Soal SMKN 1 Cikalongkulon Selesai


CIANJUR-Kepala Sekolah SMK Negeri 1 Cikalongkulon, Muhammad Abdul Wahab alias AW memberikan tanggapan serius pasca puluhan pelajar dan guru yang mengadu ke Komisi IV DPRD Cianjur, Selasa (23/2) lalu.
AW berdalih bahwa dugaan pemalsuan tandatangan yang dituujukan kepadanya untuk memuluskan Surat Keputusan (SK) perpanjangan statusnya sebagai kepala sekolah adalah tidak benar. “Ketika itu ada pertemuan dengan guru dan komite sekolah di salah satu tempat makan di Cikalongkulon, yang isinya memberikan dukungan kepada saya untuk menjadi kepala sekolah periode berikutnya,” kata AW kepada Radar Cianjur, kemarin (24/2).
Ketika itu, lanjutnya, yang mengisi daftar hadir dan menulis dukungan berasal dari guru dan komite sekolah. Ia pun tidak menyediakan lembaran dukungan, malahan guru yang menyediakan formulir dukungan tersebut. "Ini jelas sangat aneh, kenapa memutar balikan fakta?," tanyanya.
Sedangkan soal biaya urunan Rp50 ribu per siswa, AW merinci saat ini ada sekitar 349 orang yang akan mengikuti ujian nasional (UN) berbasis komputer (UNBK). Anggaran itu akan digunakan untuk membeli komputer, pasalnya unit komputer di SMKN Cikalongkulon kurang sehingga dirinya berinisiatif akan membeli komputer sebanyak 127 unit dengan total anggaran Rp227 juta.
Untuk menutupi uang tersebut, pihaknya terpaksa meminjam kepada orang lain. Namun pihak komite malah menggelar rapat dengan orang tua murid yang bertujuan untuk meringankan beban sekolah. Setelah itu munculah kesepakan komite dan orang tua murid untuk menyumbang satu orang siswa Rp50 ribu jika dijumlahkan mencapai Rp60 juta.
"Namun hingga kini terkumpul dari urunan atau bantuan orang tua siswa Rp15 juta, artinya sumbangan Rp50 ribu tidak semuanya bayar. Ya, namanya juga sumbangan tidak bisa dibebankan sepenuhnya," tegasnya.
Meski begitu, pihaknya mengakui dalam memimpin sekolah tidak sempurna, karena sifat manusia ada khilaf. "Saya mengaku manusia tidak sempurna. Tujuan saya ingin memajukan pendidikan, tapi ada saja kendala. Ini jadi pelajaran buat saya,” paparnya.
AW mengaku, ada empat guru yang mengadu ke dewan. Dua orang diantaranya kecewa kepada dirinya disebabkan kebijakan yang telah dilaksanakan dan dua guru lagi ikut-ikutan. Sementara sebagian siswa juga ikut-ikutan dan tak mengetahui persoalan sebenarnya.
"Meski begitu permasalahan ini akan diselesaikan secara internal. Saya juga sudah dipanggil oleh Disdik Cianjur dan menjelaskan permasalahan apa yang sebenarnya," paparnya.
Selama memimpin SMKN 1 Cikalongkulon tahun 2011 lalu, AW mengaku banyak perubahan dan perkembangan di sekolah tersebut. Pertama awal masuk jadi kepala sekolah siswa hanya 700 orang kini sudah mencapai 1.300 orang. Sedangkan jumlah bangunan sudah bertambah menjadi 20 lokal. Belum lagi kegiatan keagamaan seperti pelaksanaan qurban ketika Idul Adha. "Meski banyak prestasi, tetapi saya tidak menyombongkan diri, malahan akan terus meraih prestasi,” tegasnya.
Terpisah, Sekretaris Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Cianjur, Jumati mengatakan, sebenarnya sebelumnya menggelar demo ke gedung DPRD, sudah ada surat tembusan ke pihaknya dan sudah menindaklanjutinya sesuai prosedur yang ada. "Kami bukannya diam dengan permasalahan ini, sejauh ini kami pun sedang memprosesnya, tentunya dengan jalan terbaik," ucap Jumati lewat sambungan telepon tadi malam.
Pihaknya berharap, meskipun ada permasalahan di SMKN 1 Cikalongkulon, bahwa para guru tetap mengajar dan para siswa tetap mengikuti pelajaran dan tidak terganggunya adanya permasalahan tersebut. "Saya mengimbau kepada seluruh sekolah yang ada di Kabupaten Cianjur, sebesar dan sekecil apapun permasalahannya segeralah konsultasi dengan Dinas Pendidikan dan tidak meninggalkan tugas pokok untuk mengajar," harap Jumati.(ndk)


Tidak ada komentar:

Write a Comment


Top