Terancam Kehilangan Lima Trofi Liga Chmpions





REAL Madrid sejauh ini adalah tim yang paling banyak memenangkan trofi Liga Champions yakni 10 trofi. Kini, klub yang berasal dari ibukota Spanyol itu berpeluang merebut trofi ke-11.

Madrid akan melakoni final Liga Champions melawan rival sekota, Atletico Madrid, pada 28 Mei mendatang di Stadion San Siro, Milan, Italia.

Namun, kini nasib Madrid sebagai pemenang trofi Liga Champions terbanyak bisa saja terlepas. Hal itu disebabkan munculnya gugatan untuk mencabut lima trofi Liga Champions yang dimenangkan dalam kurun waktu 1956-1960.

Seperti dilansir dari surat kabar Spanyol, AS, petisi daring yang muncul itu dimulai akun Justicia Deportiva pada 12 Mei silam. Sejauh ini petisi tersebut telah ditandatangani hampir 30 ribu orang. Hingga berita ini ditulis jumlah penandatangan itu tepatnya telah mencapai 29.421 pendukung
.
Pada pengantar petisi yang ditulis dalam bahasa Spanyol itu disebutkan mereka menuntut UEFA mencabut lima trofi awal Madrid demi nama sportifitas dan demokrasi.

Kala itu, keberhasilan Madrid dituding pembuat petisi diperoleh lewat cara-cara yang tak sesuai dan diakui dalam kompetisi olahraga.

Lima trofi yang diperoleh kala itu terjadi saat diktator Spanyol, Jenderal Franco masih berkuasa. Diktator yang menguasai Spanyol sejak 1930 sampai akhir hayatnya pada 1975 menjadikan El Real sebagai salah satu alat untuk melanggengkan kebijakan politik Franco yang ingin Spanyol tumbuh dengan nasionalisme satu tanpa mengenal suku bangsa lain seperti Andalusia, Basque, ataupun Katalonia.

Salah satu yang menjadi perbincangan hingga saat ini adalah pada final Liga Champions 1986/57. Madrid melawan Fiorentina di partai final yang digelar di Santiago Bernabeu.

Kala itu, sejak menit awal Madrid tertekan oleh serangan skuat La Viola. Namun, petaka bagi Fiorentina terjadi pada menit ke-69. Hakim Garis telah mengangkat bendera offside bagi pemain Madrid Enrique Mateos di dalam kotak penalti. Namun wasit asal Belanda justru menunjuk titik putih yang kemudian sukses dieksekusi penyerang.(dtk)


Tidak ada komentar:

Write a Comment


Top