Warga Sukaresmi Minta Harga Gas Turun


SUKARESMI- Sejumlah warga di Kecamatan Sukaresmi memprotes harga tabung gas elpiji ukuran tiga kilogram yang dinilai mahal dan jauh dari Harga Eceran Tertinggi (HET). Warga mendesak agar harga segera diturunkan.
Warga Desa Ciwalen Cep Nurul Huda mengatakan, stok tabung gas ukuran tiga kilogram saat ini masih mencukupi dan tidak sulit. Namun harganya mahal sehingga membebabni warga yang kurang mampu.
"Dipasaran harga tabung gas ukuran tiga kilogram Rp22 ribu hingga Rp24 ribu per tabung. Kami mendesak ada ketegasan dari pemerintah guna menyikapi masalah ini," desaknya.
Menurutnya, harga BBM jenis premium sudah turun menjadi Rp7.050 per liter, dan harga solar turun menjadi Rp5.950 per liter. Kondisi ini berbalik dengan harga eceran tabung gas elpiji ukuran tiga kilogram.
"Jika saja pemerintah menurunkan HET, kemungkinan harga yang diterima di masyarakat bisa lebih murah,” tuturnya.
Pengelola Pangkalan Joglo Gas di Sukaresmi Ndun Junaedi menjelaskan, pasokan tabung gas elpiji ukuran tiga kilogram hanya berkisar 300 tabung per hari. Jumlah itu tidak memenuhi kebutuhan masyarakat yang tinggi, karena beban kebutuhan masyarakat di atas 300 tabung.
"Banyak masyarakat yang tak kebagian, sehingga kami mengharapkan penambahan pasokan," jelasnya.
Diakuinya, selama ini pihaknya selalu menjual tabung gas sesuai dengan HET yakni Rp16.000 ke  pengecer. Akan tetapi anehnya sampai ke masyarakat harganya jauh di atas Rp 16.000.

"Kami sangat menyayangkan harga yang diterima masyarakat jauh dari HET, sehingga membebani warga tak mampu. Namun itu bukan kewenangan kami untuk menindaknya," ungkapnya.(fhn)


Tidak ada komentar:

Write a Comment


Top