Mengupas Ketegasan Presiden Soal Kebakaran Lahan Kepala Daerah yang Lalai, Bisa Dicopot Jabatannya


Beberapa waktu yang lalu, Presiden Joko Widodo mengemukakan dirinya akan mencopot jabatan kepala daerah yang tak bisa menangani kebakaran lahan di daerahnya masing-masing. Jika diulas, melihat kondisi Cianjur, terbilang masih banyak lahan yang sangat berpotensi terjadinya kebakaran lahan. Seperti apa pihak-pihak terkait mampu mengantisipasi bencana yang diakibatkan ulah manusia tersebut.
Beberapa waktu lalu, Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo sempat membuat pernyataan yang mencengangkan terkait kebakaran lahan yang marak terjadi di sebagian kawasan Indonesia. Tak tanggung-tanggung, Presiden Jokowi mengancam akan mencopot jabatan kepala daerah yang dianggap tak mampu mengantisipasi kebakaran lahan yang terjadi di daerahnya.
Bukan tanpa alasan. Pasalnya, bencana yang terjadi akibat ulah manusia tersebut dipandang sebagai bencana darurat yang sangat mengancam keselamatan manusia. Bahkan, Indonesia juga sempat dinyatakan darurat kabut asap akibat maraknya kebakaran lahan yang terjadi.
Bila berkaca pada kondisi Cianjur, bisa dibilang potensi terjadinya kebakaran lahan cukup besar mengingat masih banyaknya lahan strategis di sejumlah kawasan Cianjur. Salah satu peristiwa yang pernah terjadi di Cianjur adalah terbakarnya lahan seluas 10,2 hektare Alun-alun Suryakancana, Taman Nasional Gunung-Gede Pangrango (TNGGP) beberapa waktu lalu, tepatnya Minggu (27/9/2015) kemarin.
Itu artinya, bila tak ingin jabatannya dicopot, pemerintahan Cianjur kedepan harus menaruh perhatian serius terhadap potensi kebakaran lahan tersebut. Seperti yang disampaikan oleh Pegiat Lingkungan, Penyair Hijau, Dadang Suparman. Pihaknya sangat menyambut baikhal tersebut yang memang sudah seharusnya dilakukan sejak dulu.
“Kalau kami lihat di Cianjur sendiri masyarakatnya sudah menaruh kesadaran yang tinggi terhadap lingkungan. Mulai dari kalangan pelajar, mahasiswa, TNI, maupun dinas-dinas terkait. Semuanya tidak saling menyalahkan dan tidak saling mengandalkan,” ujar Dadang.
Dadang melihat, penghancuran manusia terhadap alam ini sudah terlalu sering terjadi dimana-mana, tak terkecuali di Cianjur. Ia pun berharap agar pemerintah daerah, khsusnya Pemkab Cianjur dapat berjalan beriringan sesuai dengan arahan presiden.
“Saya sepakat, kalau pimpinan tidak peduli terhadap lingkungan, lebih baik dicopot saja. Kalau tidak melangkah sekarang, kapan lagi? Anak cucu kita nanti akan bagaimana? Itu yang perlu diperhatikan bersama,” imbuh Dadang serius.
Ia juga berharap agar Cianjur kedepan dapat semakin sadar lagi akan pentingnya memelihara kelestarian lingkungan, bukan cuma menanggapi kebakaran lahan, melainkan berbagai pemeliharaan lainnya yang bersifat kontinyu.

“Seperti contohnya kebakaran di Alun-alun Suryakancana TNGGP kemari, kita sudah kecolongan. Mudah-mudahan kedepannya tidak terjadi hal yang demikian,” harapnya. (**)


Tidak ada komentar:

Write a Comment


Top