Mahasiswa Jangan Golput, Pilih Dulu Baru Kritik

Agus Rusandi
CIANJUR - Jelang perhelatan pesta demokrasi Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pemilukada) serentak di sejumlah kabupaten/kota di Indonesia pada 9 Desember (hari ini), segenap elemen masyarakat dituntut untuk berperan aktif dalam mensukseskan pesta demokrasi tersebut, termasuk mahasiswa. Pada pesta demokrasi kali ini, mahasiswa diminta tidak menjadi kaum apatis yang lebih memilih untuk menjadi Golongan Putih (Golput).
“Mahasiswa digolongkan sebagai pemilih pemula yang berpotensi untuk meningkatkan partisipasi masyarakat dalam memilih kepala daerah. Tidak hanya itu, mahasiswa pun memiliki peran strategis untuk mencerdaskan masyarakat dalam berdemokrasi,” ungkap salah seorang mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Suryakancana (FH Unsur), Agus Rusandi.
Lanjut Agus, sebagaimana mahasiswa menjadi target penting Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) dalam upaya sosialisasi, mahasiswa tidak hanya bisa berperan sebagai pemilih aktif, melainkan juga bisa berperan sebagai penyebar informasi dalam pelaksanaan demokrasi kedepannya.
“Kalau kita lihat dari statistik, kami sebagai mahasiswa cukup tinggi rasa kepeduliannya terhadap kondisi daerah. Itu yang membedakan mahasiswa sebagai pemilih pemula dengan masyarakat pada umumnya. Karenanya kita sering menjalin kerjasama dengan perguruan tinggi swasta maupun negeri dalam rangka menyampaikan pendidikan politik ini,” lanjutnya.
Agus menilai, mahasiswa sebagai agent of change seringkali menggelar aksi mengkritisi kebijakan pemerintah yang dinilai tidak berpihak kepada masyarakat. Hal ini dinilai sebagai salah satu peran aktif mahasiswa.

“Namun tidak sedikit pula mahasiswa yang apatis terhadap Pilkada itu sendiri. Tentunya sangat kontadiktif, tidak sesuai dengan nilai kepedulian mahasiswa terhadap pemerintahan itu sendiri,” ujarnya menyayangkan. (cr2)


Tidak ada komentar:

Write a Comment


Top