Radar Cianjur »
Metro Cianjur
»
Dijuluki Pasangan Penyair Hijau
Dijuluki Pasangan Penyair Hijau
Posted by Radar Cianjur on Selasa, 12 Januari 2016 |
Metro Cianjur
![]() |
| Berkenalan Dengan Dadang dan Eni |
Mang Dadang dan Teh Eni merupakan
pasangan suami istri yang sejak tahun 2011 lalu dijuluki Penyair Hijau oleh
rekan-rekan pers. Tak jarang mereka menyuarakan kecintaan lingkungan dalam
bentuk puisi yang dibacakan secara lantang.
Di usia yang sudah tidak terbilang
muda lagi, saat ini Mang Dadang dan Teh Eni tetap getol menyadarkan seluruh
lapisan masyarakat supaya peduli terhadap lingkungan. Bahkan Kementerian
Kehutanan mendukung langsung pada pasangan yang berjuluk Penyair Hijau tersebut
untuk terus kampanye di lingkungan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.
Mang Dadang diketahui merupakan
purna bakti sektor kehutanan, yang pada tahun 2006 diperbantukan di BUMN Perum
Perhutani unit III Jabar-Banten hingga 2012. Ia juga aktif di Kepanduan Satuan
Karya pramuka wanabakti nasional dan kesenian sampai sekarang. Sementara
istrinya, Eni berprofesi sebagai ibu rumah tangga yang aktif di dunia kesenian.
Hingga kini, tercatat ada beberapa
lembaga yang direkomendasikan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan kepada
mereka untuk dilangsungkan kampanye peduli lingkungan, seperti Dirjen PHP
Lestari, Dirjen PDAS dan HL, Dirjen KSDAE, Dirjen PPKL, Dirjen PSL dan B3,
serta BP2SDM.
Sementara itu, sekolah yang direkomendasikan
Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, antara lain, SMK Bakti Rimba Bogor,
SMKN 1 Pagelaran Cianjur, SMKN 1 Pasir Kuda Cianjur, SMKN 4 Garut, SMK Rimba
Bahari Sumedang.
“Tentu ini merupakan suatu
kehormatan bagi kami, dimana pada usia ini, masih dibutuhkan dan dipercaya
untuk melakukan kegiatan-kegiatan bermanfaat, seperti halnya kegiatan kampanye
lingkungan ini," ujar Dadang kepada Radar Cianjur.
Atas dedikasinya, sejumlah
penghargaan telah diraih oleh pasangan penyair hijau tersebut, seperti
penghargaan dari Museum Rekor Indonesia (MURI) bidang puisi lingkungan dengan
tema Hutan dan Budaya Jambore Nasional Tahun 2006. Lalu ada dua buah puisi
karyanya berjudul “Alam” dan “One Man One Tree” telah mendapat apresiasi dan
ditandatangani oleh presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono pada tahun 2008 dan
2009, sekaligus dikukuhkan sebagai Parasasti Himbauan Pelestarian Lingkungan
dan telah diabadikan sejak Februari 2010 di Musium Kementerian Kehutanan
Republik Indonesia Jakarta.
"Ada juga puisi berjudul “Hutan”
mendapat apresiasi dan ditandatangani oleh Menteri Lingkungan Hidup dan
Kehutanan Siti Nurbaya pada tanggal 20 Desember 2014 di Cibubur Jakarta. Sejak
itu pula kerjasama Kampanye Lingkungan antara Penyair Hijau dengan Kementerian
Kehutanan untuk lapisan masyarakat sampai sekarang terus terjalin," papar
Dadang.
Ternyata tak cukup sampai disitu,
Dadang kembali mendapat Penghargaan Satya Lencana 10 tahun, serta penghargaan
Pancawarsa V dari Kepanduan Kwartir Daerah Jawa Barat, hingga sejumlah
penghargaan lainnya yang masih mengantre untuk disebutkan.
“Dalam kehidupan, filosofi yang
selalu kita pegang adalah filosofi tentang daun. Daun ketika hidup terus
memberikan oksigen itu sangat bermanfaat untuk kehidupan, terutama manusia.
Ketika tugasnya selesai, daun kering dan mati, kemudian jatuh ke tanah. Meski
sudah mati, daun tetap memberikan manfaat dengan jadi kompos untuk menyuburkan
tanaman. Untuk itu, manusia tentu patut mencontoh daun yang mampu memberikan
manfaat," tutup Dadang penuh makna.(**)
Populer
-
Neng Eem ingatkan masyarakat pentingnya empat pilar MPR RI CIANJUR- Anggota DPR RI, yang juga anggota MPR RI Neng Eem Marhamah Zulfa H...
-
PENGURUS MWC Karangtengah dan Mande dilantik CIANJUR-PCNU Kabupaten Cianjur gelar konsolidasi yang merupakan amat organisasi dimasa ak...
-
PERINGATI Hari Air Sedunia, AQUA Grup Tanam Pohon BOGOR-Dalam rangka memperingati Hari Air Sedunia ke-25 yang jatuh pada tanggal 22 M...
-
CIANJUR-Saat ini SMAN 1 Cianjur tengah melaksanakan Ujian Akhir Semester (UAS). Humas SMAN 1 Cianjur, Siti Nuraini menuturkan, UA...
-
CIANJUR-Untuk antisipasi hal-hal yang tak diinginkan, Polres Cianjur menetapkan Kabupaten Cianjur berstatus siaga 1, akibat suhu politik...
-
CIANJUR-Kurang lebih 30 Hektare sawah di Kampung Pasirgede Desa Mekargalih, Kecamatan Ciranjang terpaksa gagal panen akibat diserang ham...
-
WARUNGKONDANG–Depot jamu yang secara diam-diam suka menjula miras dan minuman oplosan di Kampung Cibinong, Desa Ciwalen, Kecamatan Warun...
-
CIPANAS- Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (BBTNGGP) akan segera menuntaskan berbagai kasus pengrusakan areal taman nas...


Tidak ada komentar: