Radar Cianjur »
Berita Utama
»
Kampung Teletubbies Tahan Gempa
Kampung Teletubbies Tahan Gempa
Posted by Radar Cianjur on Senin, 30 Mei 2016 |
Berita Utama
DI Yogyakarta ada 'replika' rumah karakter serial televisi
anak-anak berjudul 'Teletubbies'. Tokoh Tinky Winky, Dipsy, Lala dan Po, begitu
melekat di ingatan anak-anak era akhir 1990-an hingga kini.
Dalam serial itu, empat karakter tersebut tinggal dalam rumah berbentuk setengah lingkaran di tengah bukit hijau. Nah, rumah model seperti itu benar-benar ada di Yogyakarta, tepatnya di Kabupaten Sleman.
Kampung di Dusun Nglepen, Desa Sumberharjo, Kecamatan Prambanan, sebenarnya sudah begitu tenar dan dijuluki sebagai Kampung Teletubbies. Perkampungan unik dengan rumah-rumah berbentuk dome atau kubah itu kini berusia sepuluh tahun.
Jika karakter Teletubbies diceritakan begitu gembira. Nyatanya, ada kisah sedih di balik rumah-rumah dome itu. Rumah-rumah tersebut dibangun setelah gempa hebat yang terjadi di Yogyakarta pada 2006 yang lalu.
Wilayah Nglepen adalah salah satu dearah paling parah terdampak gempa. Saat itu, gempa membuat tanah di dearah tersebut amblas dan menelan sebagian besar rumah warga.
"Perkampungan ini dibangun oleh lembaga sosial dari luar negeri untuk menampung penduduk Nglepen yang sebagian besar setelah gempa tidak memiliki rumah. Selain itu wilayah tempat tinggal kami yang dulu juga sudah tidak boleh dibanguni rumah," ujar Widi (60) salah satu penduduk di perkampungan Teletubbies.
Aslinya nama kampung itu adalah 'New Nglepen'. Di dalamnya ada 80 bangunan yang terdiri dari 71 rumah hunian warga, 6 fasilitas MCK, satu masjid, satu aula, dan satu lagi untuk klinik kesehatan. (net)
Dalam serial itu, empat karakter tersebut tinggal dalam rumah berbentuk setengah lingkaran di tengah bukit hijau. Nah, rumah model seperti itu benar-benar ada di Yogyakarta, tepatnya di Kabupaten Sleman.
Kampung di Dusun Nglepen, Desa Sumberharjo, Kecamatan Prambanan, sebenarnya sudah begitu tenar dan dijuluki sebagai Kampung Teletubbies. Perkampungan unik dengan rumah-rumah berbentuk dome atau kubah itu kini berusia sepuluh tahun.
Jika karakter Teletubbies diceritakan begitu gembira. Nyatanya, ada kisah sedih di balik rumah-rumah dome itu. Rumah-rumah tersebut dibangun setelah gempa hebat yang terjadi di Yogyakarta pada 2006 yang lalu.
Wilayah Nglepen adalah salah satu dearah paling parah terdampak gempa. Saat itu, gempa membuat tanah di dearah tersebut amblas dan menelan sebagian besar rumah warga.
"Perkampungan ini dibangun oleh lembaga sosial dari luar negeri untuk menampung penduduk Nglepen yang sebagian besar setelah gempa tidak memiliki rumah. Selain itu wilayah tempat tinggal kami yang dulu juga sudah tidak boleh dibanguni rumah," ujar Widi (60) salah satu penduduk di perkampungan Teletubbies.
Aslinya nama kampung itu adalah 'New Nglepen'. Di dalamnya ada 80 bangunan yang terdiri dari 71 rumah hunian warga, 6 fasilitas MCK, satu masjid, satu aula, dan satu lagi untuk klinik kesehatan. (net)
Populer
-
JAKARTA-Ancaman terorisme yang kian nyata membuat pemerintah merasa perlu untuk memperkuat pasukan antiteror. Dana fantastis pun siap d...
-
JAKARTA- KEMENTERIAN Hukum dan HAM (Kemenkum HAM) resmi membuka pendaftaran badan hukum bagi parpol baru, (24/5/2016). Tercatat sudah ada e...
-
Asmil Rudi Tiba-tiba saja masalah perilaku seks yang dianggap menyimpang dan bertentangan dengan ajaran agama, menjadi topik yang aktu...
-
CIANJUR- Dewan Pengurus Daerah (DPD) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kabupaten Cianjur melaksanakan Rapat Kerja Daerah (Rakerd...
-
DI tengah-tengah hingar bingar aktivitas masyarakat Cianjur yang meramaikan suasana Car Free Day (CFD), akhir pekan lalu, nampak s...
-
WARUNGKONDANG – Camat Warungkondang, Asep Kustiana Wijaya , melantik dua orang Oejabat Semantara Kepala Desa ( PJS Kades ) , unt...
-
Korwil IMI Cianjur, Indra Winata METRO- Bupati Cianjur, DPRD Cianjur, serta Ikatan Motor Indonesia (IMI) wilayah Cianjur berunding d...
-
BANDUNG-Laga Persib menghadapi Mitra Kukar dalam lanjutan TSC 2016, Sabtu (18/6) malam nanti batal digelar di Stadion Gelora Ban...

Tidak ada komentar: