Besok, Warga Cianjur Nyoblos

CIANJUR-Pemilihan kepala daerah (Pilkada) Kabupaten Cianjur, digelar besok (Rabu, 9 Desember 2015). Persiapan pun sudah dilakukan KPU Cianjur, Panwaslu Cianjur dan pihak Kepolisian, dengan meningkatkan kinerja demi suksesnya pesta demokrasi lima tahunan ini.
Divisi Sosialisasi KPU Cianjur Hilman Wahyudi mengatakan, pihaknya telah berupaya semaksimal mungkin mensosialisasikan Pilkada 9 Desember mendatang, hingga ke berbagai kalangan termasuk kaum disabilitas lewat Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) dengan harapan tingkat partisipasi masyarakat tinggi.
"Ikhtiar yang dilakukan sudah maksimal dengan harapan tingkat partisipasi masyarakat tinggi hal itu pun bukan tanpa kendala. Namun kendala yang dialami tidak begitu serius sehingga semua kendala bisa diatasi," kata Hilman kepada Radar Cianjur, kemarin (7/12).
Senada diungkapkan, Divisi Logistik KPU Cianjur Baban Marhaenda, logistik Pilkada sudah dikirimkan ke beberapa wilayah di Cianjur dengan lama pengiriman 2-3 hari. "Distribusi logistik aman dan lancar, walaupun kini sudah memasuki musim penghujan," tuturnya.
Pihaknya mengatakan, jumlah surat suara 1.797.724 termasuk jumlah surat suara tambahan dan rusak 2,5 persen, dan jumlah kotak suara untuk TPS 7.842, sedangkan tingkat PPK mencapai 96 personil. "Distribusi logistik tuntas dua hingga tiga hari lalu," ungkap Baban.
Selain itu, Panwaslu Cianjur pun sampai saat ini terus bergegas melakukan upaya-upaya pengawasan untuk mencegah adanya tindak pelanggaran demi kesuksesan Pilkada 9 Desember mendatang.
Ketua Panwaslu Cianjur Saepul Anwar menyebutkan, hingga kini pihaknya terus melakukan upaya pengawasan dan pencegahan salah satunya pemanggilan para kepala dinas Pemkab Cianjur. Hal itu dilakukan untuk mengantisipasi ada pengerahan para PNS yang ada di bawah kepala organisasi perangkat daerah (OPD). "Kami sudah membuat nota kesepahaman dengan para kepala dinas agar tidak mengerahkan massa," tuturnya.
Hingga kini pihaknya memperkirakan kerawanan kecurangan terutama money politik di wilayah Cianjur selatan. Pasalnya informasi terus berdatangan soal jarak rumah warga ke tempat pemungutan suara (TPS) berjauhan, sehingga masyarakat apabila tidak diiming-imingi oleh uang mereka enggan untuk berangkat ke TPS. "Namun apabila ada dugaan money politik akan kami telusuri, baik itu si penerima ataupun si pemberi akan dikenakan sanksi," tuturnya.
Sampai saat ini pihaknya telah menerima 14 laporan pelanggaran yang lebih didominasi oleh pasangan nomor urut 2 Irvan Rivano Muhtar-Herman Suherman (BERIMAN) dan pasangan nomor urut 3 Suranto-Aldwin Rahadian (SUARA). "Kami berharap Pilkada 9 Desember mendatang bisa berjalan lancar tidak ada black campaign, money politik dan pelanggaran administrasi semua itu perlu diawasi oleh semua elemen,” harapnya.
Divisi Pengawasan Panwaskab Agus Jaelani juga menambahkan, bahwa dimasa tenang akan melakukan penurunan alat peraga kampanye. "Persiapan memasuki masa tenang diantaranya melakukan penurunan alat peraga kampanye, memiliki tugas dalam kegiatan tersebut diantaranya panwas, KPU dan Satpol PP, sedangakan untuk pengawasan pungut hitung, panwas memaksimalkan pengawas TPS," kata Agus.
Kapolres Cianjur AKBP Asep Guntur Rahayu mengatakan, pihaknya mengerahkan 1.100 personil dibantu dengan beberapa satuan lain seperti Kodim dan Linmas dalam pengamanan Pilkada kali ini. Pihaknya telah memprediksi kerawanan konflik di setiap daerah pasalnya ada pendukung paslon nomor urut 1, 2 dan 3 di tingkat kecamatan. "Sebagai langkah antisipasi kerawanan konflik, kami sudah lakukan koordinasi dengan semua elemen berkumpul dengan menghimbau agar mereka tidak bermain hakim sendiri," tuturnya, seraya mempersilahkan pilih sesuai dengan keinginan masing-masing dan apabila melihat pelanggaran di lapangan segera laporkan ke Panwas.(cr1/dil)


Tidak ada komentar:

Write a Comment


Top