Melihat Kondisi Burhan, Anak Berkulit Sisik di Cikalongkulon * Diduga Kanker Kulit, Berharap Uluran Tangan


SUNGGUH prihatin melihat kondisi Burhan (18) warga asal Kampung Citampele RT01/04, Desa Mentengsari, Kecamatan Cikalongkulon. Kulit tubuhnya dipenuhi dengan sisik dari wajah hingga ke bagian tangan. Pihak keluarga yang memiliki keterbatasan ekonomi pun tak bisa berbuat banyak dan berharap ada bantuan dari segenap pihak.
BURHAN merupakan putra kedua pasangan suami istri Solehudin (45) dan Uyun (35). Sisik yang memenuhi tubuh Burhan itu membuatnya tak bisa melakukan kegiatan layaknya pemuda pada umumnya. Yang paling parah, sisik sudah memenuhi bagian wajah Burhan dan nampak ada benjolan yang cukup besar pada bagian mata kanannya.
Menurut, Abdul Kodir (60), Paman Burhan, berdasarkan keterangan dokter di RS Hasan Sadikin, Burhan mengidap penyakit kanker kulit. Kondisi kulit Burhan dipenuhi bintik-bintik hitam sehingga nampak bersisik. "Saya sudah membawanya ke RS Hasan Sadikin, Bandung dan RSUD Cianjur, serta berobat ke tempat lainnya. Burhan, dugaan kuat menderita tumor ganas atau kanker kulit dan masuk kategori penyakit langka," tuturnya saat ditemui di kediaman Burhan, Senin (22/2) siang.
Lanjut Abdul, benjolan kecil disertai bintik hitam sudah muncul sejak usia tiga bulan. Hingga akhirnya, bintik hitam yang ada di tubuhnya semakin menyebar hingga ke sekujur tubuh terutama pada bagian wajah. Ia hanya bisa pasrah, ikhlas dan sabar menghadapi penyakit yang diderita Burhan sampai saat ini masih belum bisa disembuhkan.
Abdul menambahkan, sebelumnya pernah ada bantuan dari Polsek dan Koramil Cikalongkulon berupa sembako dan telepon genggam untuk Burhan. Bahkan, sejumlah tetangga antusias menyumbang semampunya untuk biaya makan dan ongkos perjalanan sewaktu berobat ke Bandung.
"Tapi, penyakit diderita tak kunjung sembuh juga dan tidak ada perubahan sama sekali. Berobat ke RS Hasan Sadikin, Bandung selama dua bulan, lalu RSUD Cianjur hingga sampai berobat ke beberapa orang pintar namun tak menuai hasil," timpal Ii (50) Bibi Burhan.
Staf Desa Mentengsari, Solehudin memaparkan, pihak desa sebelumnya sudah berusaha membantu memperlancar perlengkapan administrasi pengobatan sebelumnya. Pihak keluarga tak mampu untuk membiayai pengobatan karena pekerjaan keluarga hanya kuli serabutan dan hanya cukup untuk makan sehari-hari.
"Memang biaya pengobatan bisa gratis dan ada pengurangan biaya. Tapi tak cukup untuk biaya transportasi dan makan tunggu harus beli. Saya sudah lelah dan putus asa, hanya bisa pasrah, sabar dan ikhlas kepada Alloh SWT," ungkapnya.(*)


Tidak ada komentar:

Write a Comment


Top