Bupati jadi Ketua Pembina STAI Al-Azhary

NARASUMBER: Bupati Cianjur, Irvan Rivano jadi pamateri kuliah umum, bersama Ketua Kopertais, dan Ketua STAI Al-Azhary.


CIANJUR-Bupati Cianjur, Irvan Rivano Muchtar, Rabu (14/9), dinobatkan menjadi Ketua Dewan Pembina Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Al-Azhary Cianjur. Penobatan Bupati Cianjur itu dilakukan  pada kegiatan kuliah umum tahun akademik 2016/2017 di aula Kampus Al-Azhary yang dihadiri Ketua Koordinator Perguruan Tinggi Agama Swasta (Kopertais) Jabar-Banten, Prof. Mahmud.

Ketua STAI Al-Azhary,  H Imang Winata, usai penyerahan SK Dewan Pembina kepada Bupati Cianjur mengatakan, penobatan Bupati Cianjur, sebagai tanda dukungan penuh STAI Al-Azhary atas visi-misi dan program Pemkab Cianjur yang memiliki motto membangun Cianjur lebih maju dan agamis, disamping bantuan dari Pemkab Cianjur cukup besar untuk STAI Al-Azhary.

Menurut Imang, sebagai dukungannya terhadap program keagamaan, mahasiswa Al-Azhary disebar di 6 kecamatan pada kegiatan Kuliah Kerja Mahasiswa Terpadu (KKMT), semua mahasiswa menjadi imam salat berjamaah subuh serta memimpin asar mengaji di tempat KKMT masing-masing.

“ Di kampus ini juga telah dibentuk Lembaga Study Ilmu Alquran,” kata H Imang Winata.

Kuliah umum itu menampilkan dua pemateri, selain Ketua Kopertais Jabar Banten Prof. Mahmud, juga Rektor Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Jati (UIN-SGD) Bandung juga Bupati Cianjur, Irvan Rivano Muchtar, keduanya memberikan gambaran tentang pentingnya pendidikan keagamaan sekarang ini.

Bupati Irvan mengakui, baru pertama kalinya dia memberikan kuliah umum, padahal didirinya masih mahasiswa S3 di Unpas Bandung. Karena itu, Bupati membuka materinya dengan melempar pertanyaan kepada 3 orang mahasiswa, diantara pertanyaan yang diajukan mahasiswa itu soal lapangan kerja.

“Agar penyampaian materi saya sesuai dengan yang dikehendaki mahasiswa,” katanya.

Bupati mengatakan, hendaknya generasi muda membangun dirinya sebagai pembuka lapangan kerja, bukannya sebagai pencari kerja. Semua itu bisa ditempuh dengan inovatif, kreatif untuk membuka kekayaan Cianjur di segala bidang.

“Orang harus belajar Bahasa Sunda, belajar kesenian, belajar ngaji, belajar maenpo ke Cianjur serta belajar berekonomi, terutama pertanian ke Cianjur, kalau kita mampu mengembangkannya. Karena semua potensi ada di Cianjur. Untuk itulah Cianjur punya jargon Cianjur Jago,” kata Bupati Cianjur.(ras)




Tidak ada komentar:

Write a Comment


Top