Radar Cianjur »
Cipanas
»
Geliat Praktek Kawin Kontrak di Wilayah Cipanas Diam-diam Melakukan Kawin Kontrak dengan Perempuan Lokal
Geliat Praktek Kawin Kontrak di Wilayah Cipanas Diam-diam Melakukan Kawin Kontrak dengan Perempuan Lokal
Posted by Radar Cianjur on Senin, 18 Januari 2016 |
Cipanas
Praktek kawin kontrak di wilayah Cipanas dan sekitarnya masih banyak terdengar. Praktek kawin kontrak biasanya banyak dilakukan oleh para oknum WMN asal timur Tengah yang banyak hilir mudik di kawasan yang disebut mereka sebagai kawasan Jabal Al Akhdar (Gunung Hijau) yang penuh pohon dengan udara sejuk.
Meskipun pemerintah melalui KUA dan Satpol PP beberapa kali melakukan
sosialisasi serta penegasan larangan kawin kontrak dan prostitusi, namun
praktek kawin kontrak masih banyak dilakukan orang terutama WNA asal timteng.
Tokoh Masyarakat Sukanagalih Mahfud menuturkan, walaupun saat ini
kunjungan wisatawan asal Timur Tengah ke
wilayah Cianjur Utara agak berkurang. Namun mereka diam-diam kerap melakukan
kawin kontrak dengan perempuan lokal.
"Yang saya ketahui kawin kontrak masih saja dilakukan wisatawan
asal Timur Tengah. Jelas praktek terselubung ini sangat meresahkan
masyarakat," tuturnya.
Menurutnya, biasanya mereka melakukan praktek kawin kontrak dengan
kurun waktu yang cukup bervariasi, mulai
dari dua minggu hingga empat bulan. "Sedangkan untuk tarif sendiri saya
belum mengetahui secara rinci," akunya.
Ditambahkannya, dari hasil kawin kontrak, sejumlah perempuan lokal
sempat hamil dan melahirkan anak-anak tak berdosa. Bahkan diantara mereka
banyak yang tidak memiliki bapak dengan status yang jelas.
Humas KUA Kecamatan Cipanas Abdul Azis mengatakan, hingga saat ini atau
bulan Januari belum ada WNA asal Timteng yang menikah secara resmi. Berbeda
dengan bulan-bulan lainnya, biasanya ada saja WNA asal timteng yang menikah
secara resmi.
"Kawin kontrak melanggar aturan agama, mereka juga melanggar
aturan pemerintah," katanya.
Kepala Desa Sukanagalih Dudung Djaenudin menambahkan, kedatangan
wisatawan asal Timur Tengah memberikan dampak positif terhadap perekonomian.
Namun dibalik itu, ada juga dampak negatifnya seperti maraknya prostitusi dan
kawin kontrak.
"Mereka seolah merubah budaya kita. Makanya kami terus-menerus
memberikan pemahaman kepada masyarakat, agar terjauh dari praktek-praktek
prostitusi,” tukasnya.
Ditambahkannya, praktek praktik kawin kontrak tidak menutup kemungkinan
bisa merusak moral masyarakat. "Makanya saya mengharapkan sekali ada
penindakan tegas dari pemerintah menyikapi hal ini," ungkapnya.(**)
Populer
-
CIANJUR- Bingung cari jasa perjalanan?, Cianjur Travel di Jalan KH Abdullah Bin Nuh Cianjur solusinya. Selain menyediakan tiket pesawa...
-
JAKARTA - Asosiasi Pesepak Bola Profesional Indonesia (APPI) mendeklarasikan diri menolak turnamen-turnamen yang digelar. Mereka yang me...
-
HAURWANGI- Yayasan Agenda Hijau Indonesia (YAHI) Kabupaten Cianjur, mewakili kelompok tani desa di Kecamatan Haurwangi turut soroti Program...
-
CIANJUR-Tak henti-hentinya satuan narkoba Polres Cianjur memberantas peredaran narkoba diwilayah hukumya. Senin(14/03) dua orang pengedar...
-
CIANJUR– Rabu (20/4) kemarin, sedikitnya 55 peserta yang terdiri dari Aparatur Sipil Negara (ASN) yang berkaitan dengan penyelenggaraa...
-
CIANJUR-Tiga siswa SMAN 1 Cianjur berhasil mendapatkan nilai ujian nasional tertinggi. Ketiga siswa itu diantaranya, Muhammad Audie (1...
-
Ahmad Muzani JAKARTA-Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Gerindra Ahmad Muzani mendesak Presiden Joko Widodo atau Jokowi member...
-
JAKARTA-Ketua Umum Partai Golkar hasil Munas Ancol, Agung Laksono menyambangi Istana Negara, Senin (11/1) sore. Ia mengaku diundang Pre...


Tidak ada komentar: