Geliat Kerajinan Tangan Kerudung Lukis Potensi Besar, Dukungan Kurang


CIRANJANG – Ternyatadi tengah riuh dan ramainya Kecamatan Ciranjang, ada beberapa orang warganyayang menyimpan potensi besar yang sangat bisa dikembangkan, baik dari sisi usaha maupun kreativitasnya, salahsatunya adalah pengrajin kerudung lukis, yang diam-diam sudah dipasarkan hingga ke Malaysiadan Filipina.
Lokasi home industry kerudung lukis berada di Kampung Kaum Kaler RT02/15, Desa Ciranjang, Kecamatan Ciranjang, tepat di tengah kondisi semrawut dan kemacetan lalulintas dengan beragam kendaraan yang lewat, mulai dari mobil, motor, becak, hingga para pedagang kaki lima dan pejalan kaki.
Setiap hari, keramaian di pertigaan Ciranjang itu memang ramai dengan aktivitas warga, dan seolah tidak ada habisnya. Beraneka ragam kegiatan dilakukan untuk mencari penghidupan.
Keberadaan Usaha Kecil Menengah (UKM) yang memproduksi kerudung lukis ini sudah sekitar3 tahun. Hal ini disampaikan Herman Suherman (28),salahseorang pengrajin, kepada Radar Cianjur.
Herman mengatakan ia merintis usaha ini dari nol, berawal dari pengalaman bekerja selama berada diKota Paris van Java, Bandung.
"Dulu saya pernah kerja di produksi sablon, khusus untuk pembuatan berbagai macam dan model kerudung. Sudah bosan bekerja sama orang, ingin hidup mandiri, dan mengembangkan ekonomi keluarga," paparnya dengan semangat.
Di tempat kerjanya sekarang diproduksi berbagai macammodel kerudung, di antaranya strimin lukis bunga dan kupu-kupu. Menurut Herman, motif tersebut adalah yang sedang menjadi trend saat ini, terutama dengan warna dasar hitam. Model kerudungnya sendiri dibuat 5 macam, di antaranya jenis kerudung bargo. Herman sebelumnya memproduksi kerudung-kerudungnya di Kecamatan Bojongpicung, tapi setelah berkeluarga ia pindah rumah dan ruang produksi ke Kampung Kaum Kaler.
"Ikut sama mertua,Kang. Jadi yang kerjanya juga hampir rata-rata keluarga semua. Tapikalau sudah berkembang, ingin merekrut warga sini, mudah-mudahan bisa terlaksana," kata Herman, yang didampingi oleh pembina UKM, Badru Salim (40) saat berbincang di ruang produksi kerudungnya.
Badru dan pembina UKM lainnya membenarkan bahwa Herman yang masih adik iparnya itu merintis usahanya dari nol, dan mendapat gagasan untuk mengembangkannya di Ciranjang.
"Tempat produksi saat ini terlalu sempitdan perlu ada pembenahan. Tapi mentok dengan anggaran, sekarang cukup untuk gajipegawaidan kehidupan sehari-hari saja," ujar Badru.
Produksi kerudung lukis yang dibuat Herman terhitung cepat. Dalam sekali pesanan, biasanya dikebut untuk bisa dikirim dalam waktu produksi 4 sampai 5 hari. Jumlah produksi saar ini sudah mencapai 20 kodi. Untuk pesanan lokasl, biasanya dikirim dengan sepeda motor, atau menggunakan mobil untuk pesanan yang banyak.

"Saat inibaru ada pegawai 4 orang, bagian melukis, ngepak, pemasaran, dan mobil. Kita kirim ke beberapa wilayah untuk dipasarkan, diantaranya ke Bandungdan Jakarta. Kerudung lukis produksi kami sudah sampai ke negara Malaysia, dan Filipina," kata Herman dengan bangga.


Tidak ada komentar:

Write a Comment


Top