Menanti Srikandi Damkar Beraksi


CIANJUR – Sejak memulai Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) perdana pada Kamis (21/1) kemarin, para petugas Srikandi Pemadam Kebakaran (Damkar) Cianjur hingga kini tengah diberi sejumlah pembekalan, mulai dari pembekalan teknis, hingga pembekalan fisik dan mental guna menjaga kesiapan bilamana terjadi bencana.
Saat disambangi di Markas Komando (Mako) I Damkar Cianjur, Jalan Perintis Kemerdekaan, Jebrod, Cilaku, Rabu (3/2) kemarin, sedikitnya tujuh Srikandi Damkar Cianjur, yakni Sri Wulan, Novia Ismiati, Anggraini K Putri, Desi Purnama, Intan Purnama, Nurjanah dan Ratih Purnama tengah melakukan simulasi penanganan kebakaran bersama sejumlah instruktur berpengalaman di lokasi tersebut.
Salah seorang anggota Srikandi, Desi Purnama (28) mengatakan, simulasi tersebut merupakan salah satu proses pembelajaran terpenting, mengingat Standar Operasional Prosedur (SOP) mengenai penanganan bencana merupakan dasar utama dalam melakukan penanganan bencana, khususnya kebakaran.
“Memang penuh resiko, apalagi untuk kaum perempuan seperti kami. Tapi berkat dorongan kuat untuk menolong masyarakat, itu tidak dijadikan hambatan. Kami siap bertugas kapanpun dan dimanapun,” ujar Desi.
Ia menambahkan, selama berbagai kelengkapan keamanan yang diperlukan tetap dijaga dengan baik sesuai SOP, tak ada yang perlu lagi ia khawatirkan dalam menjalankan tugas.
“Kami juga ingin menjadikan Damkar ini lebih baik lagi. Selama ini melekat stigma negaitf di masyarakat tentang Damkar. Karena itu, pandangan tersebut mudah-mudahan bisa dihilangkan ditengah-tengah masyarakat,” harapnya.
Informasi yang dihimpun, para Srikandi tersebut hanya tinggal menempuh satu tahapan terakhir untuk secara resmi dinyatakan bergabung bersama Damkar Cianjur, yakni melalui giat Pembaretan. Giat itu sendiri rencananya akan digelar pada 27 Februari 2016 mendatang.
“Untuk titik awal akan diselenggarakan di Mako III yang berlokasi dekat Rumah Sakit Cimacan, Cipanas. Dan untuk finish, berlokasi di kawasan Cibodas. Sejumlah persiapan hingga kini masih kami matangkan jelang pembaretan tersebut,” ujar salah seorang instruktur, Mohammad Dahlan kepada Radar Cianjur.
Pembaretan tersebut, sambung Dahlan, dipandang penting untuk mengajarkan kepada mereka tentang bagaimana proses seseorang untuk meraih sesuatu tidak secara instan, melainkan melalui kerja keras dengan berbagai hambatan dan kendala yang ada.
“Adanya Srikandi Damkar ini nantinya akan sangat menunjang kinerja kami, khususnya dalam mensosialisasikan tugas dan fungsi Damkar kepada masyarakat secara lebih luwes dalam penyampaiannya,” pungkasnya.
Ia berharap, para Srikandi tersebut nantinya mampu menjadi anggota satuan Damkar Cianjur yang membanggakan seraya membuktikan kapabilitas mereka dalam bentuk prestasi yang nyata dan diakui oleh masyarakat.

“Itu jadi pembuktian bahwa pekerjaan ini bukan hanya bisa dilakukan oleh pria saja, tapi wanita juga bisa. Meski jumlah yang ada sekarang dianggap belum cukup, semoga di tahun-tahun kedepan bisa kembali ditambah,” harap Dahlan. (lan)


Tidak ada komentar:

Write a Comment


Top