Radar Cianjur »
Cianjur Raya
»
Warga Ciherang Kecam Perusahaan Cengkeh
Warga Ciherang Kecam Perusahaan Cengkeh
Posted by Radar Cianjur on Jumat, 08 April 2016 |
Cianjur Raya
KARANGTENGAH – Pengurus Karangtaruna Kampung Belendung dan Ketua RT01/03 Desa Ciherang, Kecamatan
Karangtengah, berharap agar PT Suma, perusahaan penyulingan minyak cengkeh yang berada di Jalan Raya Bandung Km 8,8, untuk bisa bekerjasama secara
sinergis dan mendengar aspirasi masyarakat
setempat, serta memiliki toleransi sosial terhadap warga.
Ketua
Karangtaruna Kampung Belendung, Dwi, kepada Radar Cianjur menyampaikan bahwa selama ini pihak manajemen
perusahaan tidak pernah membuka diri, dan tidak memiliki kepedulian terhadap kegiatan sosial masyarakat. Perusahaan
itu juga, menurutnya, tidak pernah menerima rekrutmen pekerja yang berasal dari
lokasi setempat. Bahkan, setiap kali ada keperluan untuk kegiatan dan kepentingan masyarakat, Ketua Rukun
Tetangga (RT) saja tidak diperbolehkan masuk.
"Padahal
perusahaan sudah lama berdiri, dari tahun 2008 hingga saat ini," kata Dwi, Kamis (07/04) kemarin.
Menampung keluhan warga, kata Dwi, ada beberapa tuntutan yang perlu disepakati antara pihak perusahaan dengan warga, di antaranya adalah bila ada kegiatan, agar bisa dibantu dengan cara
memberikan dana
bantuan, dan pemberdayaan
pegawai diusahakan ada warga setempat. Yang lebih penting adalah setiap kegiatan sosial, keagamaan, kepemudaan, dan lainnya yang menyangkut kepentingan masyarakat, perusahaan seharusnya membantu
dan bisa memberikan sumbangsihnya.
"Ini
malahan tidak ada
koordinasi sama sekali dari pihak perusahaan. Kami khawatir bila ada hal yang tidak diharapkan terjadi pada aktivitas di dalam pabrik, bila RT setempat saja tak
mengetahui. Khawatir ada pencurian atau apa, kalau sudah terjadi, yang kerepotan RT juga karena harus ada laporan," kata Ketua RT, Endang.
Ia menambahkan,
selain sikap yang seperti itu, pihak perusahaan juga seperti tidak mempedulikan
bahwa limbah
perusahaan merugikan lahan sawah para petani, sehingga banyak yang gagal panen dan merugi.
"Selama
ini tak ada bantuan apapun, 1 tahun sekali hanya memberikan kue kaleng dan sirup saja. Tidak ada toleransi atau sumbangannya
kepada warga setempat," tutup Ketua RT.
Terkait hal ini, sebagaimana yang dialami Ketua RT yang tidak diizinkan
masuk ke wilayah perusahaan, Radar Cianjur tidak berhasil mendapatkan
keterangan dari pihak PT Suma ketika mencoba untuk mengkonfirmasi ke lokasi
pabrik penyulingan minyak cengkeh tersebut. (mat)
Populer
-
CIANJUR - Peristiwa mengenaskan terjadi di Curug Ciastana, Kampung Sinarmuda, Desa Bojongkasih, Kecamatan Kadupandak pada Rabu (15/2) pa...
-
CIANJUR- Membangun sebuah rumah akan lebih sempurna jika menggunakan kayu seperti kayu jati. Selain kuat, kayu jati memberikan sua...
-
CIANJUR-Umumnya ketika hari libur nasional tiba, tempat wisata dipenuhi pengunjung baik lokal maupun manca negara. Namun, tidak terjadi di...
-
Berkaca dari Kabupaten Lombok Barat yang memiliki infrastruktur yang memadai dan merata hampir di seluruh kawasan. Saat ini dae...
-
JAKARTA-Wakil Ketua DPR Fadli Zon mengaku prihatin karena Ketua KPK Agus Raharjo mengungkap sudah menandatangani Sprindik untuk tersang...
-
SMAN 1 Cilaku sambut HUT RI ke-71 dengan berbagai perlombaan yang melibatkan siswa dan guru. Kesiswaan SMAN 1 Cilaku, Mukti Tauf...
-
CIANJUR – Polisi Wanita (Polwan) Satuan Lalulintas (Satlantas) Kepolisian Resort ( Polres ) Cianjur meng gelar pembersihan pelan...
-
MOMENTUM bulan Ramadan dimanfaatkan Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Cianjur, Moch Ginanjar, untuk selalu m...

Tidak ada komentar: