Novel Cepy Cambuk Pemuda Miskin



CIANJUR – Cerita seorang pemuda miskin yang berhasil mengelola usaha agro terbesar si-Asia adalah sebuah dongengpada Novel berjudul 180, karyaMohammed Cevy Abdullah (35) dan pengarang Noorca MMassardi (61) .
Meskipun sekedar cerita, namun gambaran kehidupan anak muda miskin itu menuntut seseorang untuk bekerja keras dan tak mengenal putus asa dalam menyusuri lorong kehidupan. Sebab, setiap orang tahu, semua terlahir miskin, tak memiliki apa-apa. Namun, Tuhan memberikan tenaga dan akal sehat untuk setiap orang memacu keberhasilannya.
Novel setebal 318 halaman itu diterbitkan oleh Divisi Penerbitan Sastra, Seni dan BudayaPenerbit Kakilangit Kencana (Prenadamedia Group), Jakarta, yang akan dibagikan gratis 10 ribu eksemplar. Sebanyak 3.000 cetakan pertama telah dibagikan di beberapa kota besar yang telah dikunjungi sebelumnya, yakni Bali dan Semarang.
Mohammed Cevy Abdullah, seorang pengusaha muda menyempatkan diri untuk menulis novel tentang kesuksesan seorang anak biasa dari keluarga miskin.
Novel ini punya tujuan, menuntut generasi muda untuk tidak mengeluhkan kemiskinannya. Keberhasilan si Pemuda Miskin yang digambarkan pada novel itu sebenarnya bisa terjadi kepada siapa saja yang berjiwa kuat serta punya komitmen tinggi dalam mengaruhi kerasnya kehidupan ini.
"Saya hanya ingin berbagi pemikiran bagigenerasi muda dari kalangan keluarga sederhana untuk terus menimba ilmu pengetahuan. Sebab, dengan ilmu itulah Allah SWT akan membuka lapangnya jalan kehidupan bagi setiap orang,” kata Cepy, pengusaha dan penulis asli Cianjur itu.
Noorca M Massardi, seorang novelis mengaku, dia menikmati pengalaman pertamanya menulis berdua bersama Cepy walaupun dia baru mengenalnya 14 bulan lalu. (ras)


Tidak ada komentar:

Write a Comment


Top