Radar Cianjur »
Metro Cianjur
»
Geser Peringatan Pemberontakan PETA
Geser Peringatan Pemberontakan PETA
Posted by Radar Cianjur on Senin, 15 Februari 2016 |
Metro Cianjur
CIANJUR– Entah sejak kapan bermula, mayoritas masyarakat Indonesia, tak terkecuali di Cianjur mulai memperingati tanggal 14 Februari sebagai Hari Valentine, dimana kebanyakan dari mereka yang merayakannya menyebut hari itu dengan Hari Kasih Sayang. Bahkan, peringatan valentine mampu menggeser peringatan Pemberontakan PETA yang waktunya bersamaan.
Anggota Komisi IV DPRD Cianjur, Lepi Ali Firmansyah menilai, memperingati ataupun merayakan hari tertentu, perlu dipahami sejarah dan makna yang terkandung didalamnya, serta perlu juga diketahui darimana budaya tersebut berasal. "Bagi kita saling mengasihi dan menyayangi itu bisa dilakukan setiap saat tanpa harus menunggu momentum valentine. Yang saya maksud tentu dalam konteks relasi kemanusiaan," ungkap Lepi kepada Radar Cianjur.
Di Indonesia sendiri, masih kata Lepi, sudah ada hari yang perlu diperingati setiap tanggal 14 Februari, yakni Hari Pemberontakan Pembela Tanah Air (PETA) yang memiliki makna sejarah mendalam tentang bangsa Indonesia. "Kita perlu lebih cerdas dan bijak dalam memahami sejarah dan maknanya sebelum memperingati hari-hari tertentu," ulas Lepi.
Terpisah, Sekretaris Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Cianjur, Jumati memandang momentum hari Kasih Sayang sebagai momentum yang bersifat universal, artinya momentum tersebut diarahkan kepada hal yang lebih positif dalam meningkatkan rasa kemanusiaan.
“Untuk para guru dan kepala sekolah misalnya, kita sudah mengimbau mereka untuk dapat mengarahkan para siswanya ke arah yang positif, seperti mengasihi guru, orang tua, teman, hingga orang lain yang kurang beruntung,” ujar Jumati kepada Radar Cianjur.
Kendati demikian, ia pun tetap menganjurkan kepada guru dan kepala sekolah, terutama SMP, SMA dan SMK agar meningkatkan pengawasannya terhadap para siswa, sebagai upaya preventif, mencegah hal-hal yang tidak diinginkan.
“Sebagai orang timur yang berbudaya, kita tidak perlu alergi, selama hal itu bisa diarahkan kepada hal yang positif. Kalau melalui momen ini siswa bisa semakin termotivasi untuk belajar dan meraih prestasi, tidak ada yang perlu dikhawatirkan,” pungkasnya. (lan)
Populer
-
CIANJUR- Tim sepakbola katagori usia 10 tahun (U-10) peserta didik asuhan SSB Atep 7 Kabupaten Cianjur, menjuarai piala Rektor IPDN dan A...
-
Salurkan Bantuan ke Sindangbarang Peduli : Pengurus DPD NasDem Cianjur memberikan bantuan untuk korban bencana alam di Desa Girimu...
-
CIANJUR–Vonis Pengadilan Negeri Cianjur terhadap Wawan Suherlan (32) warga Kampung Gunung Putri RT/RW 05/08 Desa Sukatani, Kecamata...
-
CIANJUR -Sedikitnya empat orang terduga penyalahguna narkoba jenis shabu-shabu dan obat-obatan daftar jenis G diamankan Badan Narkotika ...
-
PS TNI 0-3 Persib BOGOR-Stadion Pakansari Bogor, kembali jadi saksi kemenangan Persib, saat duel dengan tuan rumah PS TNI, Minggu ...
-
CIANJUR-SDN Langensari Cianjur, membiasakan siswanya dari kelas 1-6 membaca Asmaul Husna dalam, sebelum belajar dimulai. Kepala ...
-
CIANJUR-Seluruh anggota DPRD Cianjur hingga kini masih disibukan dengan serangkaian agenda penyusunan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda)...
-
KARANGTENGAH – Warga Desa Babakancaringin, Kecamatan Karangtengah, khususnya Karangtaruna Kedusunan 3, memintapihak perusahaanPT Harves...


Tidak ada komentar: