Huni Saung Milik Orang Lain, Anak Putus Sekolah

Menengok Nasib Keluarga Miskin di Desa Ciwalen
Keluarga Jaja (44) warga Kampung Babakan Nangleng, RT 01/14, Desa Ciwalen, Kecamatan Sukaresmi, merupakan salah satu keluarga dari sekian banyak yang masih kurang beruntung. Hari-harinya diisi dengan kecemasan dan serba kekurangan.
Sungguh mengkhawatirkan nasib yang dialami keluarga Jaja (44), mereka harus berpindah rumah dengan tanpa tujuan, karena himpitan ekonomi yang menjeratnya, anak-anaknya pun terpaksa harus putus sekolah.
Keluarga Jaja terpaksa harus berpindah-pindah rumah untuk bertahan hidup. Bahakn sebelumnya mereka pernah tinggal di gubuk milik orang lain di pematang sawah, hingga akhirnya mengontrak rumah dengan dana hasil ngutang.
Kebiasaan Jaja dan keluarga berpindah-pindah rumah bukan tanpa alasan. Jeratan kemiskinan yang dialaminya menjadi faktor utama keluarga yang satu ini, sehingga terpaksa menghuni sebuah gubuk di tengah areal pesawahan di daerah Ciwalen.
Nasib kurang baik masih menghampirinya, hingga akhirnya ia dan keluarga terpaksa pindah rumah, karena saung yang ditinggalinya akan digunakan kembali oleh pemiliknya. Dengan berat hati, Jaja terpaksa harus meminjam uang demi bisa mengontrak sebuah rumah.
"Kalau saya tak pinjam uang, mau tinggal dimana kami sekeluarga," aku Jaja.
Pria yang hanya menjadi buruh tani ini memiliki penghasilan yang tak menentu. Bahkan tak jarang pendapatannya habis untuk membayar hutang bekas pinjamannya. "Yang terpenting bagi kami saat ini bagaimana bisa bertahan hidup, dan bisa makan dan memiliki tempat berteduh," ujarnya pilu.
Kondisi ekonomi yang melilitnya ini, tak ayal membuat ia tak mampu menyekolahkan anak- anaknya, sehingga anaknya tak sempat menyelesaikan pendidikannya di bangku sekolah dasar.
"Kedua anak kami terpaksa putus sekolah, karena untuk makan saja kami sulit apalagi untuk menyekolahkan anak kami," ujarnya.

Pria yang berperangai ramah ini, sangat berharap ada perhatian dari pemerintah dan para donatur untuk bisa meringankan beban hidupnya. "Sekarang bantuan pemerintah saja kami tak dapat, karena itu saya berusaha bertahan sekuat tenaga saja," ungkapnya.(**)


Tidak ada komentar:

Write a Comment


Top