Radar Cianjur »
Metro Cianjur
»
Waspada Daging Babi Beredar
Waspada Daging Babi Beredar
Posted by Radar Cianjur on Senin, 13 Juni 2016 |
Metro Cianjur
![]() |
| DAGING : Penyimpangan daging sapi yang beredar di Pasar. |
CIANJUR-Melonjaknya harga daging di pasaran, membuat sedikit banyaknya para pedagang tidak mau rugi. Atas hal itu, terjadi kecurangan penjualan daging sapi yang padahal daging tersebut merupakan daging babi. Seperti tiga tersangka pedagang daging babi yang ditemukan oleh Polrestabes di Pasar Lakarsantri, Surabaya, pada Jumat (10/6) lalu. Hal ini tentunya membuat kaget para pengusaha rumah makan atau warga lainnya. Dalam modusnya, pelaku daging babi tersebut mengaku-ngakui daging tikus tersebut merupakan daging sapi. Dimana pelaku saat itu mengakui bahwa daging yang digantung dilapaknya jualannnya ialah daging sapi yang bagus dan segar, sementara daging yang ditaruh di meja merupakan daging sapi yang kurang bagu. Padahal daging sapi yang kurang bagus tersebut adalah daging babi.
Saat ditanyakan kepada Kepala Bidang (Kabid) Perdagangan, Dinas perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Cianjur oleh salah seorang wartawan Radar Cianjur. Judi Adi Nugroho pernah mencurigai salah satu pedagang pasar di Cianjur mengenai daging babi atau celeng tersebut. “Sampai saat ini alhamdulilah belum menemukan daging seperti itu. Kalau misalkan mencurigai pernah, tapi setelah dagingnya diuji dilabotarium dan hasilnya negatif, akunya.
Ia pun menghimbau kepada masyarakat di Cianjur, untuk saling mengawasi mengenai peredaran daging celeng atau babi ini. Terutama kepada sesama para pedagang sendiri. Kalau ada yang dicurigai pedagang nakal, perlu dilaporkan,†kata kabid Perdagangan. Namun ia pun masih belum mengetahui jelas dan mengenal betul perbedaan antara daging sapi dan daging babi atau celeng. Hanya yang ahli yang bisa melihat kasat mata, tapi untuk memastikanya perlu diuji lab, imbuh Judi.
Hal ini menuai tanggapan dari para pengusaha resto di Cianjur, seperti dari Di-X Café yang berada di Jalan Pamoyanan dan Warung Hot Plane Odon (WHO) di Jalan Abdullah Bin Nuh, Cianjur. Pemilik Di-X Cafe, Salam Alfharizi mengatakan, bahwa cafe miliknya mengkonsumsi juga daging sapi sampai saat ini. “Mengenai daging babi yang menyerupai daging sapi, sampai sekarang saya belum nemuin selam membeli dari langganan saya. Tapi masyrakat Cianjur ini masih awam, belum bisa membedakan daging sapi sama daing babi,†ujar Salman.
Lagian menurut Salman, biasanya harga daging babi atau daging sapi palsu ini dijual dengan harga murah dipasar dan harga standar atau mahal itu terkadang menjadi bukti bahwa daging yang dijual daging asli. “Selama ini saya membeli daging sapi dengan harga Rp 110.000 Ribu dan segar dan saya yakin daging sapi ini bukanlah daging babi,tambahnya.
Selain itu, pengusaha WHO, Dian Achong Supriatna mengutarakan, bilamana di Cianjur ditemukan daging seperti itu, penegak hukum harus segera bertindak cepat. Hal tersebut agar peredaran daging babi tidak menyebar luas di Cianjur. Beruntungnya resto saya tidak akan tertipu karena kita tidak ada menu memakai bahan daging sapi gitu. Lebih Efektifnya hal daging babi, harus ada pengawasan BP POM. Sehingga sertifikat dari BP POM untuk rumah makan atau café yang menggunakan daging tersebut,†tuturnya. Pastinya sebgai pengusaha kuliner, Dian atau Salman, harus lebih berhati-hati dalam berbelanja jenis daging untuk keperluan jualan. Karena selain dari segi rasa, kualitas pun harus dijaga. Apalagi menyangkut jiwa orang banyak, karena bila kita salah pilih daging, maka pelangganlah menjadi korban,†tutup Dian.(yud)
Populer
-
JAKARTA-Ancaman terorisme yang kian nyata membuat pemerintah merasa perlu untuk memperkuat pasukan antiteror. Dana fantastis pun siap d...
-
Salurkan Bantuan ke Sindangbarang Peduli : Pengurus DPD NasDem Cianjur memberikan bantuan untuk korban bencana alam di Desa Girimu...
-
CIANJUR–Vonis Pengadilan Negeri Cianjur terhadap Wawan Suherlan (32) warga Kampung Gunung Putri RT/RW 05/08 Desa Sukatani, Kecamata...
-
Asmil Rudi Tiba-tiba saja masalah perilaku seks yang dianggap menyimpang dan bertentangan dengan ajaran agama, menjadi topik yang aktu...
-
CIANJUR- Dewan Pengurus Daerah (DPD) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kabupaten Cianjur melaksanakan Rapat Kerja Daerah (Rakerd...
-
DI tengah-tengah hingar bingar aktivitas masyarakat Cianjur yang meramaikan suasana Car Free Day (CFD), akhir pekan lalu, nampak s...
-
WARUNGKONDANG – Camat Warungkondang, Asep Kustiana Wijaya , melantik dua orang Oejabat Semantara Kepala Desa ( PJS Kades ) , unt...
-
Korwil IMI Cianjur, Indra Winata METRO- Bupati Cianjur, DPRD Cianjur, serta Ikatan Motor Indonesia (IMI) wilayah Cianjur berunding d...


Tidak ada komentar: