Omzet Pedagang Turun 50%


CILAKU – Para Pedagang di Pasar Induk Pasirhayam, Kecamatan Cilaku, mengeluhkan turunnya pendapatan mereka, pasca direlokasidari lokasi pasar induk lama ke pasar induk baru.
Jauhar (45), salahseorang pedagang telur di Pasar Induk Pasirhayam mengaku, pasca pindah ke lokasi pasar yang baru, pendapatannya turun drastis hingga 50 persen.
''Biasanya sehari habis 200 kilo, semenjak pindah paling habis 100 kilo. Omzet saya menurun sampai 50 persen,Pak," ujar Jauhar kepada Radar Cianjur, hari Minggu (24/1) kemarin.
Menurutnya, penurunan omzet tersebut karena para pembeli malas jika harus belanja ke Pasar Pasirhayam, yang selain jaraknya dari pusat Kota Cianjur lumayan jauh,juga harus 2 kali naik angukatan kota (angkot) untuk sampai kesana, sehingga pembeli cenderung memilih belanja ke Pasar Ramayana yang lebih mudah dicapai.
“Pembeli malas kalau harus naik angkutan kota,” kata Jauhar.
Irwan (33), pedagang lainya, mengatakan bahwa Pasar Induk Pasirhayam juga rawan maling, sehingga pembeli ketakutan jika harus belanja ke tempat tersebut.
“Hingga saat ini saya dengar sudah ada 22 orang yang hilang motor saat parkir di pasar,”kata Irwan.
Hal serupa juga dikatakan Agus (40), masih pedagang di tempat yang sama, yang menyampaikan bahwa sistem parkir di Pasar Pasirhayam tidak beraturan.
“Jika pembeli berhenti di Blok A, diminta bayaran parkir 2000 rupiah. Kemudian kalau parkirnya pindah ke Blok B, diminta lagi bayaran parkir 2000 rupiah.Hal ini jelas membuat para pembeli malas belanja ke Pasirhayam,” tambah Agus.
Karena hari libur, sampai berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi yang bisa didapat dari pihak pengelola pasar dan instansi terkait mengenai hal ini. (dil)



Tidak ada komentar:

Write a Comment


Top