Radar Cianjur »
Berita Utama
»
Gubuk Hampir Roboh, Andalkan Uluran Tangan Orang Lain
Gubuk Hampir Roboh, Andalkan Uluran Tangan Orang Lain
Posted by Radar Cianjur on Senin, 29 Februari 2016 |
Berita Utama
KONDISI
kediaman keluarga Caci (29), warga RT 01/RW 05 Kampung Cimindi, Desa
Karangwangi, Kecamatan Cidaun sangatmemprihatinkan. Sejak lima tahun yang lalu,
ia beserta seluruh anggota keluarga menghuni Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu)
bersama istri dan ketiga orang anaknya yang masih kecil. Kondisi rumah dan
kehidupan Caci beserta keluarganya itupun sempat ramai di media sosial
facebook.
KIAN
hari, potret kemiskinan di Cianjur seolah tidak pernah ada habisnya. Saat
sejumlah kalangan tengah sibuk memikirkan konstelasi politik, pembagian jabatan
dan kekuasaan, hingga asyik duduk santai menikmati fasilitas negara, di sisi
lain, masyarakat kaum marjinal masih berjibaku mencari rezeki demi menghidupi
diri dan keluarga yang dimiliki meski dalam keterbatasan.
Seperti
yang kini dialami Caci (29) yang menghuni sebuah gubuk reyod. Sejak itu pula,
ia hidup mengandalkan uluran tangan dari orang-orang yang peduli terhadapnya.
Kehidupan Caci pun kian tercium di medsos. Tak sedikit foto-foto kondisi rumah
beserta Caci dan keluarganya yang sangat miris. Salah seorang pegiat grup
facebook di halaman Paguyuban Paduli Cianjur (PPC), Astabrata menuturkan,
pihaknya berencana secara swadaya menggerakan masyarakat untuk membantu Caci,
terutama ketiga anaknya yang masih sangat belia.
“Memang
mereka tergolong keluarga tidak mampu. Karena itu, besok (hari ini, red)
berencana untuk membantunya, hingga ke pengajuan dan laporan ke tingkat
kecamatan,” ungkap Astabrata kepada Radar Cianjur, tadi malam.
Usai
melakukan komunikasi dengan rekannya, yakni Diki dan Ebeg yang berada di
Cianjur Selatan, pihaknya menjelaskan, Caci yang tak memiliki pekerjaan tetap
itu sempat beberapa kali ditawari sejumlah bahan baku untuk membetulkan
rumahnya yang hampir roboh itu. “Pihak RT dan RW juga sudah memberi lahan
garapan untuk Caci memenuhi kebutuhan sehari-hari dirinya dan keluarganya, tapi
belum kunjung menemui titik temu,” imbuhnya.
Astabrata
menilai, pihaknya hendak menawarkan bantuan yang mampu memberdayakan seseorang
hingga mandiri secara ekonomi, bukan solusi instan. Pihaknya pun hingga kini
mengaku masih mengupayakan solusi terbaik untuk membantu Caci. “Karena itu,
siapapun yang ingin membantu, kami menanti dengan tangan terbuka. Terutama
untuk membantu ketiga anaknya yang masih duduk di kelas V SD, kelas I SD dan
yang masih berusia empat tahun,” ajaknya. (**)
Populer
-
JADI PERHATIAN: Wanita setengah telanjang berkeliaran di Cianjur kota dan menyita perhatian warga. CIANJUR dihebohkan oleh seorang ce...
-
METRO- Fenomena alam kembali bakal menyapa Indonesia. Setelah Gerhana Matahari Total (GMT) pada Maret lalu, kini warga di 124 kota, sep...
-
CIANJUR–Memasuki detik-detik keberangkatan Calon Jemaah Haji (Calhaj) kemarin, pengawasan sekitar gedung asrama Kementrian Agama (Kemenag...
-
CIANJUR-Pemerintah pusat melalui Kementerian Agama (Kemenag) RI telah menetapkan kebijakan kursus pranikah untuk calon pengantin, hingg...
-
CIPANAS- Pimpinan Muslim Enterpreneur Academy (MEA) Yedi Jupriadi menilai daerah Cianjur saat ini sulit untuk maju, baik dalam segi ekono...
-
CIANJUR- Puluhan massa aksi yang tergabung dalam Aliansi Rakyat Sugih Mukti (Ayat Suci), Cianjur Institute dan Himpunan Mahasiswa Tjia...
-
GEKBRONG – Menidaklanjuti hasil sosialisasi tentang Televisi ( TV ) Desa yang dilaksanakan di Markas K omado Distrik Mili...
-
LENGKAP: Salah seorang petugas marketing berdiri diantara beragam jenis sepeda motor suzuki di Dealer Resmi Suzuki Jalan KH Abdullah Bi...


Tidak ada komentar: