Radar Cianjur »
Cipanas
»
Huni Saung Milik Orang Lain, Anak Putus Sekolah
Huni Saung Milik Orang Lain, Anak Putus Sekolah
Posted by Radar Cianjur on Selasa, 09 Februari 2016 |
Cipanas
![]() |
Menengok Nasib Keluarga Miskin di Desa Ciwalen
|
Keluarga Jaja (44) warga Kampung Babakan Nangleng, RT 01/14, Desa Ciwalen,
Kecamatan Sukaresmi, merupakan salah satu keluarga dari sekian banyak yang
masih kurang beruntung. Hari-harinya diisi dengan kecemasan dan serba
kekurangan.
Sungguh mengkhawatirkan nasib yang dialami keluarga Jaja (44), mereka harus
berpindah rumah dengan tanpa tujuan, karena himpitan ekonomi yang menjeratnya,
anak-anaknya pun terpaksa harus putus sekolah.
Keluarga
Jaja terpaksa harus berpindah-pindah rumah untuk bertahan hidup. Bahakn
sebelumnya mereka pernah tinggal di gubuk milik orang lain di pematang sawah,
hingga akhirnya mengontrak rumah dengan dana hasil ngutang.
Kebiasaan
Jaja dan keluarga berpindah-pindah rumah bukan tanpa alasan. Jeratan kemiskinan
yang dialaminya menjadi faktor utama keluarga yang satu ini, sehingga terpaksa
menghuni sebuah gubuk di tengah areal pesawahan di daerah Ciwalen.
Nasib
kurang baik masih menghampirinya, hingga akhirnya ia dan keluarga terpaksa
pindah rumah, karena saung yang ditinggalinya akan digunakan kembali oleh
pemiliknya. Dengan berat hati, Jaja terpaksa harus meminjam uang demi bisa
mengontrak sebuah rumah.
"Kalau
saya tak pinjam uang, mau tinggal dimana kami sekeluarga," aku Jaja.
Pria
yang hanya menjadi buruh tani ini memiliki penghasilan yang tak menentu. Bahkan
tak jarang pendapatannya habis untuk membayar hutang bekas pinjamannya.
"Yang terpenting bagi kami saat ini bagaimana bisa bertahan hidup, dan
bisa makan dan memiliki tempat berteduh," ujarnya pilu.
Kondisi
ekonomi yang melilitnya ini, tak ayal membuat ia tak mampu menyekolahkan anak-
anaknya, sehingga anaknya tak sempat menyelesaikan pendidikannya di bangku
sekolah dasar.
"Kedua
anak kami terpaksa putus sekolah, karena untuk makan saja kami sulit apalagi
untuk menyekolahkan anak kami," ujarnya.
Pria
yang berperangai ramah ini, sangat berharap ada perhatian dari pemerintah dan
para donatur untuk bisa meringankan beban hidupnya. "Sekarang bantuan
pemerintah saja kami tak dapat, karena itu saya berusaha bertahan sekuat tenaga
saja," ungkapnya.(**)
Populer
-
CIANJUR- Tim sepakbola katagori usia 10 tahun (U-10) peserta didik asuhan SSB Atep 7 Kabupaten Cianjur, menjuarai piala Rektor IPDN dan A...
-
Salurkan Bantuan ke Sindangbarang Peduli : Pengurus DPD NasDem Cianjur memberikan bantuan untuk korban bencana alam di Desa Girimu...
-
CIANJUR–Vonis Pengadilan Negeri Cianjur terhadap Wawan Suherlan (32) warga Kampung Gunung Putri RT/RW 05/08 Desa Sukatani, Kecamata...
-
CIANJUR -Sedikitnya empat orang terduga penyalahguna narkoba jenis shabu-shabu dan obat-obatan daftar jenis G diamankan Badan Narkotika ...
-
PS TNI 0-3 Persib BOGOR-Stadion Pakansari Bogor, kembali jadi saksi kemenangan Persib, saat duel dengan tuan rumah PS TNI, Minggu ...
-
CIANJUR-SDN Langensari Cianjur, membiasakan siswanya dari kelas 1-6 membaca Asmaul Husna dalam, sebelum belajar dimulai. Kepala ...
-
CIANJUR-Seluruh anggota DPRD Cianjur hingga kini masih disibukan dengan serangkaian agenda penyusunan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda)...
-
KARANGTENGAH – Warga Desa Babakancaringin, Kecamatan Karangtengah, khususnya Karangtaruna Kedusunan 3, memintapihak perusahaanPT Harves...


Tidak ada komentar: