Radar Cianjur »
Cianjur Raya
»
Truk Galian Rusak Jalan
Truk Galian Rusak Jalan
Posted by Radar Cianjur on Rabu, 27 Januari 2016 |
Cianjur Raya
CILAKU – Warga
Kampung Ciharashas, Sirnagalih, Kecamatan Cilaku, mengeluhkan kondisi
jalan di daerah mereka yang makin rusak dan hancur akibat sering hilir-mudiknya sejumlah truk milik
galian pasir, hampir setiap hari. Selain jalan yang rusak, lingkungan juga
menjadi pengap,
kesehatan pernafasan warga juga terganggu akibat
polusi udara yang ditimbulkan dari
debu. Hal ini
diungkapkan warga kepada Radar Cianjur Selasa (256/1) kemarin.
Wandi (30), seorang pengendara motor warga Kecamatan Cibeber membenarkan kondisi ini, dan menyampaikan bahwa
setiap hari jalur jalan tersebut dipenuhi oleh armada truk galian, dan
perjalanan pengendara sepeda motor menjadi lebih berat karena tidak semuanya
kuat menahan debu yang membuat hidung terasa pengap.
"Warga disini serba salah juga, mau ngomong nggak berani, dan nggak tahu harus berbuat apa. Ada banyak kepentingan sekelompok individu dan para pengusaha elite dalam keberadaan galian di daerah sini. Pemerintah juga mengizinkan. Siapa yang salah? Bingung juga," ungkapnya.
"Warga disini serba salah juga, mau ngomong nggak berani, dan nggak tahu harus berbuat apa. Ada banyak kepentingan sekelompok individu dan para pengusaha elite dalam keberadaan galian di daerah sini. Pemerintah juga mengizinkan. Siapa yang salah? Bingung juga," ungkapnya.
Sejauh pantauan Radar Cianjur, kondisi sebagian besar jalan di Kecamatan Cilaku saat ini banyak berlubang, dan pada musim hujan menjadi kotor dan dipenuhi genangan air. Saat kemarau, kondisinya
hampir mirip selokan kering.
Beberapa orang warga
berharap agar Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cianjur bisa
bertindak tegas terhadap para pengusaha galian di wilayah tersebut, apalagi karena banyak warga yang mulai merasa terganggu.
"Di sisi lain, ada warga yang memanfaatkan
keberadaan galian untuk mencari uang, karena susahnya mencari peluang kerja. Apa boleh buat, terpaksa hanya bisa pasrah dan menunggu
lingkungan hancur. Itu resiko yang harus ditanggung bersama," kata Jaman (40), mewakili warga. (mat)
Populer
-
CIANJUR-Tiga siswa SMAN 1 Cianjur berhasil mendapatkan nilai ujian nasional tertinggi. Ketiga siswa itu diantaranya, Muhammad Audie (1...
-
CIANJUR-Koperasi Universitas Suryakancana (Unsur) Cianjur membukukan perputaran dana anggota sebesar Rp1,5 Miliar. Padahal Koperasi bagi k...
-
CIANJUR - Sepeda Motor sudah jadi alat transfortasi yang dibutuhkan. Tak heran hampir semua orang mempunyai sepeda motor. Meski demi...
-
CIANJUR-Saat ini SMAN 1 Cianjur tengah melaksanakan Ujian Akhir Semester (UAS). Humas SMAN 1 Cianjur, Siti Nuraini menuturkan, UA...
-
CIANJUR-Pemerintah pusat melalui Kementerian Agama (Kemenag) RI telah mengatur kebijakan baru terkait biaya pernikahan sejak beberapa ...
-
CIANJUR-Untuk antisipasi hal-hal yang tak diinginkan, Polres Cianjur menetapkan Kabupaten Cianjur berstatus siaga 1, akibat suhu politik...
-
CIANJUR-Kurang lebih 30 Hektare sawah di Kampung Pasirgede Desa Mekargalih, Kecamatan Ciranjang terpaksa gagal panen akibat diserang ham...
-
WARUNGKONDANG–Depot jamu yang secara diam-diam suka menjula miras dan minuman oplosan di Kampung Cibinong, Desa Ciwalen, Kecamatan Warun...


Tidak ada komentar: