Jual Bibit Tanaman Hingga ke Pelosok


CIANJUR – Sepeda motor matik berwarna hitam milik Deni (41) bisa disebut menjadi saksi pelestarian lingkungan dan sosialisasi penyadaran pentingnya bercocok tanam bagi masyarakat Cianjur. Bagaimana tidak, Deni yang diketahui warga Cibeber ini berkeliling Cianjur hingga ke berbagai pelosok seraya membawa sekotak bibit tanaman dengan kisaran harga yang cukup terjangkau, mulai dari Rp 10 ribu hingga Rp 50 ribu.
“Saya jual berbagai bibit seperti bibit jambu Jamaika, jenis-jenis teh, sengon (jengjen, Sunda—red), jeruk lemo (limau—red), nangka, mangga, sirsak, tangkil (melinjo—red), serta berbagai bibit lainnya,” kata Deni sambil melayani pelanggan yang hendak membeli.
Informasi yang dihimpun, Deni yang saat itu tengah menyambangi kawasan Kampung Kadupugur, Babakan Alit RT/RW 02/07, Desa Cisarandi, Kecamatan Warungkondang ini dikenal dengan julukan penjual Bitor (Bibit dina Motor). Ia kerap kali berkelliling hingga ke pelosok Cibeber, Warungkondang, Maleber, serta berbagai kawasan lainnya.
Salahseorang pembeli, warga Kadupugur yang juga diketahui sebagai Ketua RT, Neneh, mengaku dirinya merasa semakin terdorong untuk bercocok tanam berkat Deni. Menurutnya, meski harga yang terjangkau itu tak sepadan dengan manfaat yang diperoleh.
Menanggapi hal tersebut, pegiat lingkungan, Dadang Suparman, yang juga dikenal sebagai Penyair Hijau mengungkapkan apresiasinya terhadap Deni, si Penjual Bitor.
“Ini bukti bahwa masyarakat Cianjur masih sangat mencintai lingkungan dengan tidak saling menyalahkan dan tidak saling mengandalkan dalam memelihara lingkungan. Salahsatu caranya dengan gemar bercocok tanam,” ungkap Dadang.

“Memang hal yang biasa berkeliling berjualan barang ke berbagai pelosok, tapi ini yang dijualnya bukan sesuatu yang bersifat merusak alam, melainkan yang melestarikan alam. Semoga saja ini bisa jadi percontohan,” harap pria ramah tersebut. (lan)


Tidak ada komentar:

Write a Comment


Top