Radar Cianjur »
Cianjur Raya
»
Lulusan Kebidanan Banyak tak Memenuhi Kompetensi
Lulusan Kebidanan Banyak tak Memenuhi Kompetensi
Posted by Radar Cianjur on Jumat, 10 Juni 2016 |
Cianjur Raya
![]() |
| Lulusan Kebidanan Banyak tak Memenuhi Kompetensi |
JAKARTA - Anggota Komisi IX DPR RI dari
Fraksi NasDem Irma Suryani meminta Kementerian Riset Teknologi Dan Pendidikan
Tinggi (Ristek Dikti) untuk tidak sembarangan mengeluarkan izin sekolah bidan.
Hal ini terkait dengan banyaknya lulusan
sekolah kebidanan yang tak memenuhi kompetensi.
Tak hanya itu, banyak pula bidan yang justru
melewati job desk-nya dengan membuat resep obat kepada para pasiennya. Padahal,
tidak ada kurikulum yang mengatur hal tersebut. Beda dengan dengan kurikulum di
sekolah kedokteran.
“Jadi, banyaknya jumlah bidan yang mencapai
325 ribu orang di seluruh Indonesia ini menurut catatan badan kesehatan dunia
(WHO) sudah melebihi jumlah yang wajar. Sebab, satu bidan layaknya untuk 1.000
jumlah penduduk. Apalagi sampai ada bidan yang bisa mengeluarkan resep obat,
ini tidak bisa dibenarkan. Karena itu, UU ini sangat penting untuk mengatur
kebidanan itu,” tegas Irma Suryani dalam forum legislasi ‘RUU Kebidanan’
bersama Ketua Umum Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Emi Nurjasmi MKes, dan mantan
Ketua Umum PB Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kartono Mohamad di Gedung DPR RI
Jakarta, kemarin (7/6).
Menurut Irma, bidan itu ke depan harus
memiliki sertifikat, lesensi, bahkan terakreditasi sebagai legitimasi untuk
kompetensi, surat izin praktek kebidanan, baik dari dalam maupun luar negeri.
“Tak semua bidan bisa praktek mandiri, karena
selama ini memang sebagai asisten dokter, tim pelayanan kesehatan, dan
karenanya UU ini akan menjadi dasar hukum bidan di lapangan,” ujarnya.
Selain itu diperlukan Majelis Kebidanan
Indonesia, agar tidak terjadi jual-beli sertifikat, lisensi kebidanan dan
sebagainya. UU bidan ini juga jangan sampai terjadi tumpang-tindih dengan UU
Kedokteran, UU Kesehatan, UU Keperawatan dan lain-lain.
Hanya saja dengan jumlah bidan yang besar
tersebut, ada masalah distribusi, sehingga masih ada daerah-daerah yang
kekurangan bidan. Khususnya di daerah-daerah di luar Jawa. Seperti Ambon NTT,
NTB, Papua, Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, dan lain-lain.(dli/sam/jpnn)
Populer
-
PELAYANAN persampahan kebersihan dipungut retribusi atas pelayanan pengelolaan di daerah. Retribusi dikenakan kepada kepala keluarga ata...
-
JOGJAKARTA-Eksistensi Gafatar di Jogjakarta yang diduga sebagai biang keladinya orang hilang akhir-akhir ini disinyalir sudah ber...
-
CIANJUR-Berbagai kegiatan masih terus dilakukan SMAN 1 Cianjur, dalam rangka SPECTA ke 11. Ketua Panitia Pelaksana Kegiatan, ...
-
JAKARTA - Asosiasi Pesepak Bola Profesional Indonesia (APPI) mendeklarasikan diri menolak turnamen-turnamen yang digelar. Mereka yang me...
-
MOMENTUM bulan Ramadan dimanfaatkan Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Cianjur, Moch Ginanjar, untuk selalu m...
-
WARU N GKONDANG – Jalan Desa Ciwalen di Kecamatan Warungkondang berada dalam kondisi nyaris putus , p asalnya gorong- gorong ya...
-
CIANJUR-Tak henti-hentinya satuan narkoba Polres Cianjur memberantas peredaran narkoba diwilayah hukumya. Senin(14/03) dua orang pengedar...
-
CIANJUR– Rabu (20/4) kemarin, sedikitnya 55 peserta yang terdiri dari Aparatur Sipil Negara (ASN) yang berkaitan dengan penyelenggaraa...


Tidak ada komentar: