DKP Cianjur tak Peduli Sampah


CIANJUR – Wajar saja bila khalayak Cianjur terkena wabah penyakit yang menyerang mereka dalam pekan ini, seperti ratusan orang yang terkena Demam Berdarah Dengua (DBD) dan dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Cianjur, sebab lingkungan yang tak nyaman dan amat kotor, penuh dengan genangan air bau yang muncul dari sampah, menjadi pemandangan umum Kota Cianjur.
Selain menumpuk di pojokan Taman Joglo dan di beberapa titik Jalan Aria Cikondang, sampah juga terlihat menumpuk di dekat Kantor Keluarahan Pamoyanan, Kecamatan Cianjur. Di tempat ini sampah dibiarkan menumpuk hingga berminggu-minggu lamanya, dan tak jarang menjadi bahan keluhan warga.
Lurah Pamoyanan, Supriatna, saat ditemui Radar Cianjur, menjelaskan bahwa tumpukan sampah yang berair dan bau itu sudah lama mengendap di tempat pembuangan dan belum diangkut petugas Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Cianjur. Ia pun mengaku merasa terganggu dengan keberadaan sampah tersebut, belum lagi keluhan yang harus diterimanya dari masyarakat.
“Petugas sampah mengangkutnya satu hingga dua minggu sekali, sedangkan sampah tiap harinya bertambah dan membusuk, mengganggu warga dan pejalan kaki yang lewat dengan baunya,” kata Lurah.
Lurah juga mengaku sempat menanyakan hal tersebut kepada petugas kebersihan, dan mereka beralasan bahwa kendaraan operasional rusak dan tak bisa difungsikan. Keterlambatan pengangkutan sampah tersebut membuat kecewa warga dan mereka mengharapkan DKP Cianjur dapat segera menindaklanjutinya.
Salahseorang pemilik warung yang berjualan tak jauh dari tempat pembuangan, mengatakan bahwa hal tersebut bukan merupakan persoalan baru, karena tidak jarang sampah dibiarkan seperti itu. Ia juga merasa sangat terganggu, karena selain merusak pemandangan, juga menimbulkan bau, terutama pada musim hujan.
“Yang saya tahu, tumpukan sampah itu hingga satu bulan baru diangkut petugas,” kata Irwan Kurniawan, warga Kampung Mitraloka, Pamoyanan.
Besarnya curah hujan pada bulan ini, dan berkaca kepada peristiwa maraknya wabah DBD, keberadaan sampah ini seharusnya menjadi bahan perhatian, sebelum mulai mengganggu kesehatan masyarakat yang ada di lingkungan tersebut.

“Kami sudah melaksanakan iuran pembayaran sampah tiap bulan dengan tertib, mohon kerjasamanya juga agar petugas sampah melaksanakan yang sudah menjadi tugas dan kewajibannya,” pinta Irwan. (cr2)


Tidak ada komentar:

Write a Comment


Top