Radar Cianjur »
Nasional
»
DPR Cuma Bikin Keruh Kasus Sumber Waras
DPR Cuma Bikin Keruh Kasus Sumber Waras
Posted by Radar Cianjur on Kamis, 21 April 2016 |
Nasional

JAKARTA-Ketua Setara Institute Hendardi
mengatakan, langkah Komisi III DPR membahas kasus Sumber Waras pada Selasa
(19/4) kemarin, penting dipastikan tidak didasari motif politik.
"Ini sangat penting. Karena
sebelumnya, Wakil Ketua DPR Fadli Zon melakukan kunjungan khusus ke BPK (Badan
Pemeriksa Keuangan). Perhatian Wakil Ketua DPR dan Komisi III pada kasus ini
patut diduga bermotif politik," ujar Hendardi, Rabu (20/4).
Hendardi mendasari pandangannya, apalagi
sebelumnya Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahja Purnama juga menolak hadir saat
diundang Komisi III.
"Membahas kasus Sumber Waras di DPR
dalam pandangan saya itu terlalu mewah dan lebih kuat motif politiknya
dibanding motif pengawasan dalam penegakan hukum, mengingat kasus ini tengah
bergulir di KPK," ujar Hendardi.
Populer
-
CIANJUR- Bingung cari jasa perjalanan?, Cianjur Travel di Jalan KH Abdullah Bin Nuh Cianjur solusinya. Selain menyediakan tiket pesawa...
-
CIANJUR– Rabu (20/4) kemarin, sedikitnya 55 peserta yang terdiri dari Aparatur Sipil Negara (ASN) yang berkaitan dengan penyelenggaraa...
-
JAKARTA - Asosiasi Pesepak Bola Profesional Indonesia (APPI) mendeklarasikan diri menolak turnamen-turnamen yang digelar. Mereka yang me...
-
CIANJUR-Tak henti-hentinya satuan narkoba Polres Cianjur memberantas peredaran narkoba diwilayah hukumya. Senin(14/03) dua orang pengedar...
-
CIANJUR - Organisasi masyarakat Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar) terus menjadi sorotan. Di beberapa daerah, organisasi masyarakat yang ...
-
Pemilik Toko Sahabat, Andre , melayani konsumen CIANJUR – Helm merupakan aksesoris terpenting bagi para pengendara sepeda motor, ka...
-
Ahmad Muzani JAKARTA-Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Gerindra Ahmad Muzani mendesak Presiden Joko Widodo atau Jokowi member...
-
JAKARTA-Ketua Umum Partai Golkar hasil Munas Ancol, Agung Laksono menyambangi Istana Negara, Senin (11/1) sore. Ia mengaku diundang Pre...

Tidak ada komentar: