Radar Cianjur »
Berita Utama
»
120 Rumah Retak-retak
120 Rumah Retak-retak
Posted by Radar Cianjur on Jumat, 29 April 2016 |
Berita Utama
| RETAK: Bintara Pembina Desa (Babinsa) Karang Nunggal Cibeber, Serda U Supriatana tunjukan bagian rumah yang retak akibat pergerakan tanah. |
CIANJUR-Sebanyak 120 rumah yang ditempati ratusan kepala keluarga (KK) di Desa Karangnunggal Kecamatan Cibeber, alami retak-retak dan rusak berat. Dugaan telah terjadi pergerakan tanah yang luar biasa di kawasan tersebut.
Meskipun tak menimbulkan korban jiwa, namun untuk menghindari hal-hal di luar dugaan sebagian kepala keluarga memilih untuk mengosongkan rumah dan tinggal sementara di rumah sanak keluarga mereka. Akibat kejadian tersebut kerugian ditaksir mencapai ratusan juta rupiah.
Bintara Pembina Deda (Babinsa) Karangnunggal Cibeber, Serda U.Supriatana membenarkan adanya pergerakan tanah di Kampung Munjul, Cihurip, Cikaredok dan Belendung semuanya masuk Desa Karangnunggal.
"Pergerakan tanah terjadi sejak, Sabtu 16 April lalu sekitar pukul 24.00 WIB, kemudian terjadi lagi pergerakan tanah susulan pada hari Rabu 20 April sekitar pukul 03.00 WIB dan terjadi lagi pergerakan tanah susulan pada hari Rabu 27 April lalu, akibatnya tembok rumah retak dan terjadi perubahan posisi rumah," ungkapnya.
Supriatna menjelaskan, pergerakan tanah itu dipicu oleh guyuran hujan deras setiap hari. Dia menduga, kontur perbukitan dan kondisi tanah yang labil membuat pergerakan tanah meluas.
"Sampai Rabu (28/4) kemarin, hujan deras
masih mengguyur Desa Karangnunggal. Warga pun khawatir dan memutuskan mengungsi
ke tempat yang aman," terangnya.
Tercatat, sebagian warga masih bertahan di rumah mereka, terutama yang rumahnya tidak terlalu parah oleh pergerakan tanah.
"Sewaktu retakan terjadi,
terdengar bunyi kretak dari dalam tanah. Bunyi itu bersamaan dengan rumah-rumah
yang rusak. Sementara rumah yang tidak rusak penghuninya masih bertahan, tapi
mereka sudah diminta tetap waspada dengan kondisi sekitar,"
sebutnya.
Terpisah, Kepala Desa (Kades) Karangnunggal, Koko Komarudin menambahkan, pergerakan tanah tersebut disebabkan hujan terus menerus selama beberapa hari terakhir mengguyur desanya.Terlebih, topografi wilayah pegunungan dan berbukit membuat daerah itu rawan terjadi pergerakan tanah.
"Kalau longsor tidak
ada, hanya retakan tanah yang menyebabkan jalan, sawah dan rumah rusak,"
ucapnya.(dil)
Populer
-
WARU N GKONDANG – Jalan Desa Ciwalen di Kecamatan Warungkondang berada dalam kondisi nyaris putus , p asalnya gorong- gorong ya...
-
TAMPIL di kompetisi elite Liga Primer Inggris, seolah mimpi yang jadi nyata bagi penyerang Leicester City. Apalagi, timnya kian ...
-
SINDANGBARANG- Desa Hegarsari dan Desa Kertasari, Kecamatan Sindangbarang merupakan desa ke-58 dan ke-59 dari 360 desa yang dikunjungi r...
-
MOMENTUM bulan Ramadan dimanfaatkan Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Cianjur, Moch Ginanjar, untuk selalu m...
-
CIANJUR-Tak henti-hentinya satuan narkoba Polres Cianjur memberantas peredaran narkoba diwilayah hukumya. Senin(14/03) dua orang pengedar...
-
Cianjur memiliki luas wilayah yang cukup besar. Hal tersebut tentunya perlu ditunjang dengan pelayanan publik yang efektif, terutam...
-
CIPANAS - Pengembangan ikan koi di Sindanglaya Kecamatan Cipanas kini semakin maju. Bahkan pemasarannya sudah terkenal hingga luar nege...
-
Jamin suami Eti Suhaeti. CIANJUR- Alangkah terkejutnya Jamin (42), warga Kampung Cijambe RT01/RW02 Desa Sukapura Kecamatan Cidaun yan...

Tidak ada komentar: