Radar Cianjur »
Metro Cianjur
»
Mengemis jadi Lahan Bisnis di Cianjur
Mengemis jadi Lahan Bisnis di Cianjur
Posted by Radar Cianjur on Selasa, 26 Januari 2016 |
Metro Cianjur
CIANJUR – Persoalan pengemis di
wilayah Kota Cianjur hingga kini belum usai dituntaskan
oleh Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Cianjur. Keberadaan mereka di
Cianjur seolah mempunyai celah yang lebar dalam
beraktivitas menjalankan pekerjaan tersebut. Hal ini lambat laun menjadi bahan kekhawatiran bagi sebagian elemen masyarakat, yang menilai bahwa apabila
dibiarkan akan menjadi salahsatu penyakit masyarakat
Cianjur.
Wakil Ketua Bidang Advokasi Pergerakan
Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Cianjur, Asep Supriatna, kepada Radar Cianjur mengatakan bahwa keberadaan para pengemis yang berbadan sehat dan segar bugar sebetulnya
tidak hanya di Cianjur saja, karena
bagi mereka, kegiatan memelas seolah sudah menjadi bisnis yang menjanjikan.
“Pemerintah harus terus melakukan pengawasan dan melakukan razia kepada para
pencari uang hina itu, karena apabila dibiarkan, mereka seolah diberikan celah untuk menjadi penyakit masyarakat,” terang Asep kepada Radar Cianjur, hari Senin (25/1)
kemarin.
Asep menambahkan, yang lebih nahasnya lagi, keberadaan mereka yang
lebih banyak di depan Mesjid Agung Cianjur, tepat di depan Kantor Pemerintah Kabupaten
Cianjur, menurutnya adalah hal
yang sangat memalukan.
“Keberadaannya perlu terus diawasi dan dirazia oleh pemerintah,
Jangan sampai pemerintah melakukan razia hanya sebatas menggugurkan kewajiban saja, namun harus dibarengi
dengan istiqomah seperti halnya keberadaan para Pedagang Kaki Lima (PKL) di jalan raya Cianjur. Mereka tidak berani lagi berjualan karena ada efek jera dari upaya
Satpol-PP (Satuan Kepolisian Pamong Praja—red) yang terus melakukan pengawasan,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Pelayanan Rehabilitasi Sosial Dinas Sosial
Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) Kabupaten Cianjur, Acep Somantri, mengatakan bahwa keberadaan para pengemis ini susah
sekali untuk dirangkul. Namun ia
menyanggupi apabila ada gelandangan dan pengemis yang siap
untuk diberikan pendidikan dan pelatihan, pihaknya siap untuk memfasilitasi mereka agar
tidak meminta-minta lagi di jalanan.
“Kami siap untuk memberangkatkan mereka, untuk dilatih sesuai dengan keinginannya. Kami menyediakan berbagai
pelatihan,
salahsatunya keterampilan perbengkelan, komputer, menjahit dan lain-lain. Setelah pulang dari
pelatihan mereka akan dibekali modal untuk menngembangkan usahanya, supaya
hasil dari pelatihan berdampak,” ujarnya. (cr1)
Populer
-
* Jawapos Kuasai 70 Persen Saham SURABAYA-Persebaya Surabaya resmi memiliki struktur kepemilikan baru plus manajemen baru. Rapat umum pe...
-
Foto: Fadilah Munajat/ Radar Cianjur Camat Warungkondang Candra Dwi Kusumah WARUNGKONDANG–Masih hangat pasca aksi demo Forum Masyr...
-
Bakal Diatur dalam Peraturan Menteri CIANJUR-Jika belanja di minimarket, supermarket, dan hypermarket, kini Anda tidak bisa minta kan...
-
PETUGAS BNNK tes urine siswa SMAN 1 Ciranjang. CIANJUR-Antisipasi bahaya penyalahgunaan narkoba di kalangan pelajar dan di lingkungan s...
-
CIPANAS - Koperasi Baitul Maal Wat-Tamwil (KBMT) As-salam, di Jl. Raya Pacet Cipanas, bergerak di bidang simpan pinjam dan pembiya...
-
BANDUNG - Divisi Honda Customer Care Centre (HC3) PT Daya Adicipta Motora mengemban tanggung jawab untuk mengembangkan sumber day...
-
GIANYAR - Laga hidup dan mati akan tersaji di laga Bali Island Cup (BIC) 2016 mempertemukan Persib melawan Arema Cronus, (23/2) di Stadi...
-
CIANJUR – Gelaran Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) yang dilangsungkan secara serentak se-Kabupaten Cianjur pada Minggu (29/5) kemarin, ...


Tidak ada komentar: