Radar Cianjur »
Berita Utama
»
Soal SMKN 1 Cikalongkulon Selesai
Soal SMKN 1 Cikalongkulon Selesai
Posted by Radar Cianjur on Kamis, 25 Februari 2016 |
Berita Utama
CIANJUR-Kepala
Sekolah SMK Negeri 1 Cikalongkulon, Muhammad Abdul Wahab alias AW memberikan
tanggapan serius pasca puluhan pelajar dan guru yang mengadu ke Komisi IV DPRD
Cianjur, Selasa (23/2) lalu.
AW
berdalih bahwa dugaan pemalsuan tandatangan yang dituujukan kepadanya untuk
memuluskan Surat Keputusan (SK) perpanjangan statusnya sebagai kepala sekolah
adalah tidak benar. “Ketika itu ada pertemuan dengan guru dan komite sekolah di
salah satu tempat makan di Cikalongkulon, yang isinya memberikan dukungan
kepada saya untuk menjadi kepala sekolah periode berikutnya,” kata AW kepada
Radar Cianjur, kemarin (24/2).
Ketika
itu, lanjutnya, yang mengisi daftar hadir dan menulis dukungan berasal dari
guru dan komite sekolah. Ia pun tidak menyediakan lembaran dukungan, malahan
guru yang menyediakan formulir dukungan tersebut. "Ini jelas sangat aneh,
kenapa memutar balikan fakta?," tanyanya.
Sedangkan
soal biaya urunan Rp50 ribu per siswa, AW merinci saat ini ada sekitar 349
orang yang akan mengikuti ujian nasional (UN) berbasis komputer (UNBK).
Anggaran itu akan digunakan untuk membeli komputer, pasalnya unit komputer di
SMKN Cikalongkulon kurang sehingga dirinya berinisiatif akan membeli komputer
sebanyak 127 unit dengan total anggaran Rp227 juta.
Untuk
menutupi uang tersebut, pihaknya terpaksa meminjam kepada orang lain. Namun
pihak komite malah menggelar rapat dengan orang tua murid yang bertujuan untuk
meringankan beban sekolah. Setelah itu munculah kesepakan komite dan orang tua
murid untuk menyumbang satu orang siswa Rp50 ribu jika dijumlahkan mencapai
Rp60 juta.
"Namun
hingga kini terkumpul dari urunan atau bantuan orang tua siswa Rp15 juta,
artinya sumbangan Rp50 ribu tidak semuanya bayar. Ya, namanya juga sumbangan tidak
bisa dibebankan sepenuhnya," tegasnya.
Meski
begitu, pihaknya mengakui dalam memimpin sekolah tidak sempurna, karena sifat
manusia ada khilaf. "Saya mengaku manusia tidak sempurna. Tujuan saya
ingin memajukan pendidikan, tapi ada saja kendala. Ini jadi pelajaran buat
saya,” paparnya.
AW
mengaku, ada empat guru yang mengadu ke dewan. Dua orang diantaranya kecewa
kepada dirinya disebabkan kebijakan yang telah dilaksanakan dan dua guru lagi
ikut-ikutan. Sementara sebagian siswa juga ikut-ikutan dan tak mengetahui
persoalan sebenarnya.
"Meski
begitu permasalahan ini akan diselesaikan secara internal. Saya juga sudah
dipanggil oleh Disdik Cianjur dan menjelaskan permasalahan apa yang
sebenarnya," paparnya.
Selama
memimpin SMKN 1 Cikalongkulon tahun 2011 lalu, AW mengaku banyak perubahan dan
perkembangan di sekolah tersebut. Pertama awal masuk jadi kepala sekolah siswa
hanya 700 orang kini sudah mencapai 1.300 orang. Sedangkan jumlah bangunan
sudah bertambah menjadi 20 lokal. Belum lagi kegiatan keagamaan seperti
pelaksanaan qurban ketika Idul Adha. "Meski banyak prestasi, tetapi saya
tidak menyombongkan diri, malahan akan terus meraih prestasi,” tegasnya.
Terpisah,
Sekretaris Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Cianjur, Jumati mengatakan,
sebenarnya sebelumnya menggelar demo ke gedung DPRD, sudah ada surat tembusan
ke pihaknya dan sudah menindaklanjutinya sesuai prosedur yang ada. "Kami
bukannya diam dengan permasalahan ini, sejauh ini kami pun sedang memprosesnya,
tentunya dengan jalan terbaik," ucap Jumati lewat sambungan telepon tadi
malam.
Pihaknya
berharap, meskipun ada permasalahan di SMKN 1 Cikalongkulon, bahwa para guru
tetap mengajar dan para siswa tetap mengikuti pelajaran dan tidak terganggunya
adanya permasalahan tersebut. "Saya mengimbau kepada seluruh sekolah yang
ada di Kabupaten Cianjur, sebesar dan sekecil apapun permasalahannya segeralah
konsultasi dengan Dinas Pendidikan dan tidak meninggalkan tugas pokok untuk
mengajar," harap Jumati.(ndk)
Populer
-
FOTO: HAKIM/ RADAR CIANJUR ATUR SERANGAN: Siswa MA Nurul Islam kelas 12 menjalani latihan hockey saat jam olahraga di sore hari. ...
-
JAKARTA-Mabes Polri bertindak tegas terhadap AKBP BH yang menganiaya seorang polisi wanita (polwan) Bripda M di salah satu hotel di Jakar...
-
SOSOK EDI HERMAN KEPALA Desa Cihaur, Edi Herman mengungkapkan, arti dari makna sesungguhnya HUT RI bukan hanya sekedar mengisi hib...
-
* Sri dan Eko Rp4 M, Siap Kemenpora? JAKARTA-Kemenpora harus siap-siap merogoh kocek lebih dalam setelah pasangan ganda campuran Tonto...
-
CIANJUR-Sejumlah pihak menyoroti bisnis prostitusi lendir impor yang menyelimuti Cianjur, khususnya kawasan Cianjur Utara beberapa hari ...
-
BELUM BERSIH: Gedung Mahkamah Agung (MA) di Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat. Foto: dokumen JPNN.Com JAKARTA-Komisi Pemberantas...
-
FOTO: MAMAT MULYADI/ RADAR CIANJUR PERANGI DBD: Cecep Hendra dan Udin Wahyudin mengimbau masyarakat untuk melakukan PSN berkala. ...
-
* Terbang dari Cilacap, Tiga Selamat BANDUNG-Pesawat latih jenis Piper Warrior 172 Cessna mendarat darurat di area persawahan di Desa ...


Tidak ada komentar: