Radar Cianjur »
cianjur cerdas
»
Nelayan Indonesia Dirikan Madrasah di Taiwan Selatan
Nelayan Indonesia Dirikan Madrasah di Taiwan Selatan
Posted by Radar Cianjur on Jumat, 15 Juli 2016 |
cianjur cerdas
JAKARTA-Sejumlah nelayan asal Indonesia
mendirikan madrasah diniyah di Taiwan selatan untuk memberikan bekal
pengetahuan agama Islam kepada rekan seprofesi mereka.
"Alhamdulillah, kami sudah bisa buka dua
kelas," kata Waslul Mubarok, salah satu pendiri madrasah.
Hati nelayan asal Desa Sawojajar Kebedengan,
Kecamatan Wanasari, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah itu tergerak oleh perjuangan
Muhsin, pendahulunya di Donggang yang mengajari ilmu-ilmu agama para nelayan
dari satu kapal ke kapal lain.
"Dulu para nelayan bisa mengaji karena
Pak Muhsin. Sekarang perjuangan beliau saya teruskan," katanya didampingi
Sekretaris Forum Silaturahmi Pelaut Indonesia (FOSPI) Donggang, Dian Sidik
Ramadani.
Berbekal pengalaman sebagai pengajar di
Madrasah Diniyah Al Awaliyah Mubtadi'in yang didirikan ayahnya di Desa
Wanasari, Mubarok mulai merintis madrasah diniyah di Taiwan sejak delapan bulan
silam. Madrasah Diniyah Buruh Migran Indonesia Miftahul Ulum menempati masjid
yang berada di lantai dua penampungan nelayan Pelabuhan Donggang.
Kegiatan belajar dan mengajar madrasah itu
digelar selepas Isya atau sekitar pukul 20.00 waktu setempat setelah para
nelayan selesai melakukan aktivitasnya di sekitar perairan Selat Taiwan dan
Samudera Pasifik itu. Sebanyak 14 murid kelas satu Ibtidaiyah mendapatkan
pelajaran Akidah Akhlak, Imlak, dan kaligrafi Arab. Sedangkan 10 murid kelas
dua dibekali pelajaran Nahwu, Sharaf, Hadist, dan Fikih di samping Akidah
Akhlak.
"Madrasah ini sangat membantu kami dalam
memahami ajaran Islam. Di kampung halaman, kami tidak sempat belajar seperti
ini," kata Soni, murid kelas dua, yang usianya sudah kepala empat itu.
Pria yang menjadi salah satu personel Satuan
Tugas Tenaga Kerja Indonesia khusus pelaut di wilayah Taiwan selatan itu
berjanji mengupayakan madrasah tersebut tetap ada, meskipun para nelayan silih
berganti pulang karena habisnya masa kontrak tiga tahunan.
Sampai saat ini di Pelabuhan Donggang terdapat
sedikitnya 1.500 nelayan asal Indonesia yang bekerja di sejumlah kapal pencari
ikan berbendera Taiwan.(rep)
Populer
-
JAKARTA-Ancaman terorisme yang kian nyata membuat pemerintah merasa perlu untuk memperkuat pasukan antiteror. Dana fantastis pun siap d...
-
Salurkan Bantuan ke Sindangbarang Peduli : Pengurus DPD NasDem Cianjur memberikan bantuan untuk korban bencana alam di Desa Girimu...
-
CIANJUR–Vonis Pengadilan Negeri Cianjur terhadap Wawan Suherlan (32) warga Kampung Gunung Putri RT/RW 05/08 Desa Sukatani, Kecamata...
-
Asmil Rudi Tiba-tiba saja masalah perilaku seks yang dianggap menyimpang dan bertentangan dengan ajaran agama, menjadi topik yang aktu...
-
CIANJUR- Dewan Pengurus Daerah (DPD) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kabupaten Cianjur melaksanakan Rapat Kerja Daerah (Rakerd...
-
DI tengah-tengah hingar bingar aktivitas masyarakat Cianjur yang meramaikan suasana Car Free Day (CFD), akhir pekan lalu, nampak s...
-
WARUNGKONDANG – Camat Warungkondang, Asep Kustiana Wijaya , melantik dua orang Oejabat Semantara Kepala Desa ( PJS Kades ) , unt...
-
Korwil IMI Cianjur, Indra Winata METRO- Bupati Cianjur, DPRD Cianjur, serta Ikatan Motor Indonesia (IMI) wilayah Cianjur berunding d...

Tidak ada komentar: