X Pasar Induk Di Jalan Arif Rahman Hakim

PASAR : Pedagang yang berasal dari Pasar Induk Cianjur, beralih ke Jalan Arif Rahman Hakim.

CIANJUR-Beberapa Alumni Pedagang Pasar Induk mengeluh saat mereka berjualan di Pasar Induk Cianjur. Konon katanya mereka sebelum berjualan di Pasar Induk, mereka berjualan di Jalan Hos Cokroaminoto atau Jalan Raya, Kecamatan Cianjur. Dimana saat lalu mereka ini ditertibkan oleh Polisi Pamong Praja (Pol PP) dan ditempati di los B dan C Pasar Induk.  Namun kini mereka ditemukan berjualan di Jalan Arif Raman Hakim, Cianjur. Saat ditemui, pedagang Peci yang sudah berjualan selama 15 tahun lebih ini, warga Gang Pusaka, Kelurahan Muka, Kecamatan Cianjur, Ayi Dedi (53) mengatakan sebab kepindahannya di Jalan tersebut. “Tiiseun a jualan di Pasar Induk mah, teu aya nu meserna,” ujarnya.

Ia pun mengungkapkan, lebih baik berdagang di Jalan tersebut dibandingkan di Pasar Induk, sebab ditempatnya sekarang ada saja masyrakat yang melewat membeli pecinya. “Ada aja disini mah dikit-dikit, yang penting cekap jeng ka dapur. Atu da pemerintah teu aya toleransi pisan buat kasih lapak lagi di Jalan Raya. Mun dikasih izin buat jualan lagin di Jalan Raya mah, pasti bade kaditu dei, curhat Ayi.

Alasan ia ingin kembali berjualan di Jalan Raya disebabkan penghasilan yang ia dapat ditempat sebelumnya lebih besar dan untung. Ia pun ditempatnya sekarang, menjual 20 jenis peci yang ia sediakan. “Benten-benten motif pecina, tinu hargi 10.000 nyampe Rp 20.000 dan paling iye oge saharina alhamdulilah dapet Rp 50 ribu ampe 100 Ribu . Karena mengejar kebutuhan ekonomi, abdi sok jualan keliling oge ka bumi-bumi di perkampungan di Cianjur,” katanya.

Selain Ayi, pedagang celana, Ari Jabir Sahrudin (46) mengatakan keluhannya yang sama dengan Ayi si pedagang peci tersebut. “Saya mah jual celana a, ada juga baju koko dan batik. Tapi baju ini mah musiman, kalau bulan Ramadan aja baru ditambah jualan baju,” aku Ari.

Dalam seharinya ia pun bisa menjual 3 buah celana dan 4 potong baju ditempat barunya ini. “Sebelumnya di Pasar Induk jarang kejualnnya, dimana ada kejualnya pun abis buat makan di Pasar. Kadang-kadang teu payu hiji-hiji acan dan pendapatan nol,” pungkasnya.(yud)


Tidak ada komentar:

Write a Comment


Top