dinas
Koperasi dan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) Cianjur, hingga akhirnya
Asep diajak oleh pihak Dinas Koperasi dan UMKM untuk mengikuti pameran di Batam pada saat itu.
Namun
naas, niatnya untuk mengembangkan usaha yang sekaligus membawa produk khas
Cianjur tersebut harus kandas akibat dipermainkan oleh pihak-pihak tak
bertanggungjawab. Alhasil, bukannya mendapat untung, sesudah pameran, barang-barang yang dikirim
ludes, dengan berbagai alasan, uang tak ada, barang entah kemana.
Putra
sulung Asep Mukdas, Jaenal Asikin Muqodas (22), akhirnya meneruskan ayahnya kembali membangun
usaha dari nol, untuk menutupi hutang-hutang yang menumpuk akibat tindakan yang dilakukan pihak-pihak tak
bertanggungjawab pada saat itu.
“Sudah kami upayakan, kami mengadu kesana-kemari. Tapi kami seperti
dipermainkan,
layaknya bola pingpong, dioper kesana-kemari tanpa kejelasan,” ungkap Jaenal
jengkel.
Usai
disoroti melalui pemberitaan media, akhirnya Jaenal dijanjikan akan
difasilitasi oleh pihak Dinas Koperasi dan UMKM masa kini untuk dapat segera
menuntaskan persoalannya tersebut seraya bermusyawarah.
Namun
bukan kejelasan yang ia peroleh, melainkan perlakuan yang sama seperti yang ia
dapat beberapa tahun yang lalu.
“Ini
tidak ada bedanya, jadi seperti bola pingpong lagi. Awalnya janji hari Senin
(30/11) akan dipertemukan, tapi yang bersangkutan katanya bisa bertemu hari
Rabu (2/12), akhirnya diundur lagi. Hari Rabu coba ditemui, yang bersangkutan
tidak ada, mangkir,” kesalnya.
Informasi
yang dihimpun, berdasarkan penuturan Jaenal, salah seorang pemilik koperasi
ternama di Cianjur, HF, diketahui merupakan pihak bersangkutan yang telah membawa barang
dagangannya delapan tahun yang lalu. Selain HF, nama-nama lain seperti HD dan
NN juga diduga terlibat di
dalamnya.
“Saya
tidak banyak permintaan. Saya cuma minta, tolong mereka bersikap seperti
layaknya manusia yang bertanggungjawab. Hutang-hutang saya diselesaikan, supaya sertifikat rumah bisa kembali, lalu
bersihkan nama baik ayah saya,” harapnya. (cr2)
Populer
-
CIANJUR - Peristiwa mengenaskan terjadi di Curug Ciastana, Kampung Sinarmuda, Desa Bojongkasih, Kecamatan Kadupandak pada Rabu (15/2) pa...
-
CIPANAS memiliki segudang bakat dan kemampuan, juga banyaknya prestasi yang diraih, tidak lantas menjadi sebuah bahan pertimbang...
-
PS TNI 0-3 Persib BOGOR-Stadion Pakansari Bogor, kembali jadi saksi kemenangan Persib, saat duel dengan tuan rumah PS TNI, Minggu ...
-
METROPOLITAN – Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKPPP) Kota Sukabumi telah memeriksa ribuan unggas yang mati mendadak...
-
CIANJUR-Upaya pencarian korban terseret air sungai Cianjur sudah ditemukan. Mas'ud (50) seorang warga Kampung Sukasirna RT 03/02, D...
-
SMAN 1 Cilaku sambut HUT RI ke-71 dengan berbagai perlombaan yang melibatkan siswa dan guru. Kesiswaan SMAN 1 Cilaku, Mukti Tauf...
-
CIANJUR – Polisi Wanita (Polwan) Satuan Lalulintas (Satlantas) Kepolisian Resort ( Polres ) Cianjur meng gelar pembersihan pelan...
-
Anggota Dewan Sesalkan Longsor Cugenang CUGENANG- Jalan utama yang menghubungkan sejumlah desa di Kampung Sukawarna, Desa Sarampad, Ke...


Tidak ada komentar: