Keluarga Korban Tabrak Lari Tuntut Kejelasan




CIPANAS- Keluarga korban tabrak lari Yahya Arly (33) warga Kampung Balakang, Desa Sindanglaya, Kecamatan Cipanas, tuntut kejelasan ihwal kematian saudaranya yang tewas di Jalan Karadenan tepatnya di Simpang Kedung Halang Pomad, Kecamatan Cibinong, Kabupaten Bogor.
Korban yang berprofesi sebagai pengemudi go-jek di daerah Kabupaten Bogor, tewas akibat  sebuah mobil sedan, sejak satu bulan lalu.
Kakak korban Andy Herdiansyah (39) menjelaskan, lebih dari satu bulan kasus tabrak lari yang menimpa adik saya belum ada kejelasan dari pihak kepolisian. Oleh karenanya kami meminta pihak kepolisian Kabupaten Bogor agar menemukan pelaku agar bertanggung jawab.
“Korban meninggalkan dua orang anak yakni Najwa (4) dan Raya 10 bulan. Korban merupakan tulang punggung keluarga," jelasnya.
Menurutnya, pihak keluarga sangat berharap pelaku dapat ditemukan dan diamankan untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya. Jika pelaku bisa bertanggung jawab dan mengakui kesalahannya, Insya Allah pihak keluarga bisa memaafkannya, tetapi jika tidak ada itikad baik pihak keluarga tidak akan melupakan dan memaafkannya.
"Semenjak meninggalnya almarhum, kami hampir sering kehabisan kata-kata ketika anaknya menanyakan kemana dan dimana ayahnya," ujarnya.
Andy menceritakan, kronologis kecelakaan terjadi pada, Jumat (19/2), sekitar pukul 00.30 WIB di Jalan Karadenan sebelum lampu Merah POMAD (Kedung Halang) Cibinong-Bogor. Motor Honda Spacy yang dikendarai korban bernopol F 3831 YZ, saat melintas di Jalan Karadenan tiba-tiba dari arah berlawanan ada mobil sedan, kemudian menabrak korban dan kabur begitu saja.
Akan tetapi, lanjutnya, di lokasi kejadian ada plat nopol yang tergeletak tak jauh dari motor korban. Diduga kuat plat mobil bernopol F1040KQ merupakan milik kendaraan pelaku. “Hingga kini kami masih memantau proses penyelidikan dari pihak kepolisian (Polres Bogor), namun belum ada kejelasan dari pihak kepolisian," bebernya.
Almarhum Yahya Arly korban tabrak lari merupakan seorang tenaga lepas atau freelance tekhnikal engineering di salah satu perusahaan, namun mencari usaha sampingan sebagai driver go-jek. Setelah kejadian, korban sempat menjalani operasi pendarahan di kepala dan operasi di kaki bagian paha, karena tulangnya patah dan mengenai urat pembuluh besar yang mengakibatkan pendarahan. “Selama sembilan hari korban dirawat di salah satu rumah sakit swasta di Bogor, dan akhirnya meninggal dunia," ungkap Andy.(fhn)


1 komentar:

  1. Itu paman saya Yahya arly.....saya akan balas dendam kepada pelaku kalau sudah ketemu,,itulah ambisi saya😠

    BalasHapus

⬆
Top