Bantah Ada Politisasi Perekrutan Tenaga Ahli

TA Daerah Kemendes, Vera Heryanti bantah ada politisasi perekrutan tenaga ahli
CIANJUR - Sekitar 200 orang melakukan demonstrasi di depan Istana Presiden, Rabu (23/3) lalu. Mereka memprotes soal proses rekrutmen petugas pendamping desa yang dianggap tidak transparan. Massa menduga ada politisasi dalam proses rekrutmen yang dijalankan.

Tenaga Ahli Daerah Kementerian Pedesaan, Vera Heryanti membantah adanya politisasi dalam perekrutan tenaga ahli. Menurutnya, dalam rekrutmen pendamping desa sepenuhnya dilakukan secara terbuka untuk memenuhi kebutuhan pendampingan.

“Kita direkrut sebagai tenaga ahli melalui mekanisme yang telah ditentukan BPMPD Jabar, mulai dari pendaftaran online dan pengiriman berkas persyaratan administrasi, yang kemudian masuk long list untuk mengikuti seleksi tenaga ahli pendamping desa, jadi tidak ada yang namanya politisasi,” ujarnya.

Untuk menjadi tenaga ahli, Vera dan yang lainnya telah melakukan test tulis dan wawancara di Gading Hasibuan Bandung pada tanggal 28 Desember 2015.

“Jadi semuanya itu berdasarkan mekanisme perekrutan, bukan hasil politisasi,” tegasnya.

Sementara itu, Direktur Jenderal Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa Kementerian Pedesaan, Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, Erani Yustika mengatakan, proses rekrutmen pendamping desa secara terbuka sudah diatur dalam UU No 6/2014 tentang desa dan Permendes No. 3/2015.

Dana desa yang diamanatkan dalam UU Desa tersebut sudah mengalir dari pemerintah pusat ke desa sejak medio 2015. Persoalan muncul karena di desa belum ada pendamping desa.

Erani juga sempat merespons isu soal keharusan adanya rekomendasi dari PKB untuk menjadi pendamping desa. Ia menjelaskan bahwa hak pelaksanaan rekrutmen ada di satuan kerja provinsi.

"Kalo kemudian PKB bisa mengatur hal itu, silakan dicek. Berapa banyak kader PKB yang jadi gubernur. Dan misalnya benar parpol bisa mengintervensi proses seleksi, bisa dihitung, siapa yang akan meraup keuntungan? Tentu partai-partai yang dominan di daerah, yang kadernya menjadi gubernur," tutur dia.

(radar cianjur/jun)


Tidak ada komentar:

Write a Comment


Top