Jembatan Parung Bedil Terlalu Sempit




 SUKALUYU – Para pengguna jalan warga Kampung Parung Bedil RT10/10, Desa Sukamulya, Kecamatan Sukaluyu, mendambakan adanya pelebaran Jembatan Parung Bedil, tepatnya di perbatasan antara Desa Tanjungsaridengan Desa Sukamulya. Jembatan penghubung antar desa tersebut dianggap sudah terlalu tua, dan berukuran sempit, sehingga lumayan menyulitkan saat harus dilewati kendaraan berukuran besar seperti truk.
Jembatan yang membentang dengan panjang sekitar 20 meteran itu, sejauh pantauan Radar Cianjur, memang terlalu kecil untuk bisa dilewati dua kendaraan sekaligus, sehingga setiap kali ada yang berpapasan, terpaksa harus bergiliran atau mengantri. Hal ini juga diperparah dengan kondisi jalan di masing-masing ujung jembatan setinggi 5 meteran itu, yang banyak berlubangdan retak-retak.
"Perlu adanya pembangunan secepatnya. Pasalnya, terlalu sempit. Apalagi pada malam hari, minimpenerangan jalan umum. Sepanjang jalan ibarat kuburan, sunyi, sepi," kata Maman (45), salahseorang warga.
Warga Kampung Parung Bedil berharap agar Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cianjur bisa secepatnya melakukan langkahdan upaya untuk pembangunan infrastrukturyang sering dilintasi para pengendara tersebut. Apalagi kondisi terbengkalainya jembatan dan jalan itu sudah puluhan dan memerlukan perluasan, termasuk badan jalannya.
Ujang (40), mewakili warga yang lain, mengungkapkan bahwa pada malam hari lokasi tersebut menjadi sangat rawan karena gelap. Selain khawatir akan terjadinya kecelakaan, juga ditakutkan lokasi itu menjadi titik sasaran para pelaku kriminal.
"Minimalnya dikerjakan secara bertahap. Banyak anggaran bantuan, tapikenapa tidak pernah ada kemajuan, pembangunan jalan, dan pembenahan jembatan? Sangat disayangkan sekali," keluh Ujang.(mat)



Tidak ada komentar:

Write a Comment


Top