Radar Cianjur »
Berita Utama
»
Calung Gentrawulung Sukses Mengocok Perut Penonton
Calung Gentrawulung Sukses Mengocok Perut Penonton
Posted by Radar Cianjur on Senin, 30 Mei 2016 |
Berita Utama
| MEMUKAU: Penampilan grup Calung Gentrawulung berhasil menghibur warga dan semua orang yang hadir dalam peresmian RSUD Pagelaran. |
Ajak Masyarakat Lestarikan
Seni Budaya Sunda
BUKAN sekedar mengocok
perut setiap orang yang menontonnya, namun sebelas seniman Sunda yang tergabung
dalam grup Calung Gentrawulung berasal dari Desa Jamali, Kecamatan Mande ini
turut menanamkan pesan dan nilai-nilai luhur sambil melestarikan budaya khas
tanah Sunda tersebut.
KEBUTUHAN masyarakat akan
hiburan, seiring berjalannya waktu kerap berubah-ubah mengikuti perkembangan
zaman. Dahulu, kita sering disuguhi berbagai hiburan tontonan dengan
menyaksikan berbagai aksi panggung secara langsung.
Kini, sudah semakin banyak
orang yang berpindah dengan menikmati hiburan melalui layar kaca sehingga
hiburan panggung kian terlupakan. Padahal, seringkali hiburan panggung memberikan
kesan yang berbeda dalam setiap penampilannya. Terutama dalam membubuhkan
nilai-nilai positif yang tak jarang mengena langsung dihati orang yang
menyaksikan aksi panggung tersebut.
Hal itu pula yang
mendasari grup Calung Gentrawulung secara konsisten menghibur masyarakat dari
panggung ke panggung dalam kurun waktu lebih dari satu dekade terakhir.
Kelompok seni tradisi sunda beranggotakan sebelas orang tersebut, beberapa
waktu lalu menghibur masyarakat Pagelaran sekaligus sejumlah tamu undangan seperti
Bupati Cianjur dalam gelaran peresmian RSUD Pagelaran.
Sontak, penampilan calung
yang khas itu berhasil mengocok perut setiap orang yang menyaksikan aksi konyol
mereka. Tak jarang pula kelakarnya diselingi pesan-pesan moral berkaitan dengan
momentum saat itu.
"Ini bukti kalau
sehat itu penting. Polisi tidak bisa melayani masyarakat kalau tidak sehat.
Bapak TNI tidak bisa menjaga keamanan negara juga kalau tidak sehat," kata
salah seorang personel calung dalam bahasa Sunda.
Sebelum melancarkan aksinya
mengocok perut masyarakat, mereka terlebih dahulu memainkan alat musik calung,
diiringi tarian dan alunan gendang pencak dengan sangat harmonis hingga membuat
orang yang mendengarnya ingin ikut bergoyang.
Selepas itu, satu persatu
anggotanya memperkenalkan diri. Mereka adalah Uup Supardi (40), Iyang Wahyudin
(42), Ana Supriatna (30), Endih (50), Hamaludin (36), Ujun (57), Ujil (45), Ade
(45), Unus (56), Wisnu (17) dan pimpinan grup, Ote Saputra (55). Calung
Gentrawulung diketahui berasal dari Desa Jamali, Kecamatan Mande dan tergabung
di Dewan Kesenian Cianjur (DKC). Penampilan mereka yang kurang dari satu jam
itu lantas ditutup oleh tepuk tangan.
"Bukan sekedar
manggung, tapi kita juga ingin melestarikan budaya kita, budaya sunda yang
sudah banyak ditinggalkan," ujar Iyang Wahyudin saat diwawancarai usai
manggung.
Tak hanya itu, masih kata
Iyang, grup Calung Gentrawulung juga ternyata turut mewariskan seni, budaya dan
tradisi tersebut kepada generasi-generasi muda. Hal itu terbukti saat salah
seorang anggota mudanya, Wisnu yang masih berusia 17 tahun turut diperkenalkan.
"Perkenalkan Wisnu,
anggota kami yang paling muda. Dia juga punya kecintaan terhadap budaya sunda.
Mudah-mudahan saja seni calung seperti ini tetap lestari dan digemari anak-anak
muda lainnya," harap Iyang sambil melanjutkan membereskan perlengkapan
calung bersiap pulang ke kampung halamannya. (**)
Populer
-
JAKARTA-Ancaman terorisme yang kian nyata membuat pemerintah merasa perlu untuk memperkuat pasukan antiteror. Dana fantastis pun siap d...
-
JAKARTA- KEMENTERIAN Hukum dan HAM (Kemenkum HAM) resmi membuka pendaftaran badan hukum bagi parpol baru, (24/5/2016). Tercatat sudah ada e...
-
Asmil Rudi Tiba-tiba saja masalah perilaku seks yang dianggap menyimpang dan bertentangan dengan ajaran agama, menjadi topik yang aktu...
-
CIANJUR- Dewan Pengurus Daerah (DPD) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kabupaten Cianjur melaksanakan Rapat Kerja Daerah (Rakerd...
-
DI tengah-tengah hingar bingar aktivitas masyarakat Cianjur yang meramaikan suasana Car Free Day (CFD), akhir pekan lalu, nampak s...
-
WARUNGKONDANG – Camat Warungkondang, Asep Kustiana Wijaya , melantik dua orang Oejabat Semantara Kepala Desa ( PJS Kades ) , unt...
-
Korwil IMI Cianjur, Indra Winata METRO- Bupati Cianjur, DPRD Cianjur, serta Ikatan Motor Indonesia (IMI) wilayah Cianjur berunding d...
-
BANDUNG-Laga Persib menghadapi Mitra Kukar dalam lanjutan TSC 2016, Sabtu (18/6) malam nanti batal digelar di Stadion Gelora Ban...

Tidak ada komentar: