Mengemis jadi Lahan Bisnis di Cianjur


CIANJUR – Persoalan pengemis di wilayah Kota Cianjur hingga kini belum usai dituntaskan oleh Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Cianjur. Keberadaan mereka di Cianjur seolah mempunyai celah yang lebar dalam beraktivitas menjalankan pekerjaan tersebut. Hal ini lambat laun menjadi bahan kekhawatiran bagi sebagian elemen masyarakat, yang menilai bahwa apabila dibiarkan akan menjadi salahsatu penyakit masyarakat Cianjur.
Wakil Ketua Bidang Advokasi Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Cianjur, Asep Supriatna, kepada Radar Cianjur mengatakan bahwa keberadaan para pengemis yang berbadan sehat dan segar bugar sebetulnya tidak hanya di Cianjur saja, karena bagi mereka, kegiatan memelas seolah sudah menjadi bisnis yang menjanjikan.
Pemerintah harus terus melakukan pengawasan dan melakukan razia kepada para pencari uang hina itu, karena apabila dibiarkan, mereka seolah diberikan celah untuk menjadi penyakit masyarakat,” terang Asep kepada Radar Cianjur, hari Senin (25/1) kemarin.
Asep menambahkan, yang lebih nahasnya lagi, keberadaan mereka yang lebih banyak di depan Mesjid Agung Cianjur, tepat di depan Kantor Pemerintah Kabupaten Cianjur, menurutnya adalah hal yang sangat memalukan.
“Keberadaannya perlu terus diawasi dan dirazia oleh pemerintah, Jangan sampai pemerintah melakukan razia hanya sebatas menggugurkan kewajiban saja, namun harus dibarengi dengan istiqomah seperti halnya keberadaan para Pedagang Kaki Lima (PKL) di jalan raya Cianjur. Mereka tidak berani lagi berjualan karena ada efek jera dari upaya Satpol-PP (Satuan Kepolisian Pamong Praja—red) yang terus melakukan pengawasan,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Pelayanan Rehabilitasi Sosial Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) Kabupaten Cianjur, Acep Somantri, mengatakan bahwa keberadaan para pengemis ini susah sekali untuk dirangkul. Namun ia menyanggupi apabila ada gelandangan dan pengemis yang siap untuk diberikan pendidikan dan pelatihan, pihaknya siap untuk memfasilitasi mereka agar tidak meminta-minta lagi di jalanan.

Kami siap untuk memberangkatkan mereka, untuk dilatih sesuai dengan keinginannya. Kami menyediakan berbagai pelatihan, salahsatunya keterampilan perbengkelan, komputer, menjahit dan lain-lain. Setelah pulang dari pelatihan mereka akan dibekali modal untuk menngembangkan usahanya, supaya hasil dari pelatihan berdampak,” ujarnya. (cr1)     


Tidak ada komentar:

Write a Comment


Top