Radar Cianjur »
Nasional
»
Mbak Puan Temui Nelayan, Inilah Pesannya...
Mbak Puan Temui Nelayan, Inilah Pesannya...
Posted by Radar Cianjur on Jumat, 13 Mei 2016 |
Nasional
JAKARTA-Menteri Koordinator Bidang Pembangunan
Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Puan Maharani mengajak para nelayan untuk
memanfaatkan program Jaring atau Jangkau, Sinergi dan Guideline dari Otoritas
Jasa Keuangan (OJK). Menurutnya, program hasil kerja sama OJK dan industri jasa
keuangan itu merupakan upaya pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla untuk
memperkuat sektor maritim melalui pemberdayaan nelayan.
Berbicara pada acara Dialog dan Expo Jaring
OJK di Pelabuhan Morodemak di Kecamatan Bonang, Demak, Jawa Tengah, Kamis
(12/5) Puan mengatakan, program itu memang untuk membenahi dan memperluas
sektor maritim. “Banyak yang bisa diberikan OJK,” katanya sebagaimana dikutip
dari siaran pers Kemenko PMK.
Lebih lanjut Puan mengatakan, bantuan dari
program Jaring harus bisa dimanfaatkan sebaik mungkin. Mantan ketua Fraksi PDIP
DPR itu juga mengharapkan bank-bank yang menjadi mitra OJK dalam program Jaring
bisa proaktif mendekat ke kalangan nelayan.
"Semua bantuan yang diberikan itu sebesar-besarnya
untuk digunakan dan untuk kemakmuran rakyat. Kepada bank-bank yang memang
ditugaskan untuk menyalurkan bantuan sosial untuk proaktif, mungkin perlu
ditambah sosialisasinya," pintanya.
Puan yang dalam kesempatan itu didampingi
Ketua Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Muliaman Hadad, Wakil Gubernur Jateng Heru
Sudjatmoko, serta Bupati Demak M Natsir mengaku sengaja datang demi berdialog
langsung dengan para nelayan. Ia mengharapkan nelayan dan pengelola keuangan
sama-sama bekerja sama guna mengakselerasi pembiayaan.
Karenanya Puan memastikan kunjungannya bukan
semata-mata seremonial. “Tapi ada tindak lanjutnya,” ujarnya.(ara/jpnn)
Populer
-
- Tes Pejabat Gaet Psikiad CIANJUR-Pemerintah Kabupaten Cianjur kini hanya tinggal menempuh beberapa tahapan akhir jelang perombakan besa...
-
JAKARTA-Sekretaris Jenderal Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (FITRA) Yenny Sucipto mengatakan, potensi kerugian negara...

Tidak ada komentar: