Radar Cianjur »
Metro Cianjur
»
DKP Cianjur tak Peduli Sampah
DKP Cianjur tak Peduli Sampah
Posted by Radar Cianjur on Kamis, 04 Februari 2016 |
Metro Cianjur
CIANJUR – Wajar
saja bila khalayak Cianjur terkena wabah penyakit yang menyerang mereka dalam pekan
ini, seperti ratusan orang yang terkena Demam Berdarah Dengua (DBD) dan dirawat
di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Cianjur, sebab lingkungan yang tak nyaman dan
amat kotor, penuh dengan genangan air bau yang muncul dari sampah, menjadi
pemandangan umum Kota Cianjur.
Selain menumpuk di pojokan Taman Joglo dan di beberapa titik
Jalan Aria Cikondang, sampah juga terlihat menumpuk di dekat Kantor Keluarahan
Pamoyanan, Kecamatan Cianjur. Di tempat ini sampah dibiarkan menumpuk hingga berminggu-minggu
lamanya, dan tak jarang menjadi bahan keluhan warga.
Lurah Pamoyanan, Supriatna, saat ditemui Radar Cianjur,
menjelaskan bahwa tumpukan sampah yang berair dan bau itu sudah lama mengendap
di tempat pembuangan dan belum diangkut petugas Dinas Kebersihan dan Pertamanan
(DKP) Cianjur. Ia pun mengaku merasa terganggu dengan keberadaan sampah
tersebut, belum lagi keluhan yang harus diterimanya dari masyarakat.
“Petugas sampah mengangkutnya satu hingga dua minggu sekali,
sedangkan sampah tiap harinya bertambah dan membusuk, mengganggu warga dan pejalan
kaki yang lewat dengan baunya,” kata Lurah.
Lurah juga mengaku sempat menanyakan hal tersebut kepada
petugas kebersihan, dan mereka beralasan bahwa kendaraan operasional rusak dan
tak bisa difungsikan. Keterlambatan pengangkutan sampah tersebut membuat kecewa
warga dan mereka mengharapkan DKP Cianjur dapat segera menindaklanjutinya.
Salahseorang pemilik warung yang berjualan tak jauh dari
tempat pembuangan, mengatakan bahwa hal tersebut bukan merupakan persoalan
baru, karena tidak jarang sampah dibiarkan seperti itu. Ia juga merasa sangat terganggu,
karena selain merusak pemandangan, juga menimbulkan bau, terutama pada musim
hujan.
“Yang saya tahu, tumpukan sampah itu hingga satu bulan baru
diangkut petugas,” kata Irwan Kurniawan, warga Kampung Mitraloka, Pamoyanan.
Besarnya curah hujan pada bulan ini, dan berkaca kepada
peristiwa maraknya wabah DBD, keberadaan sampah ini seharusnya menjadi bahan
perhatian, sebelum mulai mengganggu kesehatan masyarakat yang ada di lingkungan
tersebut.
“Kami sudah melaksanakan iuran pembayaran sampah tiap bulan dengan
tertib, mohon kerjasamanya juga agar petugas sampah melaksanakan yang sudah menjadi
tugas dan kewajibannya,” pinta Irwan. (cr2)
Populer
-
CIANJUR –Bukan lagi rahasia umum bahwa untuk mengantisipasi wabah penyakit dan bau yang tak enak, sampah seharusnya dibuang ke tempat ...
-
TUMPULNYA lini depan menjadi salah satu permasalahan utama Liverpool musim ini. Bahkan hingga pekan ke-20 Liga Primer Inggris musim i...
-
GEKBRONG – Dengan menggunakan dana yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDES), aparatur Desa Sukaratu, Kecamatan Gek...
-
SEPAK bola tidak bisa dipisahkan dari suporter. Bahkan, banyak suporter tidak hanya dihuni kaum pria, melainkan juga wanita dengan ber...
-
JAKARTA-Kapolri Jenderal Badrodin Haiti memgingatkan bahwa pengaruh gerakan Islamic State in Iraq and Syria (ISIS) terhadap Indonesia ma...
-
CIANJUR – Sejak memulai Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) perdana pada Kamis (21/1) kemarin, para petugas Srikandi Pemadam Kebakaran (...
-
FOTO: M SUYUDHI/RADAR CIANJUR KUMUH: Sampah dibiarkan menumpuk di Jalan Pasir Gede akses menuju Universitas Suryakancana. METRO- ...
-
BOJONGPICUNG – Jajaran Unit Reserse Kriminal (Reskrim) Kepolisian Sektor(Polsek) Bojongpicung berhasil membekuk enam orang pelaku tindak pi...


Tidak ada komentar: