Radar Cianjur »
Cianjur Raya
»
Jalan Raya Bandung Butuh Penyeberangan
Jalan Raya Bandung Butuh Penyeberangan
Posted by Radar Cianjur on Kamis, 17 Maret 2016 |
Cianjur Raya
KARANGTENGAH – Para pejalan kaki yang sering
menyeberangi ruas Jalan Raya Bandung, khususnya warga di beberapa kecamatan seperti Karangtengah, Haurwangi, dan Kecamatan Sukaluyu, berpendapat bahwa sudah waktunya di ruas jalan tersebut dilengkapi dengan
jembatan penyeberangan. Meningkatnya aktivitas di jalan tersebut semakin hari
semakin dirasakan terbebani dengan meningkatnya kerawanan akan kecelakaan
lalulintas.
Jujun (45), salahseorang pejalan kaki warga Desa Hegarmanah, Kecamatan
Karangtengah, menyampaikan bahwa di jalur tersebut semakin sering
terjadi kecelakaan dan tabrak lari hingga merenggut nyawa pejalan kaki dan
pengendara sepeda motor.
"Harusnya Pemerintah Daerah Cianjur proaktif untuk mengajukan permohonan ke Pemerintah Provinsi Jawa Barat,
atau Pemerintah Pusat untuk membangun
jembatan penyeberangan. Kalau ada jembatan, bisa meminimalisir terjadinya kecelakaan, khususnya yang
terjadi kepada para pejalan kaki,” ujarnya.
Sejauh pantauan Radar Cianjur, di ruas jalan yang menjadi
akses utama lalulintas Cianjur-Bandung ini, dengan meningkatnya kegiatan
industri dan pembukaan sejumlah sentra usaha di wilayah ini, kesibukan jalan
semakin bertambah, sementara tingkat keamanannya tidak diperhatikan dengan baik
oleh pemerintah.
Ikbal (36), salahseorang pemuda asal Kecamatan
Karangtengah, mengungkapkan bahwa tidak jarang warga Kecamatan Karangtengah dan
kecamatan lain yang berdekatan, menjadi korban kecelakaan lalulintas karena
tidak amannya penyeberangan. Dan ia berharap Pemerintah Daerah Kabupaten
Cianjur bisa secepatnya merealisasikan dibangunnya jembatan tersebut."Minimal bisa
dikerjakan secara bertahap, demi keselamatan dan kepentingan publik,” komentarnya.
Terpisah, Kepala Kepolisian Resort (Kapolres) Cianjur, AKBP Asep Guntur Rahayu,
yang sebelumnya pernah menekankan tentang pentingnya keberadaan jembatan
penyeberangan dan ruang parkir, terutama di lokasi-lokasi berdirinya industri,
mengaku masih menunggu janji pihak industri untuk merealisasikan fasilitas
tersebut.“Perlu ada respon dan tanggungjawab semua pihak. Polres sudah sampaikan
solusi tapi belum ada realisasi. Harusnya dikaitkan dengan perizinan.
Masalahnya, perizinan bukan kewenangan Polres,” ujar Asep Guntur. (mat/blx)
Populer
-
Abdulatif BEBERAPA wilayah di Indonesia akan melaksanakan pesta demokrasi Pilkada serentak, tepatnya hari Rabu pada tanggal 27 Ju...
-
CIANJUR-Tak henti-hentinya satuan narkoba Polres Cianjur memberantas peredaran narkoba diwilayah hukumya. Senin(14/03) dua orang pengedar...
-
SAMBUTAN: Bupati Cianjur Irvan Rivano Muchtar berikan sambutan dalam workshop mamaos DKC di Taman Pancaniti Cianjur. FOTO : DENI ABDUL ...
-
SETELAH meraih peringkat ketiga di Piala Presiden 2017, Persib Bandung mulai merancang agenda lanjutan untuk mengisi kekosongan jelang tam...
-
PELAYANAN persampahan kebersihan dipungut retribusi atas pelayanan pengelolaan di daerah. Retribusi dikenakan kepada kepala keluarga ata...
-
Warga Cibiuk Tolak Pabrik CIRANJANG – Warga Kampung Andir RT01/09, Desa Cibiuk, Kecamatan Ciranjang , mengeluhkan proses pelaksana...
-
CIANJUR-Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Cianjur membatasi dana kampanye masing-masing pasangan calon peserta pemilihan bupati dan wakil b...
-
GEKBRONG – Dibalik jabatannya sebagai ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Desa Songgom, Kecamatan Gekbrong, Muhammad Ahmad Jalal...


Tidak ada komentar: