Radar Cianjur »
FOOTBALL
»
Terancam Kehilangan Lima Trofi Liga Chmpions
Terancam Kehilangan Lima Trofi Liga Chmpions
Posted by Radar Cianjur on Rabu, 18 Mei 2016 |
FOOTBALL

REAL Madrid sejauh ini adalah tim yang paling
banyak memenangkan trofi Liga Champions yakni 10 trofi. Kini, klub yang berasal
dari ibukota Spanyol itu berpeluang merebut trofi ke-11.
Madrid akan melakoni final Liga Champions melawan rival sekota, Atletico Madrid, pada 28 Mei mendatang di Stadion San Siro, Milan, Italia.
Namun, kini nasib Madrid sebagai pemenang trofi Liga Champions terbanyak bisa saja terlepas. Hal itu disebabkan munculnya gugatan untuk mencabut lima trofi Liga Champions yang dimenangkan dalam kurun waktu 1956-1960.
Seperti dilansir dari surat kabar Spanyol, AS, petisi daring yang muncul itu dimulai akun Justicia Deportiva pada 12 Mei silam. Sejauh ini petisi tersebut telah ditandatangani hampir 30 ribu orang. Hingga berita ini ditulis jumlah penandatangan itu tepatnya telah mencapai 29.421 pendukung
.
Pada pengantar petisi yang ditulis dalam bahasa Spanyol itu disebutkan mereka menuntut UEFA mencabut lima trofi awal Madrid demi nama sportifitas dan demokrasi.
Pada pengantar petisi yang ditulis dalam bahasa Spanyol itu disebutkan mereka menuntut UEFA mencabut lima trofi awal Madrid demi nama sportifitas dan demokrasi.
Kala itu, keberhasilan Madrid dituding pembuat petisi diperoleh lewat cara-cara yang tak sesuai dan diakui dalam kompetisi olahraga.
Lima trofi yang diperoleh kala itu terjadi saat diktator Spanyol, Jenderal Franco masih berkuasa. Diktator yang menguasai Spanyol sejak 1930 sampai akhir hayatnya pada 1975 menjadikan El Real sebagai salah satu alat untuk melanggengkan kebijakan politik Franco yang ingin Spanyol tumbuh dengan nasionalisme satu tanpa mengenal suku bangsa lain seperti Andalusia, Basque, ataupun Katalonia.
Salah satu yang menjadi perbincangan hingga saat ini adalah pada final Liga Champions 1986/57. Madrid melawan Fiorentina di partai final yang digelar di Santiago Bernabeu.
Kala itu, sejak menit awal Madrid tertekan oleh serangan skuat La Viola. Namun, petaka bagi Fiorentina terjadi pada menit ke-69. Hakim Garis telah mengangkat bendera offside bagi pemain Madrid Enrique Mateos di dalam kotak penalti. Namun wasit asal Belanda justru menunjuk titik putih yang kemudian sukses dieksekusi penyerang.(dtk)
Populer
-
WARU N GKONDANG – Jalan Desa Ciwalen di Kecamatan Warungkondang berada dalam kondisi nyaris putus , p asalnya gorong- gorong ya...
-
TAMPIL di kompetisi elite Liga Primer Inggris, seolah mimpi yang jadi nyata bagi penyerang Leicester City. Apalagi, timnya kian ...
-
KARANGTENGAH – Kegiatan memancing yang banyak digemari masyarakat Cianjur, menjadi lahan pencarian keuntungan bagi sebagian orang, sep...
-
CIANJUR-Upaya pencarian korban terseret air sungai Cianjur sudah ditemukan. Mas'ud (50) seorang warga Kampung Sukasirna RT 03/02, D...
-
MOMENTUM bulan Ramadan dimanfaatkan Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Cianjur, Moch Ginanjar, untuk selalu m...
-
BARANG bukti hasil OTT pungli diamankan Polres Cianjur CIANJUR- Satgas Saber Pungli Kabupaten Cianjur masih mengusut dugaan keterlibat...
-
Cianjur memiliki luas wilayah yang cukup besar. Hal tersebut tentunya perlu ditunjang dengan pelayanan publik yang efektif, terutam...
-
CIPANAS - Pengembangan ikan koi di Sindanglaya Kecamatan Cipanas kini semakin maju. Bahkan pemasarannya sudah terkenal hingga luar nege...

Tidak ada komentar: