Radar Cianjur »
Cianjur Raya
»
BSM Disunat, Gaji Honorer Ditahan
BSM Disunat, Gaji Honorer Ditahan
Posted by Radar Cianjur on Selasa, 23 Agustus 2016 |
Cianjur Raya
FOTO: MAMAT MULYADI/ RADAR CIANJUR
PENYELEWENGAN: Kepala Sekolah SDN Babakancaringin diduga telah melakukan pemotongan dana SM.
BOJONGPICUNG- Sejumlah orangtua murid yang menyekolahkan anaknya di SDN Babakancaringin mengeluh. Mereka menilai, dana Bantuan Siswa Miskin (BSM) di SD yang berlokasi di Kampung Babakancaringin, Desa Cikondang ini disunat Kepala Sekolah (KS).
Informasi yang dihimpun dari sedikitnya 12 orangtua murid menyebutkan, ukan hanya bantuan BSM saja, namun ada anggaran bantuan lainnya diduga tak diterapkan seutuhnya untuk keperluan sekolah dan para siswa. Seperti halnya, gaji sedikitnya delapan guru honorer tak diberikan alias diterima.
"Bantuan BSM yang akan diterima sebanyak 12 siswa sampai detik ini tak diberikan. Padahal itu kan bantuan dari pemerintah langsung yang memang wajib harus diberikan seutuhnya. Mana ini kan tak ada realisasinya sama sekali?," ungkap salah satu ibu siswa yang enggan namanya dikorankan.
Hal senada dikatakan, salah satu guru honorer SDN Babakancaringin yang enggan namanya disebut. Untuk gajih para honorer juga belum diberikan dan diterima padahal banyak keperluan dan kebutuhan untuk sehari-hari.
"Rata-rata uang gaji honorer diberikan sebesar Rp200 ribu sampai Rp300 ribu selama per bulan. Namun, ini sudah tiga bulan tak kunjung juga diberikan juga, padahal kami sangat menunggu," paparnya kepada wartawan ini, siang kemarin.
Terpisah, Kepala Sekolah SDN Babakancaringin, Samsudin membantah dan mengklarifikasi soal tuduhan yang disampaikan kepadanya. Uang gaji sudah diterima dan diberikan kepada guru honorer. Sedangkan untuk persoalan BSM rencananya akan diberikan besok, Rabu (24/8).
BSM pada tahapan pertama sebanyak 40 siswa dan tahap kedua 11 siswa bukan 12 siswa. Kisaran BSM sebanyak Rp225 ribu untuk kelas 1 dan untuk kelas 2 hingga kelas 6 sebesar Rp450 ribu per siswa.
"Nah, karena persoalan ada beberapa guru honorer yang memang jarang masuk sekolah untuk mengajar, maka akan dipotong. Bukan tak diberikan seutuhnya karena tak mengajar siswa sebagaimana kewajiban dan tanggungjawab seorang pendidik," paparnya. (mat)
Populer
-
FOTO: HAKIM/ RADAR CIANJUR ATUR SERANGAN: Siswa MA Nurul Islam kelas 12 menjalani latihan hockey saat jam olahraga di sore hari. ...
-
JAKARTA-Mabes Polri bertindak tegas terhadap AKBP BH yang menganiaya seorang polisi wanita (polwan) Bripda M di salah satu hotel di Jakar...
-
* Sri dan Eko Rp4 M, Siap Kemenpora? JAKARTA-Kemenpora harus siap-siap merogoh kocek lebih dalam setelah pasangan ganda campuran Tonto...
-
CIANJUR-Sejumlah pihak menyoroti bisnis prostitusi lendir impor yang menyelimuti Cianjur, khususnya kawasan Cianjur Utara beberapa hari ...
-
BELUM BERSIH: Gedung Mahkamah Agung (MA) di Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat. Foto: dokumen JPNN.Com JAKARTA-Komisi Pemberantas...
-
FOTO: MAMAT MULYADI/ RADAR CIANJUR PERANGI DBD: Cecep Hendra dan Udin Wahyudin mengimbau masyarakat untuk melakukan PSN berkala. ...
-
* Terbang dari Cilacap, Tiga Selamat BANDUNG-Pesawat latih jenis Piper Warrior 172 Cessna mendarat darurat di area persawahan di Desa ...
-
JAKARTA-Meski berada di barisan pendukung pemerintah, Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) di DPR belum satu suara soal kebijakan Preside...

Tidak ada komentar: