Radar Cianjur »
Cianjur Raya
»
Mengetahui Potensi Pertanian di Desa Leuwikoja Palawija dan Durian Warisan Nenek Moyang, Butuh Bantuan Pemerintah
Mengetahui Potensi Pertanian di Desa Leuwikoja Palawija dan Durian Warisan Nenek Moyang, Butuh Bantuan Pemerintah
Posted by Radar Cianjur on Jumat, 10 Juni 2016 |
Cianjur Raya
|
BUTUH PERHATIAN : Kantor
Desa Leuwikoja, Kecamatan Mande. Di samping kantor desa itu terdapat lahan
pertanian palawija dan durian.
|
Desa Leuwikoja, Kecamatan Mande memiliki potensi sumber daya alam (SDA) yang
cukup berlimpah. Salah satunya palawija durian. Namun, potensi tersebut belum
bisa mencukupi kesejahteraan masyarakat Leuwikoja, sehingga membutuhkan
dukungan besar untuk mengembangkan potensi SDA tersebut.
MAMAT MULYADI, Mande.
BERDASARKAN informasi yang diperoleh, sejak jaman Belanda warga Leuwikoja menekuni pekerjaan sebagai petani dan buruh tani. Tak hanya padi, mereka juga menggarap palawija, dan warisan nenek moyang itu hingga sampai saat ini masih dijalankan.
MAMAT MULYADI, Mande.
BERDASARKAN informasi yang diperoleh, sejak jaman Belanda warga Leuwikoja menekuni pekerjaan sebagai petani dan buruh tani. Tak hanya padi, mereka juga menggarap palawija, dan warisan nenek moyang itu hingga sampai saat ini masih dijalankan.
Asal mula karena turunan
orangtua dan keluarganya besarnya sebagai petani. Memanfaatkan lahan palawija
dan sawah tak lain upaya mereka terus mempertahankan lahan pertanian masih
produktif jangan sampai habis terkuras habis menjadi zona industerial di
Kecamatan Sukaluyu, Ciranjang, dan Haurwangi serta lainnya.
"Warga sini rata-rata petani, ada juga kerja sebagai karyawan pabrik, dan wiraswasta. Desa Leuwikoja terkenal dengan pertanian buah duriannya sampai ke luar daerah, maka itu sampai saat ini tetap dijaga, dirawat keaslian hutan dan bukit. Jangan sampai dirusak tangan-tangan jahil tak bertanggung jawab," kata Kepala Desa Leuwikoja, H Dadeng saat perbincangan minggu lalu.
Ratusan bahkan ribuan pohon durian dilestarikan warga tanpa menggunakan obat atau pupuk apapun juga. Bayangkan kalau dirangsang melalui pupuk atau obat pertanian, mungkin ada peningkatan sehingga hasilnya lebih baik.
"Habis mau bagimana lagi kang? Mencari pekerjaan saat ini tidak mudah. Nah, apa lagi dengan keterbatasan ilmu pengetahuan, saya hanya bisa bertani," ucapnya Ujang (47) warga setempat.
Dadeng beserta jajarannya berupaya mendorong untuk memotivasi warga agar lahan yang tidak produktif menjadi produktif. Selain itu memanfaatkan potensi lahan pesawahan yang ada, dikelola sebisa mungkin, menggali dan mengembangkan SDA di lingkungan sekitar. "Itu semua tergantung bagaimana menyikapi, apakah ada kepedulian dari pemerintah bisa membantu dari segi anggaran melalui program pertanian," pungkasnya. (**)
Populer
-
USIA DINI: TK Al Azhar Cianjur mengajarkan kepada siswa sejak dini tentang sopan santun terhadap guru dan orang tua. CIANJUR-Mar...
-
Ruas Jalan Raya Cipanas sudah menjadi langganan banjir, tak pelak kondisi ini semakin mempersulit pengendara ketika melintas. Amat dis...
-
ILUSTRASI CIANJUR-Istilah 'Salam Pramuka' dan 'Salam OSIS' berada di daftar pencarian teratas dalam sebuah mesin telus...
-
ilustrasi GEKBRONG –Bhayangkara Pembina Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Bhabinkamtibmas) Desa Cikancana, Bripka Arief Firmansyah, b...
-
Mengulas peranan media, baik media cetak maupun elektronik, sebagai kontrol sosial kini mulai disadari oleh berbagai kalangan, tak ter...
-
CIPANAS- Sejumlah mantan pegawai Perkebunan Teh Cisereuh, Desa Batulawang, Kecamatan Cipanas, alih profesi menjadi pedagang kaki lima ...
-
Ingin merawat mobil kesayangan dengan baik ? Ceper Auto Detailing System (CADS) di Jalan KH Abdullah Bin Nuh Cianjur jawabannya. CADS m...
-
FOTO: FARHAAN M RIDWAN/RADAR CIANJUR RAWAN: Ruas Jalan Mariwati tepatnya di Kampung Pasir Angin Kecamatan Cikalongkulon pada saat sian...

Tidak ada komentar: