Radar Cianjur »
Berita Utama
»
Pekerja Perempuan Dikeluhkan Suami
Pekerja Perempuan Dikeluhkan Suami
Posted by Radar Cianjur on Jumat, 30 September 2016 |
Berita Utama
CIANJUR-Menyusul wacana pemberlakuan aturan tentang persentase jumlah pekerja perempuan, Bupati Cianjur, Irvan Rivano Muchtar mengaku sudah banyak menerima keluhan dari masyarakat sepanjang wilayah Karangtengah hingga Haurwangi. Keluhan tersebut yang mendasari bupati untuk menyiapkan regulasi yang mengatur jumlah persentase pekerja perempuan, terutama yang bekerja di sektor industri seperti pabrik.
Berbagai keluhan dari para suami, kata Bupati, kebanyakan ingin bekerja, bukan menjadi bapak rumah tangga sambil mengurus anak di rumah. Ulas Irvan, keluhan yang paling sering ia dengar dari masyarakat tentang tugas seorang suami sebagai kepala rumah tangga dan tugas seorang istri sebagai ibu rumah tangga kini berbalik seiring menjamurnya pekerja perempuan di pabrik.
"Sekarang ini sudah berbalik posisi. Perempuan bekerja, laki-laki tidak bekerja. Ada yang bekerja tapi hanya jadi tukang ojek. Kadang hanya jadi ojek untuk antar jemput istrinya yang bekerja," kata Irvan.
Hal tersebut pula, lanjut Irvan, yang kerap menyumbang angka perceraian melambung di Cianjur. Laki-laki sebagai kepala rumah tangga tergerus oleh tugas istri yang menjadi tulang punggung keluarga. Persoalan itu yang kerap mengancam ketahanan keluarga terancam.
"Ketika di rumah, si istri minta cerai karena si suami tidak bekerja. Penghasilan si suami nihil, sementara ekspektasi si istri tinggi. Nah, itu yang jadi masalah," ujar bupati serius.
Oleh karena itu, Irvan kini tengah mempersiapkan langkah uji coba regulasi dalam mengubah persentase pekerja dari sebelumnya 80 persen wanita, 20 persen pria menjadi sebaliknya, 80 persen pekerja pria dan 20 persen pekerja wanita. Sejatinya menurut Irvan, yang seharusnya bertugas bekerja dan mencari nafkah adalah kaum pria.
"Perempuan itu harus dihargai tugasnya sebagai ibu rumah tangga. Bukan tidak boleh bekerja, tapi hanya dibatasi jumlahnya. Sekarang akan kita gojlok regulasi yang baik nantinya seperti apa," pungkas Irvan didampingi rekannya, Abdul Kholik kepada Radar Cianjur.(lan)
Populer
-
ILUSTRASI CIANJUR-Istilah 'Salam Pramuka' dan 'Salam OSIS' berada di daftar pencarian teratas dalam sebuah mesin telus...
-
BERBICARA soal Puasa langsung terbayang di benak kita yaitu menahan lapar dan haus dari mulai waktu Imsak setelah sahur hingga bedug Magr...
-
FOTO: M SUYUDHI/RADAR CIANJUR UNDUR DIRI: Kabid Kependudukan Disdukcapil Cianjur, Sulastri masih menjalani aktivitas rutinnya di ruan...

Tidak ada komentar: