Radar Cianjur »
Nasional
»
Gara-gara Sound System, Eks Wabup Seret Bupati ke KPK
Gara-gara Sound System, Eks Wabup Seret Bupati ke KPK
Posted by Radar Cianjur on Jumat, 13 Mei 2016 |
Nasional
JAKARTA-Bupati Fakfak, Papua Barat, Mohammad
Usnawas dilaporkan ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Kamis (12/5). Usnawas
dilaporkan terkait dugaan korupsi pengadaan sound system dan panggung rigging,
pada acara Hari Ulang Tahun ke-113 Kabupaten Fakfak.
"Hari ini saya melaporkan Bupati Fakfak,
Mohammad Usnawas dan sejumlah pihak lainnya terkait korupsi di Fakfak,"
kata pelapor yang juga mantan Wakil Bupati Fakfak Donatus Nimbitkendik
didampingi Direktur LSM Nasional PASTI Indonesia, Susanto di markas KPK, Kamis
(12/5).
Dia mengatakan, diduga telah terjadi mark up
yang mengakibatkan kerugian keuangan negara kurang lebih Rp 5 miliar.
"Saya sebagai mantan Wakil Bupati Fakfak, memberikan keterangan di KPK,
memang benar diduga terjadi mark up atau kelebihan bayar pada pihak ketiga yang
menyebabkan kerugian negara Rp 5 miliar," kata Donatus.
Selain itu, ia mengaku sudah pernah melaporkan
dugaan korupsi terkait dana desa pada 2012 lalu yang juga melibatkan bupati.
Bahkan, laporan serupa juga sudah pernah dilayangkan 2015 lalu. "Sudah
dilaporkan ke Kejaksaan Negeri Fakfak, juga sudah kami laporkan ke KPK, tapi
tidak ditindaklanjuti," kata Donatus.
Karenanya, ia menambahkan, hari ini kembali
melaporkan dengan data lengkap. "Dan kami ingin menanyakan sudah sejauh
mana laporan kami," jelas Donatus.
Sebagai mantan Wakil Bupati Fakfak, ia mengaku
banyak mengetahui dan menjadi saksi kunci dalam kasus ini. Karenanya, ia
memberikan data dan keterangan kepada KPK agar kasus ini dapat ditindaklanjuti.
Susanto menambahkan, pihaknya mendapatkan
sejumlah kasus dugaan korupsi lainnya yang melibatkan Bupati Fakfak dan
sejumlah pejabat di Pemkab Fakfak lainnya. Laporan tersebut disampaikan
langsung oleh masyarakat kepadanya.
"Namun kami masih memverifikasi
bukti-bukti yang diserahkan masyarakat. Dan kasus mark up senilai Rp 4,3 miliar
lebih ini adalah kasus yang menurut kami memiliki bukti-bukti penyelewengan
anggaran yang paling kuat," papar Susanto yang biasa disapa Along itu.(jpnn)
Populer
-
- Tes Pejabat Gaet Psikiad CIANJUR-Pemerintah Kabupaten Cianjur kini hanya tinggal menempuh beberapa tahapan akhir jelang perombakan besa...
-
JAKARTA-Sekretaris Jenderal Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (FITRA) Yenny Sucipto mengatakan, potensi kerugian negara...

Tidak ada komentar: