Radar Cianjur »
Berita Utama
»
Daging Sapi Masih Rp120 Ribu
Daging Sapi Masih Rp120 Ribu
Posted by Radar Cianjur on Kamis, 28 Juli 2016 |
Berita Utama
CIREBON-Masa lebaran sudah lewat, namun harga daging di pasaran masih belum normal. Pantauan, Selasa (26/7), daging sapi masih dijual dengan harga Rp120.000 per kg.
Sedangkan daging ayam meski sudah turun, namun masih berada di harga Rp30 ribu per kg. "Kalau daging sapi masih belum stabil, harganya masih sama saat lebaran," ucap pedagang daging di Pasar Sumber, Iif (45).
Menurutnya, masih tingginya harga daging sapi lantaran harga daging dari pemotong atau jagal juga masih tinggi. Padahal sebelum lebaran, harga daging masih berkisar Rp110 ribu per kg.
Dikatakan dia, dengan masih tingginya harga daging para konsumen banyak yang menawar harga. Di lain sisi, ada pula yang memilih daging yang lebih murah.
Iif menyebutkan harga daging sapi memang bervariatif, disesuaikan dengan kualitas daging itu sendiri. "Kalau daging super, kita jual Rp120 ribu per kg, yang daging biasa campur bisa di harga Rp110ribu," ungkapnya.
Saat ini penjualan daging sapi, kata IIf, masih belum ramai kembali. Dia sendiri setiap hari menjual sekitar 16 kg daging, 10 kg tulang dan 5 kg daging cincang. "Ya kalau daging penjualannya masih sepi," tukasnya.
Sedangkan untuk daging ayam meski sudah mengalami penurunan, namun harganya masih belum normal. Harga daging ayam dijual Rp30 ribu. Padahal rata-rata daging ayam normal dijual Rp25 ribu-Rp28 ribu/kg.
Menurut pedagang daging ayam, Aji, harga daging ayam memang fluktuatif. "Kalau daging ayam naik turunnya cepat, kadang dua atau tiga hari sudah naik, dan bisa turun lagi," sebutnya.
Fluktuasi harga daging ayam, kata dia, berbeda dengan daging sapi. Biasanya, harga daging sapi cenderung lebih stabil. "Kalau daging ayam lebih terjangkau, karena kalau naik itu bisa turun lagi. Kalau daging sapi susah turunnya," sebutnya.
Penjualan daging ayam sendiri biasanya didominasi oleh para pedagang, rumah makan dan bakso. "Sekarang yang pedagang bakso juga banyak yang beralih ke daging ayam, biasanya dicampur dengan daging sapi," katanya.
Penjualan setelah Idul Fitri, lanjut dia, dirasakan masih belum mengalami peningkatan. Adanya peningkatan penjualan terjadi pada bulan-bulan Agustus dan juga saat momentum lebaran haji.(jpnn)
Populer
-
JAKARTA-Ketua Fraksi PKS DPR Jazuli Juwaini mengatakan, pihaknya berada di barisan terdepan menginisiasi lahirnya RUU tentang antiLGBT...
-
Menjaga kepercayaan pelanggan merupakan prioritas utama dalam menjalankan usaha, karena jika kepercayaan pelanggan berkurang maka bisnis...
-
JAKARTA-Presiden Joko Widodo meminta BNN dan Polri lebih gencar lagi memberantas narkoba di tanah air. Tak hanya itu, kementerian dan ...
-
FOTO: NANDANG KURNAEDI/RADAR CIANJUR DAFTAR : Salah satu masyarakat saat mendaftar ke stan BPJS Kesehatan pada acara pameran yang dige...
-
JAKARTA-Mabes Polri bertindak tegas terhadap AKBP BH yang menganiaya seorang polisi wanita (polwan) Bripda M di salah satu hotel di Jakar...
-
* Sri dan Eko Rp4 M, Siap Kemenpora? JAKARTA-Kemenpora harus siap-siap merogoh kocek lebih dalam setelah pasangan ganda campuran Tonto...
-
CIANJUR-Sejumlah pihak menyoroti bisnis prostitusi lendir impor yang menyelimuti Cianjur, khususnya kawasan Cianjur Utara beberapa hari ...
-
JAKARTA-Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam) Luhut Binsar Panjaitan mengingatkan para kepala daerah benar-benar p...

Tidak ada komentar: